Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tak Hanya Tenaga, Dana Jumbo Diperlukan untuk Sembuhkan Waskita Karya

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 25 Juni 2024 | 09:34 WIB
Tak Hanya Tenaga, Dana Jumbo Diperlukan untuk Sembuhkan Waskita Karya
Kantor PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Suara.com - PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA), sebagai rumah sakit BUMN, butuh anggaran gede untuk menyelamatkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT. Sehingga, bukan hanya sisi manajemen saja, tetapi butuh sumber pendanaan yang kuat.

"Kalau misalnya ada pertanyaan ini kalau PPA dikasih Waskita sanggup gak? Kembali lagi bukan cuma kompetensi, tapi kapasitas pendanannya juga," ujar Direktur Utama PPA, M Teguh Wirahadikusumah dalam rapat Panja Restrukturisasi BUMN Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan di Jakarta, Senin (24/6/2024).

Hingga kini, Menteri BUMN Erick Thohir belum menyerahkan nasib Waskita Karya ke PPA. Adapun, penyehatan BUMN kontruksi masih dilakukan oleh manajemen internal.

Namun, Teguh kembali mengingatkan bahwa PPA harus menyiapkan dana besar dulu jika ingin menyelematkan Waskita Karya. Namun ini perlu koordinasi dengan Danareksa hingga Kementerian BUMN.

"Perlu tegas juga atau memang kita bisa sehatkan, kita hidupkan untuk itu membutuhkan dana berapa. Nah itu memang sesuatu yang ke depannya perlu kita lakukan antara PPA, Danareksa dan pemerintah," ucap dia.

Saat ini, Teguh mengaku, PPA tidak memiliki dana jumbo untuk menyelamatkan BUMN yang sakit. Ujung-ujungnya, tambah dia, menggunakan dana dari pemerintah.

"Jadi, sumber pendanaan dari mana? Mau nggak mau sangat tergantung dari pemerintah, karena dari pasar hampir tidak mungkin," beber dia.

Mengutip laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), WSKT menjadi pemilik liabilitas atau utang terbesar bagi BUMN hingga kuartal I-2024, tak tanggung-tanggung utang yang dimilikinya mencapai Rp 81,5 triliun.

Kondisi utang itu terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp 21,8 triliun, sementara jangan panjang mencapai Rp 59,7 triliun.

Jumlah utang segunung ini juga diperburuk dengan kondisi rugi bersih perusahaan sebesar Rp939 miliar diperiode yang sama. Angka ini membengkak 150,59% dibandingkan posisi periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp374,9 miliar.

Selain itu, WSKT juga membukukan penurunan pendapatan usaha sebesar 20,28% menjadi Rp2,17 triliun. Padahal, pada kuartal I-2023, WSKT mencatatkan pendapatan usaha senilai Rp2,73 triliun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mi Buatan UMKM Maluku Lolos Kurasi Kementerian BUMN, Promosikan Bahan Pangan Unggulan

Mi Buatan UMKM Maluku Lolos Kurasi Kementerian BUMN, Promosikan Bahan Pangan Unggulan

Bisnis | Selasa, 25 Juni 2024 | 07:18 WIB

Daftar 6 BUMN Terancam Bubar, Nasib Karyawan di Ujung Tanduk?

Daftar 6 BUMN Terancam Bubar, Nasib Karyawan di Ujung Tanduk?

Bisnis | Selasa, 25 Juni 2024 | 07:16 WIB

Cara Perusahaan Plat Merah Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha UMK

Cara Perusahaan Plat Merah Dongkrak Ekonomi Pelaku Usaha UMK

Bisnis | Senin, 24 Juni 2024 | 12:52 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB