Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Jokowi Cari Investor Buat Food Estate, APBN Jebol?

Achmad Fauzi, Syifa Nur Layla

Senin, 01 Juli 2024 | 14:05 WIB
Jokowi Cari Investor Buat Food Estate, APBN Jebol?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi lumbung pangan atau food estate di Desa Lamuk, Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (14/12/2021). (Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Suara.com - Kala kunjungannya di Kalimantan Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum berencana untuk menengok berbagai wilayah garapan program lumbung pangan atau food estate. Sebab, Jokowi tengah mencari investor untuk realisasi programnya tersebut.

“Belum. Masih mencari investor, investor. Dan yang kami dorong sekarang ini adalah investasi, bukan dari APBN,” ungkapnya usai peresmian Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana Pendidikan, dikutip Senin (1/7/2024).

Pada 2020, rencana lahan food estate total 322 hektar. Dua tahun berselang, lahannya meluas lagi 340 hektar. Sementara tahun ini, pemerintah tengah mengembangkan lahan food estate seluas 338 hektar. Teranyar, luas lahan semuanya genap 1000 hektar.

Lokasinya pun tersebar di seluruh Indonesia. mulai dari Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, NTT, Papua, dan Papua Selatan.

Komoditas yang ditanam pada lahan tersebut pun beragam seperti cabai, bawang merah, bawang putih, jagung, kentang, padi dan lainnya.

Semula dari APBN

Awal mula program food estate, sudah ada sejak periode kedua Jokowi. Sebab adanya ancaman paceklik dari faktor kekeringan dan pandemi Covid-19.

Sejak 2019, anggaran yang disiapkan sebanyak Rp80,7 triliun. Kemudian sempat menurun menjadi Rp74,5 triliun pada 2018.

Dalam empat tahun belakangan, anggaran mercusuar Jokowi itu mulai menanjak. Pada 2021 mencapai Rp85,9 triliun, lalu 2022 sebanyak Rp88,9 triliun. Kemudian mulai naik signifikan pada 2023 menjadi Rp 100,9 triliun dan 2024 penyuntikan hingga Rp108,8 triliun.

Dan kini, Jokowi mengaku sedang mencari investor untuk meneruskan proyek mercusuarnya di masa penghujung akhir kepemimpinan menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Investor Berminat?

Studi bertajuk “Analisis Implementasi Program Food Estate sebagai Solusi Ketahanan Pangan Indonesia” menunjukkan bila banyak proyek food estate Jokowi yang gagal.

Studi garapan Alsafana Rasman dkk menuliskan bila food estate di bekas lahan gambut, Kalimantan Tengah yang ditanami padi sudah dinilai gagal.

Salah satu faktornya adalah paksaan berubahnya pola tanam, sehingga hasil produksi tak maksimal hingga gagal panen. Selain itu, lahan gambut yang menjadi kawasan pertanian tergolong belum siap. Sebab masih banyak sisaan kayu dan akar.

Kurang lebih itulah yang terjadi pula pada food estate di Sumatera Utara. Melalui lahan 30.000 hektar, pemerintah menanam kentang, bawang merah dan bawang puith ada 2021 lalu.

Kegagalan tersebut lantaran kawasan yang curam, petani tidak terlibat proses tanam, dan praktik pertanian yang berdampak pada laju deforestasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Penyidik KPK Sebut Jokowi Tak Perlu Diperiksa Di Kasus Bansos Covid: Fokus Yang Terlibat Dan Terapkan Hukuman Mati

Eks Penyidik KPK Sebut Jokowi Tak Perlu Diperiksa Di Kasus Bansos Covid: Fokus Yang Terlibat Dan Terapkan Hukuman Mati

News | Senin, 01 Juli 2024 | 11:38 WIB

Doa Jokowi Untuk Prabowo Usai Jalani Operasi Kaki, Cedera Puluhan Tahun Saat Jadi Tentara

Doa Jokowi Untuk Prabowo Usai Jalani Operasi Kaki, Cedera Puluhan Tahun Saat Jadi Tentara

News | Senin, 01 Juli 2024 | 10:04 WIB

Jokowi Kumpulkan Menteri Dan Kepala Lembaga Di Istana Hari Ini, Bahas Apa?

Jokowi Kumpulkan Menteri Dan Kepala Lembaga Di Istana Hari Ini, Bahas Apa?

News | Senin, 01 Juli 2024 | 09:58 WIB

Terkini

Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!

Anak Menkeu Purbaya Tak Pikirin Rupiah Loyo Saat Kuliah di AS, Bayar Pakai Bitcoin!

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:29 WIB

Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah

Penguatan Industri Bahan Baku Kunci Jaga Ketahanan Industri di Tengah Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:15 WIB

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Anak Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Dicekek Terus! Nyaris Ulang Krisis 1998

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Rupiah 'Kena Mental'! Dolar Singapura Tembus Rp14.000, Pertama Dalam Sejarah RI

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:20 WIB

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Gawat! Mata Uang Garuda Babak Belur, Dolar AS dan Singapura Kompak Hajar Rupiah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:12 WIB

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan Arus Peti Kemas Internasional Tembus 11%, Sinyal Positif Bagi Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:28 WIB

Update Kurs Rupiah 29 Mei 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bangkit

Update Kurs Rupiah 29 Mei 2026: Rupiah Menguat ke Rp17.814 per Dolar AS, Mata Uang Asia Bangkit

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:30 WIB

Cara Mudah Beli Token Listrik Online, Praktis Pakai QRIS

Cara Mudah Beli Token Listrik Online, Praktis Pakai QRIS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:26 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Cenderung Menguat Pagi Ini, Saham Prajogo Pangestu Melesat

IHSG Bergerak Dua Arah Cenderung Menguat Pagi Ini, Saham Prajogo Pangestu Melesat

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:19 WIB

Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot

Sinyal Damai AS - Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:03 WIB