Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Michael Dell Bisa Picu 'Pump' Bitcoin, Harga BTC Bakal Kembali Menguat?

M Nurhadi

Selasa, 02 Juli 2024 | 16:19 WIB
Michael Dell Bisa Picu 'Pump' Bitcoin, Harga BTC Bakal Kembali Menguat?
Dok: BTC

Suara.com - Kripto dengan pasar terbesar, Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,5 persen dalam rentang waktu 28 Juni hingga 1 Juli 2024 meski kini terpantau tengah melemah tipis.

Kenaikan ini berhasil melampaui batas resisten di angka US$ 63.000 untuk pertama kalinya dalam seminggu, memberikan optimisme baru di kalangan investor kripto.

Faktor Pendorong Kenaikan Bitcoin

Menurut laporan dari cointelegrapyh dikutip dari CryptoHarian --jaringan Suara.com, kebangkitan harga Bitcoin ini terjadi setelah periode penurunan yang disebabkan oleh kekhawatiran atas transaksi Bitcoin oleh Pemerintah Jerman dan penjualan besar-besaran Bitcoin dari kasus kebangkrutan Mt. Gox. Di balik kenaikan ini, terdapat tiga faktor utama yang mendorong performa aset kripto terkemuka tersebut.

Pengaruh Michael Dell dan Pergerakan Institusi

Miliarder Michael Dell, pendiri dan CEO Dell Technologies, memicu euforia pada 21 Juni dengan menyampaikan kemungkinan investasi Bitcoin. Dell, salah satu dari 20 orang terkaya di dunia, memposting meme Cookie Monster memegang kue berbentuk Bitcoin di media sosialnya, yang langsung menarik perhatian investor.

Selain itu, Amber Japan, anak perusahaan dari Sony yang berbasis di Tokyo, berganti nama menjadi S.BLOX pada 1 Juli untuk fokus pada perdagangan kripto. Langkah ini bertujuan meningkatkan kemudahan penggunaan dan memperluas fitur-fiturnya. S.BLOX, anggota Asosiasi Bursa Mata Uang Virtual Jepang (JVCEA), memiliki modal sebesar US$ 10,5 miliar, menunjukkan komitmen besar terhadap pasar kripto.

Valuasi Saham Teknologi dan Permintaan Bitcoin

Permintaan yang meningkat untuk Bitcoin juga mencerminkan ketidakpuasan investor terhadap aset pasar tradisional, khususnya saham teknologi. Ada kekhawatiran bahwa saham teknologi di AS telah mencapai valuasi yang terlalu tinggi.

baca juga

Misalnya, sebuah studi oleh Charlie Bilello dari Creative Planning, yang dilaporkan oleh Yahoo Finance, menunjukkan perkiraan penjualan di masa depan yang sangat tinggi sebesar 21 kali untuk Nvidia, meningkat dari 12 kali hanya dalam dua bulan sebelumnya.

Analis juga mengantisipasi penurunan penjualan kuartal kedua Tesla sebesar 3,7 persen karena persaingan ketat di China dan permintaan yang lesu untuk model baru yang terjangkau. Saham Tesla turun 15,5 persen sejak awal tahun. Tesla dijadwalkan untuk mengumumkan pendapatan perusahaan hari ini, setelah CEO Elon Musk membatalkan rencana untuk kendaraan listrik baru yang lebih terjangkau pada awal 2024, yang memicu sejumlah kekhawatiran.

Transaksi Pemerintah

Pada 1 Juli, Pemerintah Jerman melakukan transfer sebesar 1.500 Bitcoin dengan nilai US$ 95 juta ke berbagai bursa kripto. Demikian pula dengan dana yang disita sebelumnya. Transaksi ini, yang dilaporkan oleh Arkham Intelligence, memicu spekulasi bahwa tekanan penjualan akan terus berlanjut.

Saat ini, pemerintah Jerman memiliki aset Bitcoin sebesar US$ 2,8 miliar, yang sebagian besar diperoleh dari situs pembajakan film yang sudah tidak beroperasi sejak 2013. Sementara itu, dompet pemerintah Amerika Serikat berisi Bitcoin senilai US$ 13,4 miliar.

Meskipun penjualan ini mencapai lebih dari US$ 300 juta, harga Bitcoin tetap stabil. Stabilitas ini sebagian disebabkan oleh ETF Bitcoin yang menyerap sebagian pasokan, dengan menambah nilai bersih US$ 137 juta selama empat hari perdagangan dari 25 Juni hingga 28 Juni.

Selain itu, ketidakstabilan di pasar tradisional dan masuknya pemain besar baru ke ekosistem Bitcoin telah meningkatkan kepercayaan investor.

Kenaikan harga Bitcoin yang signifikan dalam beberapa hari terakhir ini dipengaruhi oleh kombinasi pengaruh institusi besar, ketidakpuasan terhadap saham teknologi, dan transaksi pemerintah. Faktor-faktor ini menunjukkan bagaimana pasar kripto terus berkembang dan menarik minat baru dari berbagai sektor, memperkuat posisinya sebagai aset digital utama.

 
Disclaimer:

Investasi kripto memiliki risiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Pembaca diharapkan untuk melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum melakukan investasi dalam aset kripto. Redaksi Suara.com tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil oleh pembaca berdasarkan informasi yang disajikan dalam artikel ini. Semua informasi disajikan hanya untuk tujuan informatif dan bukan merupakan saran investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kripto Diawasi OJK, Berpotensi akan Jadi Lembaga Setara Bank

Kripto Diawasi OJK, Berpotensi akan Jadi Lembaga Setara Bank

Bisnis | Selasa, 02 Juli 2024 | 06:35 WIB

BRI Gandeng Bappebti dan Mobee Ajak Generasi Muda Tak FOMO Perdagangan Kripto

BRI Gandeng Bappebti dan Mobee Ajak Generasi Muda Tak FOMO Perdagangan Kripto

Bri | Selasa, 02 Juli 2024 | 13:12 WIB

Jumlah Investor Kripto Indonesia Capai 20 Juta Orang, Apa Exchange Terfavorit?

Jumlah Investor Kripto Indonesia Capai 20 Juta Orang, Apa Exchange Terfavorit?

Bisnis | Selasa, 02 Juli 2024 | 11:33 WIB

Regulasi, Inklusi Keuangan dan Masa Depan Kripto di Indonesia

Regulasi, Inklusi Keuangan dan Masa Depan Kripto di Indonesia

Bisnis | Selasa, 02 Juli 2024 | 11:25 WIB

Blockchain Diklaim Bisa Jadi Teknologi di Sektor Ekonomi Masa Depan

Blockchain Diklaim Bisa Jadi Teknologi di Sektor Ekonomi Masa Depan

Bisnis | Senin, 01 Juli 2024 | 06:25 WIB

Cara Memilih Aset Kripto untuk Pemula: Panduan Lengkap

Cara Memilih Aset Kripto untuk Pemula: Panduan Lengkap

Bisnis | Senin, 01 Juli 2024 | 11:16 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB