Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Usai Dikuasai MIND ID, Laba Vale Justru Anjlok 82 Persen

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 30 Juli 2024 | 16:32 WIB
Usai Dikuasai MIND ID, Laba Vale Justru Anjlok 82 Persen
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan laporan keuangan mereka sepanjang enam bulan pertama tahun 2024 ini, hasilnya laba bersih tercatat anjlok 82 persen.

Suara.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan laporan keuangan mereka sepanjang enam bulan pertama tahun 2024 ini, hasilnya laba bersih tercatat anjlok 82 persen.

Penurunan laba bersih ini terjadi usai saham Vale dikuasai oleh BUMN Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia atau MIND ID beberapa waktu lalu.

Mengutip laporan keuangan INCO pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/7/2024) tercatat laba bersih mencapai USD37,286 juta pada semester I 2024, atau anjlok 82,1 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai USD207,8 juta.

Dampaknya, laba per saham dasar merosot ke level USD0,0036 per lembar pada akhir Juni 2024. Sedangkan akhir Juni 2023 berada di level USD0,0209 per helai.

Presiden Direktur INCO, Febriany Eddy melaporkan pendapatan setara USD478,75 juta pada semester I 2024. Hasil itu turun 27,3 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai USD658,96 juta.

Pemicunya, penjualan nikel ke Vale Canada Limited amblas 27,3 persen secara tahunan tersisa USD383 juta pada akhir Juni 2024. Senasib, penjualan hasil tambang serupa ke Sumitomo Metal Mining ambrol 27,4 persen secara tahunan sisa USD95,743 juta.

Padahal perseroan melaporkan bahwa produksi pada semeter 1 2024 lebih tinggi tiga persen secara tahunan menjadi 34,774 nikel dalam matte.

“Kami optimis dengan prospek produksi kami dan berharap operasi kami berjalan lancar hingga akhir tahun. Tujuan kami adalah mencapai target produksi sekitar 70.800 metrik ton (“t”) nikel dalam matte pada tahun 2024, meningkat dari target tahun lalu,”papar Eddy.

Walau beban pokok pendapatan telah dipangkas 4,7 persen secara tahunan menjadi USD417,16 juta pada akhir Juni 2024. Tapi laba kotor tetap melorot 72,2 persen secara tahunan menjadi USD61,5 juta.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2024 tanpa audit INCO yang diunggah pada laman BEI, Senin 29 Juli 2024.

Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 1,3 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi USD366,89 juta pada akhir Juni 2024. Pada sisi lain, total ekuitas meningkat 5,2 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi USD2,699 miliar pada akhir semester I 2024.

Eddy menegaskan, akan terus proaktif mendorong inisiatif penghematan biaya untuk memastikan biaya tunai per unit tetap kompetitif dalam upaya menghasilkan margin yang sehat secara berkelanjutan pada semester II 2024.

“Dengan perubahan komposisi pemegang saham baru-baru ini, kami melihat banyak ruang untuk memanfaatkan inisiatif strategis yang dapat membawa sinergi positif bagi perusahaan, seperti integrasi upaya pengadaan dalam grup untuk harga komoditas yang lebih baik dimana hal ini merupakan salah satu penggerak biaya terbesar kami.”pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

123 Go! Laba Pegadaian Terus Melaju Hingga 37,9% di Semester I Tahun 2024

123 Go! Laba Pegadaian Terus Melaju Hingga 37,9% di Semester I Tahun 2024

Bisnis | Selasa, 30 Juli 2024 | 12:37 WIB

Laba Bersih AMMN Meroket 291% di Semester I-2024, ini Penyebabnya

Laba Bersih AMMN Meroket 291% di Semester I-2024, ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 26 Juli 2024 | 17:36 WIB

Bank Jago Kempit Dana Murah Rp9,1 Triliun di Semester I 2024

Bank Jago Kempit Dana Murah Rp9,1 Triliun di Semester I 2024

Bisnis | Jum'at, 26 Juli 2024 | 16:34 WIB

Terkini

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Pangan Nasional 7 Mei 2026: Bawang Merah Meroket, Cabai dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:58 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 7 Mei 2026 Naik ke Rp17.336, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB