Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pentingnya Simulasi EWS Tanggap Bencana Bagi Masyarakat di Kawasan Lumpur Sidoarjo

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 19 Agustus 2024 | 08:16 WIB
Pentingnya Simulasi EWS Tanggap Bencana Bagi Masyarakat di Kawasan Lumpur Sidoarjo
Kawasan lumpur Sidoarjo yang telah ditanggulangi oleh pemerintah. [Dok Kementerian PUPR]

Suara.com - Pakar Kebijakan Publik Ir. Bambang Haryo Soerkartono atau BHS bersama tim BHS Peduli melihat kondisi luapan lumpur lapindo di pusat pemantauan petugas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS).

Bukan tanpa alasan, Politisi Senior Partai Gerindra ini ingin melihat dan menanyakan langsung kepada pihak PPLS terkait keamanan tanggul penahan dan volume luapan lumpur, apakah gerakan bumi atau gempa yang  dimulai dari Cianjur telah merambat ke Garut, Sukabumi, Jawa Barat, kemudian dilanjut Erupsi Gunung Semeru, gempa Jember, Jawa Timur sampai di Mataram Lombok apakah berpengaruh terhadap kondisi di kawasan semburan lumpur.

"Apakah gempa atau gerakan bumi di Cianjur, Garut, Sukabumi Jawa Barat. Kemudian gempa di jember dan erupsi Gunung Semeru hingga Mataram, Lombok mempengaruhi kondisi sesar atau retakan yang ada di kawasan pusan semburan lumpur Lapindo, yakni sesar Siring dan sesar Watukosek, karena saat itu informasi petugas PPLS jumlah semburan lumpur sudah diatas cincin pengatur endapan sehingga pancaran lumpur tidak bisa dideteksi dengan baik dan bahkan ketinggian dari tanggul sudah mencapai 15 meter dengan ketebalan 11 meter," kata BHS, ditulis Senin (19/8/2024).

Lebih jauh, Anggota DPR RI 2014-2019 ini mengungkapkan jika menurut data 2 tahun lalu, semburan lumpur mencapai 100 ribu meter kubik perhari, ternyata informasi pimpinan petugas PPLS bahwa semburan sudah menurun di 47 ribu meter kubik perhari. 

"Karena lumpur lapindo ini masih berstatus bencana dengan adanya semburan lumpur berarti perlu adanya deteksi bawah lumpur terutama kedua sesar tersebut apakah ada perubahan pergerakan sehingga pancarannya menjadi membesar, dan ini belum dilakukan penyelidikan oleh PPLS karena kekurangan tenaga ahli," ungkapnya.

Masih menurut BHS, Karena kondisi darurat masih belum bisa di prediksi, sudah seharusnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan mitigasi bencana dengan melakukan sosialisasi tanggap darurat kebencanaan kepada masyarakat sekitar kawasan tanggul  lumpur, dengan memasang alarm atau Early Warning System (EWS) yang disimulasi dengan alarm berbunyi keras kepada masyarakat setempat.

"Dengan simulasi,  memasang alarm atau Early Warning System (EWS) agar masyarakat tanggap dan siap untuk lari menuju tempat berkumpul yang aman dan petugas BNPB serta BPBD siap melakukan evakuasi secara cepat, jika sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak diinginkan di kawasan tanggul luapan lumpur Lapindo," paparnya.

"Simulasi kepada warga ini harus dilakukan secara periodik sehingga masyarakat terbiasa untuk melakukan penyelamatan diri," sambungnya.

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini  juga menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo maupun Pemerintah Pusat untuk mengasuransikan masyarakat beserta harta bendanya termasuk tanah dan rumahnya untuk bisa mendapatkan penggantian dari asuransi dengan mudah apabila terjadi bencana akibat gerakan yang berpangaruh terhadap semburan lumpur.

"Luapan lumpur lapindo ini masuk dalam kategori kebencanaan nasional, maka sudah menjadi keharusan semuanya disiapkan juga oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah," harap BHS.

Bambang Haryo juga berharap, seyogyanya wisata lumpur lapindo ditangguhkan.

"Tidak etis jika kita berwisata di tempat yang masih dalam status bencana, dan apabila masyarakat ingin melihat kronologis kebencanaan seharusnya pemerintah Sidoarjo sudah mempersiapkan untuk mengadakan museum kebencanaan lapindo yang menceritakan tentang kronologis kejadian awal sampai dengan saat ini, seperti halnya museum merapi untuk edukasi masyarakat terutama generasi muda dan anak anak," pesannya.

BHS menegaskan jika luapan lumpur lapindo di Sidoarjo adalah bencana nasional, oleh karena itu diharapkan pemerintah pusat dan daerah bisa lebih mengendalikan dan mempersiapkan apabila terjadi benih benih kebencanaan di kawasan luapan lumpur Lapindo.

"Dengan kesiapan yang matang dalam pengendalian, persiapan akan adanya benih-benih kebencanaan dikawan luapan lumpur tersebut oleh Pemerintah, sehingga diharapkan masyarakat Sidoarjo yang tinggal di sekitar luapan lumpur lapindo bisa antisipasi penyelamatan lebih awal," pungkas Bambang Haryo Soerkarton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PUPR Mau Ubah Lumpur Lapindo Jadi Tempat Wisata

PUPR Mau Ubah Lumpur Lapindo Jadi Tempat Wisata

Bisnis | Rabu, 27 Maret 2024 | 12:56 WIB

Berjarak 30 Km dari Juanda, Seramnya Pusat Lumpur Lapindo Disorot Lagi Usai Ramai Rumah Mewah Nia Ramadhani di AS

Berjarak 30 Km dari Juanda, Seramnya Pusat Lumpur Lapindo Disorot Lagi Usai Ramai Rumah Mewah Nia Ramadhani di AS

News | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 14:45 WIB

Ardi Bakrie Bikin Pantun Kocak Soal Modal Agar Istri Cantik di Depan Nia Ramadhani, Warganet Malah Bahas Lumpur Lapindo

Ardi Bakrie Bikin Pantun Kocak Soal Modal Agar Istri Cantik di Depan Nia Ramadhani, Warganet Malah Bahas Lumpur Lapindo

Lifestyle | Senin, 29 Mei 2023 | 15:48 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB