Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Pentingnya Simulasi EWS Tanggap Bencana Bagi Masyarakat di Kawasan Lumpur Sidoarjo

Iwan Supriyatna

Senin, 19 Agustus 2024 | 08:16 WIB
Pentingnya Simulasi EWS Tanggap Bencana Bagi Masyarakat di Kawasan Lumpur Sidoarjo
Kawasan lumpur Sidoarjo yang telah ditanggulangi oleh pemerintah. [Dok Kementerian PUPR]

Suara.com - Pakar Kebijakan Publik Ir. Bambang Haryo Soerkartono atau BHS bersama tim BHS Peduli melihat kondisi luapan lumpur lapindo di pusat pemantauan petugas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS).

Bukan tanpa alasan, Politisi Senior Partai Gerindra ini ingin melihat dan menanyakan langsung kepada pihak PPLS terkait keamanan tanggul penahan dan volume luapan lumpur, apakah gerakan bumi atau gempa yang  dimulai dari Cianjur telah merambat ke Garut, Sukabumi, Jawa Barat, kemudian dilanjut Erupsi Gunung Semeru, gempa Jember, Jawa Timur sampai di Mataram Lombok apakah berpengaruh terhadap kondisi di kawasan semburan lumpur.

"Apakah gempa atau gerakan bumi di Cianjur, Garut, Sukabumi Jawa Barat. Kemudian gempa di jember dan erupsi Gunung Semeru hingga Mataram, Lombok mempengaruhi kondisi sesar atau retakan yang ada di kawasan pusan semburan lumpur Lapindo, yakni sesar Siring dan sesar Watukosek, karena saat itu informasi petugas PPLS jumlah semburan lumpur sudah diatas cincin pengatur endapan sehingga pancaran lumpur tidak bisa dideteksi dengan baik dan bahkan ketinggian dari tanggul sudah mencapai 15 meter dengan ketebalan 11 meter," kata BHS, ditulis Senin (19/8/2024).

Lebih jauh, Anggota DPR RI 2014-2019 ini mengungkapkan jika menurut data 2 tahun lalu, semburan lumpur mencapai 100 ribu meter kubik perhari, ternyata informasi pimpinan petugas PPLS bahwa semburan sudah menurun di 47 ribu meter kubik perhari. 

"Karena lumpur lapindo ini masih berstatus bencana dengan adanya semburan lumpur berarti perlu adanya deteksi bawah lumpur terutama kedua sesar tersebut apakah ada perubahan pergerakan sehingga pancarannya menjadi membesar, dan ini belum dilakukan penyelidikan oleh PPLS karena kekurangan tenaga ahli," ungkapnya.

Masih menurut BHS, Karena kondisi darurat masih belum bisa di prediksi, sudah seharusnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan mitigasi bencana dengan melakukan sosialisasi tanggap darurat kebencanaan kepada masyarakat sekitar kawasan tanggul  lumpur, dengan memasang alarm atau Early Warning System (EWS) yang disimulasi dengan alarm berbunyi keras kepada masyarakat setempat.

"Dengan simulasi,  memasang alarm atau Early Warning System (EWS) agar masyarakat tanggap dan siap untuk lari menuju tempat berkumpul yang aman dan petugas BNPB serta BPBD siap melakukan evakuasi secara cepat, jika sewaktu-waktu ada kejadian yang tidak diinginkan di kawasan tanggul luapan lumpur Lapindo," paparnya.

"Simulasi kepada warga ini harus dilakukan secara periodik sehingga masyarakat terbiasa untuk melakukan penyelamatan diri," sambungnya.

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini  juga menekankan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo maupun Pemerintah Pusat untuk mengasuransikan masyarakat beserta harta bendanya termasuk tanah dan rumahnya untuk bisa mendapatkan penggantian dari asuransi dengan mudah apabila terjadi bencana akibat gerakan yang berpangaruh terhadap semburan lumpur.

baca juga

"Luapan lumpur lapindo ini masuk dalam kategori kebencanaan nasional, maka sudah menjadi keharusan semuanya disiapkan juga oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah," harap BHS.

Bambang Haryo juga berharap, seyogyanya wisata lumpur lapindo ditangguhkan.

"Tidak etis jika kita berwisata di tempat yang masih dalam status bencana, dan apabila masyarakat ingin melihat kronologis kebencanaan seharusnya pemerintah Sidoarjo sudah mempersiapkan untuk mengadakan museum kebencanaan lapindo yang menceritakan tentang kronologis kejadian awal sampai dengan saat ini, seperti halnya museum merapi untuk edukasi masyarakat terutama generasi muda dan anak anak," pesannya.

BHS menegaskan jika luapan lumpur lapindo di Sidoarjo adalah bencana nasional, oleh karena itu diharapkan pemerintah pusat dan daerah bisa lebih mengendalikan dan mempersiapkan apabila terjadi benih benih kebencanaan di kawasan luapan lumpur Lapindo.

"Dengan kesiapan yang matang dalam pengendalian, persiapan akan adanya benih-benih kebencanaan dikawan luapan lumpur tersebut oleh Pemerintah, sehingga diharapkan masyarakat Sidoarjo yang tinggal di sekitar luapan lumpur lapindo bisa antisipasi penyelamatan lebih awal," pungkas Bambang Haryo Soerkarton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PUPR Mau Ubah Lumpur Lapindo Jadi Tempat Wisata

PUPR Mau Ubah Lumpur Lapindo Jadi Tempat Wisata

Bisnis | Rabu, 27 Maret 2024 | 12:56 WIB

Berjarak 30 Km dari Juanda, Seramnya Pusat Lumpur Lapindo Disorot Lagi Usai Ramai Rumah Mewah Nia Ramadhani di AS

Berjarak 30 Km dari Juanda, Seramnya Pusat Lumpur Lapindo Disorot Lagi Usai Ramai Rumah Mewah Nia Ramadhani di AS

News | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 14:45 WIB

Ardi Bakrie Bikin Pantun Kocak Soal Modal Agar Istri Cantik di Depan Nia Ramadhani, Warganet Malah Bahas Lumpur Lapindo

Ardi Bakrie Bikin Pantun Kocak Soal Modal Agar Istri Cantik di Depan Nia Ramadhani, Warganet Malah Bahas Lumpur Lapindo

Lifestyle | Senin, 29 Mei 2023 | 15:48 WIB

Terkini

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:39 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:25 WIB

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:56 WIB

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:53 WIB

×