Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

CEO Akari Tekankan Pentingnya Air Minum Bebas dari Kontaminasi Mikroplastik dan BPA

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 30 Agustus 2024 | 21:00 WIB
CEO Akari Tekankan Pentingnya Air Minum Bebas dari Kontaminasi Mikroplastik dan BPA
Kenny Kwe, CEO PT. AKARI sebagai distributor resmi untuk produk Philips Water Solutions.

Suara.com - COVID-19 yang terjadi kurang lebih 4 tahun lalu telah memaksa masyarakat mengubah gaya hidup. Mereka memakai masker, hand sanitizer, mengonsumsi makanan bergizi, vitamin, olahraga, dan perilaku lainnya yang intinya lebih memperhatikan kesehatan. Namun ada satu elemen penting dan sangat vital yang terlewatkan, yaitu air yang layak minum.

Komponen yang paling penting dalam tubuh manusia ada air bahkan lebih dari 70 persen tubuh manusia bahkan terdiri dari air. Kekurangan pasokan air di dalam tubuh dapat mengakibatkan berbagai gangguan pada kerja organ dan sel-sel di dalam tubuh yang berdampak buruk terhadap kesehatan.

Namun seiring perkembangan zaman semakin tidak mudah mendapatkan air bersih yang layak konsumsi untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Tingginya polusi akibat masifnya aktivitas industri telah mencemari air tanah dengan berbagai zat berbahaya, antara lain seperti mikroplastik.

Demikian pula pada air minum dalam kemasan yang saat ini lebih dari 50 persen masyarakat Indonesia mengonsumsinya. Wadah air dalam kemasan mengandung senyawa kimia berbahaya mikroplastik.

Tidak hanya mikroplastik, akhir – akhir ini juga banyak kita jumpai berita mengenai BPA. BPA atau Bisphenol A adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membuat plastik yang dapat kita jumpai di makanan, minuman, botol bayi bahkan dalam galon atau air kemasan karena gradasi dari wadah tersebut yang mencemari minuman di dalamnya. Bahaya BPA sangat banyak dan dapat mengakibatkan gangguan hormon hingga kanker.

Kenny Kwe, CEO PT. AKARI sebagai distributor resmi untuk produk Philips Water Solutions mengatakan, konsumsi air bersih sangat penting untuk kesehatan kita dan keluarga, karenanya memilih air minum yang aman dan bebas mikroplastik dan BPA adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang sudah semakin sadar akan kebutuhan meminum air yang lebih sehat dari yang saat ini ada, Philips menghadirkan solusi yang dapat memastikan bahwa air minum yang kita konsumsi bebas dari kontaminasi mikroplastik dan BPA,” ujar Kenny Kwe ditulis Jumat (30/8/2024).

Sesuai dengan motto Philips yaitu Improving People’s Lives Through Meaningful Innovation, Kenny Kwe juga mengatakan “Kita selalu berinovasi menciptakan produk baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup, bahkan sebelum covid-19 menyerang kita sudah duluan menciptakan dispenser dengan lampu UV sehingga produk kami menjadi trendsetter. Dan sekarang dispenser kami juga yang pertama memiliki filter BPA tidak Cuma di Indonesia tapi di dunia”.

Menjawab kebutuhan akan air minum yang bebas mikroplastik dan BPA, Philips, brand kenamaan produk-produk elektronik asal Belanda, meluncurkan dispenser dengan teknologi inovatif filter Micro P-Clean untuk mikroplastik dan filter Micro X-Clean untuk BPA.

Franco Wijaya, Product Manager Philips Indonesia menjelaskan, dispenser Philips dengan teknologi inovatif filter Micro P-Clean, yaitu tipe ADD4973DGAC: Anti-BPA. Filter tersebut 2 in 1 yang memiliki cara kerja yang berbeda.

“Dengan teknologi Active Carbon yang terdapat pada filter Micro P – Clean dengan efektif memfiltrasi mikroplastik hingga 99 persen dan Filter Micro-X Clean Anti – BPA yang mampu menghilangkan zat-zat berbahaya, seperti senyawa kimia Bisphenol-A (BPA) yang terdapat dalam air kemasan hingga 99,99%, sehingga zat-zat berbahaya tersebut tidak akan bisa menembus filter dan air yang melewati filter,” jelas Franco.

Filter inovatif yang terdapat dalam dispenser Philips dapat bertahan hingga kurang lebih 4.000 liter atau sekitar 200 galon. Fitur Smart Indicator yang terdapat pada panel depan dispenser akan memberikan peringatan jika filter akan habis masa pakainya.

Kemampuan teknologi 2 in 1 Micro P-Clean dan Micro X-Clean Anti BPA dalam memfiltrasi mikroplastik dan zat berbahaya lainnya secara instan sudah melalui pengujian dengan lembaga independen terpercaya, yakni laboratorium SGS China.

“SGS adalah salah satu lembaga pengujian independen dan kredibel di dunia yang memiliki kantor pusat di Swiss. Dan dari hasil pengujian menunjukkan tingkat keefektifan yang sangat tinggi bahkan hampir sempurna pada produk filter dispenser air kami,” papar Franco.

Perawatan dispenser Philips juga sangat mudah. Pembersihan tangki rutin dapat dilakukan dengan cara menguras air dengan menyambungkan pipa yang ada di belakang dispenser. Pembersihan rutin juga disarankan dilakukan pada pipa stainless steel yang terdapat di bagian bawah dispenser.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati Tuduh Air di IKN Bercampur Bakteri E. coli, Basuki: Saya Seminggu di Sana Gak Apa-apa!

Megawati Tuduh Air di IKN Bercampur Bakteri E. coli, Basuki: Saya Seminggu di Sana Gak Apa-apa!

Bisnis | Jum'at, 23 Agustus 2024 | 18:05 WIB

Cara Perusahaan Air Minum RI Perkuat Produksi dari Hulu ke Hilir

Cara Perusahaan Air Minum RI Perkuat Produksi dari Hulu ke Hilir

Bisnis | Senin, 05 Agustus 2024 | 08:27 WIB

Viral Video Produk AMDK Ada Jentik Hitam, Pakar Ingatkan Potensi Pidana Apabila Ada Pencemaran Nama Baik

Viral Video Produk AMDK Ada Jentik Hitam, Pakar Ingatkan Potensi Pidana Apabila Ada Pencemaran Nama Baik

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2024 | 19:46 WIB

Terkini

Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik

Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:11 WIB

Emiten PPRO Keluarkan Strategi Gali Pendapatan Berulang di Kawasan Hunian

Emiten PPRO Keluarkan Strategi Gali Pendapatan Berulang di Kawasan Hunian

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:07 WIB

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB

OJK Izinkan Punya Utang di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Ini Aturan Barunya

OJK Izinkan Punya Utang di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Ini Aturan Barunya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:32 WIB

Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T

Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:29 WIB

Ternyata Masalah Ini yang Bikin Investor Ritel Boncos di Pasar Saham

Ternyata Masalah Ini yang Bikin Investor Ritel Boncos di Pasar Saham

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:21 WIB

Hemat Energi, Menhub Minta Kendaraan Kementerian Beralih ke Listrik

Hemat Energi, Menhub Minta Kendaraan Kementerian Beralih ke Listrik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:18 WIB

Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang

Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:12 WIB

Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen

Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:46 WIB

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:38 WIB