Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Platform Marketing AI Pertama di Indonesia, KOL.ID Siap Dukung Perkembangan Profesi KOL di Indonesia

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Sabtu, 07 September 2024 | 20:08 WIB
Platform Marketing AI Pertama di Indonesia, KOL.ID Siap Dukung Perkembangan Profesi KOL di Indonesia
Founder & Co-Founder KOL.ID di Jakarta. (Dok: KOL.ID)

Suara.com - Profesi Key Opinion Leaders atau akrab disebut KOL saat ini sudah tak bisa dibendung lagi perkembangannya. Bagaimana tidak, sekarang KOL sudah menjadi salah satu bagian penting dari strategi pemasaran digital di seluruh dunia.

Sejalan dengan profesi KOL yang semakin menjamur, berbagai platform untuk mendukung profesi KOL juga ikut bertumbuh. Salah satu platform yang berada di garis terdepan dan menarik perhatian publik dalam hal ini ialah KOL.ID.

Platform Marketing Berbasis AI

Tak sama seperti platform digital marketing lainnya, KOL.ID hadir dengan membawa angin segar di dunia digital marketing. Hal ini karena KOL.ID merupakan platform marketing pertama di Indonesia yang hadir dengan teknologi AI. Bukan tanpa alasan, kehadiran teknologi AI dalam platform ini ditujukan untuk mempermudah dan mendukung perkembangan profesi KOL di Indonesia.

Tak sembarangan, sebelum diluncurkan platform marketing yang satu ini juga sudah melalui tahap uji coba berkali-kali. Tujuannya, tentu saja untuk memastikan KOL.ID sudah benar-benar bisa digunakan dan bermanfaat bagi para KOL. Setelah perjalanan panjang, KOL.ID akhirnya resmi diperkenalkan ke hadapan publik pada bulan Juni lalu.

Tawarkan Kemudahan untuk KOL

Dalam rangka mendukung perkembangan KOL di Indonesia, KOL.ID menawarkan berbagai kemudahan yang bisa dinikmati. Salah satu yang paling menonjol adalah kemudahan yang ditawarkan dalam hal pembuatan rate card. Bersama platform marketing yang canggih ini, KOL tidak perlu pusing-pusing lagi karena harus membuat rate card secara manual. Hal ini karena KOL.ID menawarkan jasa pembuatan rate card secara otomatis dengan bantuan teknologi AI.

Tak perlu khawatir dengan kebenaran rate card yang dibuat karena dalam prosesnya KOL.ID menggunakan data real time dari berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan juga Youtube. Data real time ini memastikan segala sesuatu yang ada di dalam rate card sudah 99,9% akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Teknologi KOL.ID menawarkan solusi revolusioner untuk membuat rate card bagi Key Opinion Leaders. Platform kami mengintegrasikan data real time dari platform media sosial populer seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Hal ini menghilangkan bias dalam memasukkan metrik media sosial secara manual. Selain itu, para influencer dapat dengan

baca juga

mudah berbagi rate card terbaru mereka kepada brand dan klien yang tertarik", jelas Chief Marketing Officer KOL.ID, Fivyola Hendra, pada acara perilisan KOL.ID, Kamis (5/6/2024).

Semua Orang Bisa Jadi KOL Bersama KOL.ID

Research jumlah KOL di dunia, Data KOL.ID.
Research jumlah KOL di dunia, Data KOL.ID.

Tak hanya hadir untuk membantu KOL dalam masalah teknis seperti membuat rate card, KOL.ID juga hadir untuk membantu siapa saja yang berminat terjun ke profesi ini. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya program pelatihan atau kelas untuk menjadi KOL sukses. Bukan sekedar pelatihan biasa, pada kelas ini peserta akan dilatih langsung oleh KOL atau content creator ternama.

Hadirnya kelas menjadi KOL, membuktikan komitmen KOL.ID untuk mendukung perkembangan profesi KOL di Indonesia. Melalui kelas ini diharapkan akan semakin banyak bibit-bibit KOL sukses yang nantinya berhasil memberikan dampak signifikan untuk perkembangan digital marketing baik di dalam atau luar negeri sekalipun.

Pertumbuhan KOL sebagai Profesi yang Menjanjikan

Kehadiran platform KOL.ID juga menjadi salah satu pertanda bahwa saat ini KOL sudah bertransformasi menjadi salah satu jenis profesi yang menjanjikan. Bukan omong kosong belaka, ini dibuktikan dari data yang menunjukan bahwa saat ini di Indonesia terdapat kurang lebih 1,1 juta KOL. Angka yang sudah sangat besar tersebut diyakini akan semakin membesar, seiring dengan proses digitalisasi yang tak ada habisnya.

Peningkatan profesi KOL ini juga tak hanya terjadi di Indonesia, di negara maju lainnya KOL juga memegang perananan penting dalam strategi pemasaran digital. Hal ini menunjukan bahwa masa depan KOL tidak terbatas di dalam negeri saja. Oleh karena itu, penting sekali bagi para KOL untuk terus mengembangkan potensi diri dan mencari platform yang bisa memaksimalkan pekerjaan seperti KOL.ID.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Cari Rekomendasi Tempat Hangout di Sekitar Kamu? Tanya Sabrina Aja!

Mau Cari Rekomendasi Tempat Hangout di Sekitar Kamu? Tanya Sabrina Aja!

Bisnis | Sabtu, 07 September 2024 | 18:52 WIB

PLN Terus Kembangkan Hidrogen Untuk Energi Baru Masa Depan

PLN Terus Kembangkan Hidrogen Untuk Energi Baru Masa Depan

News | Sabtu, 07 September 2024 | 19:15 WIB

3 Hari Pameran di Tokyo Produk Handicraft Nasabah PNM Ludes Diserbu Pengunjung

3 Hari Pameran di Tokyo Produk Handicraft Nasabah PNM Ludes Diserbu Pengunjung

Bisnis | Sabtu, 07 September 2024 | 15:47 WIB

Harpelnas 2024, Momentum BPJS Ketenagakerjaan Kunjungi Stakeholders dan Gencarkan Layanan Digital

Harpelnas 2024, Momentum BPJS Ketenagakerjaan Kunjungi Stakeholders dan Gencarkan Layanan Digital

Bisnis | Sabtu, 07 September 2024 | 10:57 WIB

LPDB-KUMKM dan Pemprov Kerja Sama Optimalkan Program Inkubator Wirausaha di Sumsel

LPDB-KUMKM dan Pemprov Kerja Sama Optimalkan Program Inkubator Wirausaha di Sumsel

Bisnis | Jum'at, 06 September 2024 | 20:54 WIB

Sukses Menggelar TransTRACK Tecknology Summit, TransTRACK Siap Ekspansi di Berbagai Negara

Sukses Menggelar TransTRACK Tecknology Summit, TransTRACK Siap Ekspansi di Berbagai Negara

Bisnis | Kamis, 05 September 2024 | 21:42 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×