Nggak Asal-asalan, Pupuk Indonesia Pakai Data Kelompok Tani Salurkan Pupuk

Achmad Fauzi

Jum'at, 13 September 2024 | 16:24 WIB
Nggak Asal-asalan, Pupuk Indonesia Pakai Data Kelompok Tani Salurkan Pupuk
PT Pupuk Indonesia (Persero) mengimbau kepada seluruh petani agar mewaspadai peredaran pupuk tiruan menjelang musim tanam.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyebut penyaluran pupuk tidak asal-asalan kepada seluruh petani. Perseroan menggunakan data kelompok petani agar penyaluran pupuk bisa tepat sasaran.

"Jadi tidak semua sembarangan, harus ada pertanggungjawabannya kan sehingga jelas datanya," ujar Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh yang dikutip Jumat (13/9/2024).

Selain tepat sasaran, bilang Tri, Pupuk Indonesia juga mengajarkan petani soal penggunaan pupuk yang tepat. Sehingga, hasil pertanian para petani bisa lebih optimal.

"Karena kami membina edukasi pada petani. Jangan sembarangan memupuk, ya. Kita ada prosesnya farming. Kapan memupuknya, kebutuhannya seperti apa. Karena kami siapin mobil uji tanah. Jadi nggak sembarangan kita," ucap dia.

Dalam kesempatan ini, Tri menuturkan, perusahaan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta bekerja sama dalam meningkatkan produktivitas urban farming di Jakarta.

Hal ini ditandai dalam program penyaluran pupuk dan benih tanaman pangan kepada kelompok Tani Muda Berdaya Jakarta Selatan di Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Kami memberikan bantuan CSR sebanyak enam ton Urea dan enam ton NPK untuk 31 kelompok tani di Jakarta," ujar Tri.

Tri menilai urban farming memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia juga memberikan bantuan mobil uji tanah untuk meningkatkan produktivitas urban farming di Jakarta.

"Alhamdulillah tanah di sini cukup bagus, pH-nya normal antara enam hingga tujuh. Yang menjadi persoalan di sini adalah defisit nitrogen, N-nya kurang sehingga kami bisa memberikan pupuk urea, tapi unsur phospat dan kaliumnya di sini cukup bagus. Kami edukasi juga jangan sembarangan memupuk dan kami siapkan mobil uji tanah," ucap Tri.

baca juga

Tri tak menutup kemungkinan Pupuk Indonesia memperluas dukungan urban farming di banyak perkotaan Indonesia dengan menggandeng seluruh kantor Kejaksaan Tinggi lain. Tri menilai dukungan Kejaksaan Tinggi sangat penting dalam menjaga transparansi dan juga pendampingan dari sisi hukum terhadap program tersebut.

"Kita tidak akan berhenti di sini. Pemerintah daerah lain yang punya lahan kosong juga kita bisa manfaatkan untuk urban farming," lanjut Tri.

Tri menyampaikan Pupuk Indonesia juga telah menyalurkan 4,7 juta ton pupuk bersubsi secara nasional untuk mendukung proses musim tanam. Tri mengatakan hal ini bentuk komitmen Pupuk Indonesia dalam menjalankan penugasan pemerintahan untuk kebutuhan pupuk.

"Kami juga punya program Makmur arahan Pak Menteri BUMN Erick Thohir yang sudah hampir 500 ribu hektare dan ditargetkan mencapai 1 juta hektare pada tahun depan," pungkas Tri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencapaian Rendemen Harian Tertinggi PG Krebet Baru Menuju 10% Akan Sejahterakan Petani

Pencapaian Rendemen Harian Tertinggi PG Krebet Baru Menuju 10% Akan Sejahterakan Petani

Bisnis | Selasa, 10 September 2024 | 17:21 WIB

BUMN Pupuk RI Pamer Bantu Timor Leste Luncurkan Beras Nasional Perdana

BUMN Pupuk RI Pamer Bantu Timor Leste Luncurkan Beras Nasional Perdana

Bisnis | Senin, 09 September 2024 | 16:50 WIB

Berdayakan Petani, Bank Mandiri Hadirkan Fasilitas Pengolahan Beras di Bali

Berdayakan Petani, Bank Mandiri Hadirkan Fasilitas Pengolahan Beras di Bali

Bisnis | Minggu, 01 September 2024 | 08:06 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×