Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Sektor Properti Menggeliat, Emiten MEJA Optimis Raih Peningkatan Kinerja di Semester II

Achmad Fauzi

Rabu, 25 September 2024 | 12:13 WIB
Sektor Properti Menggeliat, Emiten MEJA Optimis Raih Peningkatan Kinerja di Semester II
Ilustrasi Desain Interior

Suara.com - PT Harta Djaya Karya Tbk. (MEJA) emiten dalam industri desain dan konstruksi interior optimis bisa meraih peningkatan kinerja di Semester II-2024.

Hal ini setelah, data BPS mencatatkan sektor properti komersial di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pulihnya aktivitas bisnis, khususnya permintaan akan ruang kantor yang modern dan fungsional, menjadi katalis utama bagi kenaikan pendapatan Perseroan.

Kebutuhan perusahaan akan ruang kantor yang fungsional dan nyaman kembali meningkat seiring dengan pulihnya aktivitas bisnis di berbagai sektor.

Perseroan melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat portofolionya di bidang komersial, sekaligus merespons tren pasar dengan menawarkan solusi desain yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan era baru pasca pemilihan umum.

Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto mengatakan, pemulihan ekonomi dan meningkatnya aktivitas bisnis di berbagai kota besar telah menggerakkan permintaan baru untuk layanan desain dan konstruksi interior kantor.

"Ini menjadi kesempatan besar bagi kami untuk mendorong pertumbuhan pendapatan di semester kedua 2024. Dengan proyek-proyek baru dan renovasi ruang kantor, kami yakin kinerja Perseroan akan semakin solid," ujarnya yang dikutip Rabu (25/9/2024).

Dengan tren ini, perseroan telah mencatat peningkatan pemesanan desain interior untuk proyek ruang kantor dibandingkan dengan semester pertama tahun 2024.

Permintaan yang tinggi ini sejalan dengan laporan Indonesia Property Watch (IPW) yang menunjukkan bahwa kebutuhan ruang kantor di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung diproyeksikan akan tumbuh hingga 12 persen pada akhir tahun 2024.

baca juga

Pada Semester pertama 2024, Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 37 persen dalam 6 bulan terakhir, jika dibandingkan dengan periode 7 bulan pertama di tahun 2023.

Richie juga menyampaikan bahwa dengan strategi ekspansi Perseroan ini guna mendorong pertumbuhan kinerja Perseroan.

"Untuk tahun 2024, Perseroan menargetkan adanya pertumbuhan pendapatan. Kami menargetkan pendapatan sebesar Rp 65 Miliar pada tahun ini," pungkas Richie

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minat Investor Indonesia Melonjak di Pasar Properti Australia

Minat Investor Indonesia Melonjak di Pasar Properti Australia

Bisnis | Selasa, 24 September 2024 | 16:14 WIB

Lini Bisnis Niaga dan Transmisi Gas Dongkrak 73% Pendapatan PGAS

Lini Bisnis Niaga dan Transmisi Gas Dongkrak 73% Pendapatan PGAS

Bisnis | Selasa, 17 September 2024 | 13:23 WIB

Dongkrak Kinerja Penjualan, Emiten SMGR Masifkan Ekosistem Digital

Dongkrak Kinerja Penjualan, Emiten SMGR Masifkan Ekosistem Digital

Bisnis | Selasa, 17 September 2024 | 07:16 WIB

Terkini

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:44 WIB

Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG

Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:25 WIB

Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya

Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:40 WIB

Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul

Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:02 WIB

Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?

Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:49 WIB

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:42 WIB

IHSG Terkoreksi di Tengah Isu Turun Kelas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi

IHSG Terkoreksi di Tengah Isu Turun Kelas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:32 WIB

Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 117,8 pada Juni 2026, BI: Masyarakat Masih Optimistis

Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 117,8 pada Juni 2026, BI: Masyarakat Masih Optimistis

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:17 WIB

IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut

IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 06:57 WIB

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

×