Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Chandra Asri Akuisisi Shell Energy dan Chemicals Park

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 04 Oktober 2024 | 18:26 WIB
Chandra Asri Akuisisi Shell Energy dan Chemicals Park
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk secara resmi telah mengubah nama Perseroan menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) dengan kode saham TPIA.

Suara.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) memetakan potensi kontribusi untuk kepentingan nasional melalui kemitraannya dengan Glencore plc melalui akuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura.

Chandra Asri Group dan Glencore telah menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan Shell Singapore Pte. Ltd. untuk mengakuisisi seluruh kepemilikannya di SECP, yang masih menunggu persetujuan regulasi yang diharapkan selesai pada akhir tahun 2024.

Direktur Utama & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menyatakan bahwa setiap keputusan bisnis yang diambil oleh Perusahaan bertujuan untuk memberikan manfaat bagi Indonesia.

"Chandra Asri Group berkomitmen untuk menjadi mitra pertumbuhan bagi Indonesia. Langkah strategis untuk mengakuisisi aset SECP merupakan salah satu kontribusi kami terhadap pengembangan industri lokal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, akuisisi ini sejalan dengan strategi pertumbuhan Chandra Asri Group untuk menuju global, memperluas bisnis kami di sektor energi, kimia, dan infrastruktur tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri," ujarnya ditulis Jumat (4/10/2024).

Aksi korporasi ini bertujuan untuk mendukung Indonesia dalam meningkatkan ketahanan energi dan memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk produk kimia. Melalui SECP, yang merupakan salah satu kilang minyak dan pusat perdagangan terbesar di dunia, Chandra Asri Group akan menyediakan produk petroleum, termasuk bensin, bahan bakar jet, gas oil, dan bitumen untuk mendukung berbagai industri di Indonesia.

Selain itu, Chandra Asri Group akan membantu mengisi kekurangan pasokan produk kimia, seperti MEG, polyol, serta ethylene, propylene, dan styrene monomers, untuk mendukung proses manufaktur di negara ini. Hal ini akan memastikan bahwa pasokan energi negara tetap terjamin serta mengurangi ketergantungan pada entitas asing.

“Akuisisi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Hasil usaha yang didapatkan dari SECP akan direpatriasi dan diinvestasikan kembali untuk pembangunan industri dalam negeri, yang akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan pajak nasional, baik dari pajak perusahaan maupun pajak individu,” jelas Erwin.

”Selain itu, ekspansi ini akan menciptakan peluang kerja baru di dalam negeri karena sebuah perusahaan baru akan didirikan untuk mengelola operasional pendukung SECP. Operasional ini akan menyederhanakan proses, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor. Dengan fokus pada keunggulan operasional dan inovasi, perusahaan baru ini akan memperkuat rantai nilai, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.” kata Erwin.

Ekspansi Chandra Asri Group di kawasan ASEAN juga sangat penting untuk meningkatkan efisiensi ekonomi. Dengan proyeksi Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 4,5% pada tahun 2024 dan PDB Gabungan yang diperkirakan mencapai sekitar USD4,5 triliun pada tahun 2030, ASEAN menawarkan peluang signifikan bagi bisnis Indonesia.

Tingkat pertumbuhan ini menunjukkan pasar yang kuat dan dinamis di mana perusahaan Indonesia dapat membangun kehadiran yang lebih kuat. Dengan memanfaatkan kemitraan strategis, berinvestasi dalam praktik inovatif, dan meningkatkan kemampuan operasional, Chandra Asri Group dapat secara efektif memanfaatkan pasar yang beragam di dalam ASEAN.

Ekspansi ini akan berkontribusi pada pengembangan ekonomi Indonesia secara keseluruhan, memungkinkan Chandra Asri Group untuk bersaing lebih efektif di pasar global.

Selain aspek ekonomi, kemitraan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi dan berbagi pengetahuan melalui pertukaran praktik terbaik. SECP memiliki teknologi dan inovasi canggih, yang dikelola oleh profesional berpengalaman, yang akan memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi.

Sebaliknya, Chandra Asri Group, dengan pengalaman manufaktur lebih dari 32 tahun, dapat memberikan wawasan berharga dan keahlian operasional untuk memperkuat kedua belah pihak. Pertukaran praktik terbaik antara SECP dan Chandra Asri Group akan memungkinkan kedua perusahaan untuk mengoptimalkan proses dan kemampuan mereka.

Selain itu, kolaborasi dengan Glencore, salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di dunia, akan lebih mendorong inovasi, memastikan bahwa kemitraan ini tetap kompetitif di pasar global. Sinergi ini juga diharapkan dapat meningkatkan posisi Indonesia di panggung global, menunjukkan kemampuan negara kita dalam memimpin praktik industri terkini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MD Entertaiment Bakal Caplok 80% Saham Net TV Senilai Rp1,6 Triliun

MD Entertaiment Bakal Caplok 80% Saham Net TV Senilai Rp1,6 Triliun

Bisnis | Kamis, 29 Agustus 2024 | 11:50 WIB

Likuiditas Chandra Asri Group di Akhir Semester 1-2024 Capai 2,2 Miliar Dolar AS

Likuiditas Chandra Asri Group di Akhir Semester 1-2024 Capai 2,2 Miliar Dolar AS

Bisnis | Rabu, 31 Juli 2024 | 19:09 WIB

Chandra Asri Group Layani Kepelabuhan dan Penyimpanan Curah Cair Terpadu Melalui CPN

Chandra Asri Group Layani Kepelabuhan dan Penyimpanan Curah Cair Terpadu Melalui CPN

Bisnis | Minggu, 21 Juli 2024 | 12:13 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB