Bercita-cita Jadi Negara Superpower Ekonomi, Jokowi Bawa-bawa Target Prabowo

Selasa, 08 Oktober 2024 | 15:17 WIB
Bercita-cita Jadi Negara Superpower Ekonomi, Jokowi Bawa-bawa Target Prabowo
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan pengembangan hilirisasi dan digitalisasi menjadi kunci membawa ekonomi Indonesia masuk ke dalam jajaran tiga negara adikuasa.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan pengembangan hilirisasi dan digitalisasi menjadi kunci membawa ekonomi Indonesia masuk ke dalam jajaran tiga negara adikuasa (superpower) ekonomi di kawasan Asia.

Presiden Jokowi saat membuka acara BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (8/10/2024) mengatakan bahwa dunia kini telah memasuki abad Asia, dengan pergeseran kekuatan ekonomi dari barat menuju timur.

"Sekarang, telah masuk ke abad Asia, pergeseran dari barat menuju Asia growth, pertumbuhan ekonomi juga bergerak ke Asia. Diprediksi di Asia nanti ada tiga kekuatan ekonomi baru, superpower ekonomi tiga negara yang diperkirakan, India, China, dan Indonesia," katanya dikutip Antara.

Presiden Jokowi menekankan pentingnya Indonesia dalam peta ekonomi global di masa depan dengan memperkuat posisi dan daya saing di tingkat internasional di tengah tantangan global, di antaranya pelambatan ekonomi.

"Perlambatan ekonomi global yang diperkirakan masih di angka 2,7-2,8 persen, rata-rata. Patut kita syukuri Indonesia masih tumbuh di atas 5 persen," katanya.

Selain itu, kata Jokowi, pelambatan ekonomi global juga turut dipengaruhi tensi geopolitik perang Ukraina-Rusia, Israel-Palestina, Israel-Libanon, serta Israel-Iran.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menyinggung dampak perubahan iklim yang perlu antisipasi dengan meningkatkan produktivitas Incremental Capital-Output Ratio/ICOR) demi mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang kini bergerak stabil di atas 5 persen pada kuartal kedua 2024 dengan pertumbuhan 5,08 persen.

Ia juga menyampaikan keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan inflasi di kisaran 2-3 persen, yang dianggap sebagai modal penting bagi ekonomi.

Jokowi menyampaikan keyakinan konsumen yang tetap optimis, tercermin dari angka 124,4, serta peningkatan spending index yang signifikan dari 143,8 di kuartal ketiga 2023 menjadi 234,8 di kuartal ketiga 2024.

Baca Juga: Jokowi Buka Peluang Tak Hadir Di Pelantikan Prabowo Sebagai Presiden, Mensesneg Bilang Begini

Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan harapannya untuk meningkatkan GDP per kapita, yang saat ini mencapai 5.060 dolar AS setahun, menjadi di atas 7.000 dolar setahun dalam 5 tahun ke depan dan di atas 9.000 dolar setahun dalam 10 tahun ke depan.

Ia menekankan bahwa menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen atau mencapai target 8 persen, sebagaimana disampaikan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto, adalah langkah kunci untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

Presiden Jokowi menekankan pentingnya digitalisasi, terutama kebutuhan mendesak akan data center dan data analytic, terutama di sektor perbankan untuk mendukung kemajuan ekonomi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI