Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

AI: Senjata Makan Tuan Bagi Pekerja?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 09 Oktober 2024 | 17:29 WIB
AI: Senjata Makan Tuan Bagi Pekerja?
Acara Ruang Gagasan yang diselenggarakan Core Indonesia dan Suara.com bertajuk "Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Media Konten Kepentingan Publik di Indonesia" di Kantor Core Indonesia, Jakarta, Rabu (9/10/2024). (Foto Fadil-Suara.Com)

Suara.com - Majunya perkembangan teknologi yang begitu pesat pada abad ini telah membuat pekerjaan manusia makin mudah dan simpel, salah satu penemuan besar yang paling menyita perhatian dunia adalah dengan kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kehadiran AI diklaim membuat pekerjaan manusia makin kreatif dan inovatif tapi disisi lain juga membawa ancaman nyata bagi pekerja itu sendiri.

Lantas apakah kehadiran AI ibarat senjata makan tuan bagi pekerja?

Marie Diena dari Serikat Sindikasi mengungkapkan bahwa perkembangan pesat AI semakin mengkhawatirkan para pekerja meskipun para pekerja harus mau tak mau menerima kondisi yang ada. 

"Ini yang harusnya kita pikirkan. Bukan hanya kehadiran AI ini membantu tapi juga harus memberikan perlindungan bagi para pekerja," kata Diena dalam acara Ruang Gagasan yang diselenggarakan Core Indonesia dan Suara.com bertajuk "Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Media Konten Kepentingan Publik di Indonesia" di Kantor Core Indonesia, Jakarta, Rabu (9/10/2024).

Untuk itu kata dia kehadiran AI menuntut para pekerja untuk terus mengembangkan keterampilan mereka. Keterampilan yang sebelumnya dianggap penting, kini mungkin sudah tidak relevan. Pekerja perlu beradaptasi dengan cepat agar tidak tertinggal dan kehilangan pekerjaan akibat AI.

"Kita harus menerima ini (AI) teknologinya sudah ada, kita tidak harus berpikir bahwa AI harus menggantikan pekerjaan kita. Tapi justru menjalin kerjasama," katanya.

Dirinya juga meminta agar pemerintah memberikan aturan yang jelas terkait dengan perkembangan AI, sehingga tidak ada benturan nyata antara pekerja dan AI itu sendiri. 

"Pemerintah harus melakukan perlindungan bagi para pekerja tidak hanya melihat potensi AI membawa investasi saja. Tetapi juga harus memberikan perlindungan bagi pekerja," katanya.

Sementara itu Dimas Sagita, Head of Digital Revenue Suara.com menambahkan bahwa kehadiran AI sebetulnya sangat membantu pekerjaan manusia tapi jangan terlalu bergantung pada teknologi ini.

Acara Ruang Gagasan yang diselenggarakan Core Indonesia dan Suara.com bertajuk "Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Media Konten Kepentingan Publik di Indonesia" di Kantor Core Indonesia, Jakarta, Rabu (9/10/2024). (Foto Fadil-Suara.Com)
Acara Ruang Gagasan yang diselenggarakan Core Indonesia dan Suara.com bertajuk "Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Media Konten Kepentingan Publik di Indonesia" di Kantor Core Indonesia, Jakarta, Rabu (9/10/2024). (Foto Fadil-Suara.Com)

"Jadikan AI sebagai alat bantu pekerjaan agar lebih mudah dan efisien, tapi ingat jangan menggantungkan pekerjaan pada AI," kata Dimas.

"Kalau itu yang terjadi lama-lama pekerjaan kita bakal digantikan dengan AI," tambahnya. 

Selain itu lanjut Dimas, kehadiran AI bertujuan agar pekerjaan manusia lebih jelas dan terarah agar hasil menjadi lebih optimal.

Meski memberikan kemudahan dalam bekerja, dirinya meminta agar pengguna AI juga harus berhati-hati terutama soal penggunaan data, dimana kata dia semakin sering pengguna menguplod data apalagi yang sifatnya pribadi akan semakin besar potensi pencurian data.

"Jangan menguplod data kita sendiri terlalu banyak dan detail, karena mereka (AI) akan menganalisis dan membaca tentang diri kita," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawat! PHK di Indonesia Tembus 52 Ribu, Jakarta Terparah

Gawat! PHK di Indonesia Tembus 52 Ribu, Jakarta Terparah

Foto | Rabu, 09 Oktober 2024 | 17:25 WIB

Vivo X200 Ungkap Kekuatan Dimensity 9400: GPU Lebih Cepat, AI Canggih, Gaming Makin Seru

Vivo X200 Ungkap Kekuatan Dimensity 9400: GPU Lebih Cepat, AI Canggih, Gaming Makin Seru

Tekno | Rabu, 09 Oktober 2024 | 14:17 WIB

NeutraDC Perkuat Posisi sebagai AI Enabler dan Penyedia Layanan Data Center Terkemuka

NeutraDC Perkuat Posisi sebagai AI Enabler dan Penyedia Layanan Data Center Terkemuka

News | Rabu, 09 Oktober 2024 | 13:19 WIB

Terkini

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB