Bank Ina Milik Konglomerat Salim Catat Kenaikan Kredit Macet Hampir 5%

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 13 November 2024 | 12:37 WIB
Bank Ina Milik Konglomerat Salim Catat Kenaikan Kredit Macet Hampir 5%
PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA), anak perusahaan dari konglomerat Salim Group, melaporkan peningkatan yang cukup signifikan pada rasio kredit bermasalah (NPL) hingga hampir mencapai ambang batas 5% yang ditetapkan oleh regulator.

Suara.com - PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA), anak perusahaan dari konglomerat Salim Group, melaporkan peningkatan yang cukup signifikan pada rasio kredit bermasalah (NPL) hingga hampir mencapai ambang batas 5% yang ditetapkan oleh regulator.

Kenaikan NPL ini menjadi sorotan mengingat kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian.

Peningkatan NPL di Bank Ina ini sejalan dengan tren kenaikan NPL yang terjadi di beberapa bank milik konglomerat lainnya.

Berdasarkan laporan keuangan Bank Ina hingga kuartal III 2024 yang dilihat Rabu (13/11/2024) lonjakan kredit macet telah mencapai 247 bps menjadi 4,46% dari sebelumnya 1,99% pada September 2023. Kemudian, NPL net juga meningkat 245 bps menjadi 3% dari sebelumnya 0,55%.

Kondisi ini membuat laba perseroan turun 35% menjadi sebesar Rp110,23 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp170,49 miliar.

Penurunan ini menyebabkan laba per saham dasar dan dilusian turun dari Rp27,89 menjadi Rp17,97.

Sementara pendapatan bunga bersih Bank Ina juga tercatat menurun menjadi Rp535,96 miliar dari raihan Rp541,84 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan bunga meningkat 13,6% menjadi Rp1,42 triliun dibandingkan Rp1,25 triliun tahun lalu, namun beban bunga yang juga naik signifikan menjadi Rp886,36 miliar dari Rp717,81 miliar berkontribusi pada penurunan pendapatan bunga bersih.

Total pendapatan operasional lainnya turun menjadi Rp34,02 miliar dari Rp46,37 miliar. Rincian pendapatan ini meliputi keuntungan dari penjualan efek-efek dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan laba rugi bersih, yang menurun menjadi Rp9,46 miliar dari Rp22,85 miliar tahun sebelumnya.

Dari sisi intermediasi, Bank Ina telah menyalurkan kredit sebesar Rp13,25 triliun, naik 7,63% yoy dari sebelumnya Rp12,31 triliun. Meski demikian, aset bank tersebut turun 4,75% yoy menjadi Rp22,44 triliun dari sebelumnya Rp23,56 triliun.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi BNI "Nyangkut" Rp374 Miliar karena Beri Utang ke Sritex

Kronologi BNI "Nyangkut" Rp374 Miliar karena Beri Utang ke Sritex

Bisnis | Selasa, 12 November 2024 | 19:57 WIB

Gelombang PHK Sritex Akan Terus Berlanjut Hingga 2025

Gelombang PHK Sritex Akan Terus Berlanjut Hingga 2025

Bisnis | Selasa, 12 November 2024 | 11:39 WIB

ABMM Pertahankan Peringkat Kredit B1 dengan Stable Outlook dari Moodys Ratings

ABMM Pertahankan Peringkat Kredit B1 dengan Stable Outlook dari Moodys Ratings

Bisnis | Senin, 11 November 2024 | 20:22 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×