Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Ketua Kadin Beberkan Dampak Nyata Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Inggris

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 12 Desember 2024 | 17:09 WIB
Ketua Kadin Beberkan Dampak Nyata Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Inggris
Profil Anindya Bakrie (Instagram/@anindyabakrie)

Suara.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie membeberkan kerja sama antara Indonesia dengan Inggris selama 75 tahun memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian.

Ia menyebut hubungan bilateral ini tidak hanya berkontribusi pada investasi besar, tetapi juga mendukung transisi energi, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan hubungan antar masyarakat kedua negara.

"Kerja sama ini tidak hanya besar dari sisi nominal, seperti investasi BP senilai USD 7,1 miliar, tetapi juga menunjukkan pengakuan terhadap upaya transisi energi Indonesia, termasuk dalam pengembangan carbon storage dan LNG," ujar Anindya seperti dikutip, Kamis (12/12/2024).

Anindya melihat hubungan ini sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas akses ke pasar Eropa, sembari membuka jalan bagi Inggris menuju ASEAN.

"Indonesia adalah ekonomi terbesar dan populasi terbesar di ASEAN, sehingga menjadi pintu masuk strategis bagi Inggris dan negara Eropa lainnya," imbuh dia,

Ia juga menyoroti pentingnya tiga pilar kerja sama antara kedua negara, yakni hubungan antar pemerintah, kemitraan bisnis, dan kolaborasi antar masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, Inggris menjadi destinasi utama penerima beasiswa LPDP, yang berperan besar dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Dengan fokus pada energi hijau, transportasi berkelanjutan, dan sinergitas lintas sektor, Anindya optimistis kerja sama ini akan terus melahirkan dampak positif.

"Inggris terkenal dengan pendanaannya, seperti London Stock Exchange, dan teknologi energi terbarukannya, terutama angin, hidro, dan tenaga surya," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anindya Bakrie menerima penghargaan “Prosperity” dari Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam mempererat hubungan ekonomi, sosial, dan budaya antara Inggris dan Indonesia.

"Selama lima tahun terakhir, kami aktif dalam bisnis energi terbarukan dan kendaraan listrik. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya bersama membangun masa depan yang lebih sejahtera untuk kedua negara," kata Anindya.

Dengan total ekonomi ASEAN yang mencapai 4 triliun dolar AS dan Uni Eropa sebesar 7 triliun dolar AS, Anindya melihat potensi besar untuk memperkuat hubungan kedua blok ekonomi melalui kerja sama bilateral.

"Kolaborasi ini adalah bentuk simbiosis mutualisme yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin: Kebijakan Soal Rokok Perlu Pertimbangkan Dampak Ekonomi

Kemenperin: Kebijakan Soal Rokok Perlu Pertimbangkan Dampak Ekonomi

Bisnis | Rabu, 11 Desember 2024 | 08:54 WIB

Pengusaha Kompak, Minta PPN 12 Persen Ditunda: Sekarang Kondisinya Berbeda

Pengusaha Kompak, Minta PPN 12 Persen Ditunda: Sekarang Kondisinya Berbeda

Bisnis | Jum'at, 29 November 2024 | 15:05 WIB

KADIN: Kebijakan Pengupahan Harus Berorientasi Pada Pertumbuhan Ekonomi

KADIN: Kebijakan Pengupahan Harus Berorientasi Pada Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Senin, 25 November 2024 | 20:44 WIB

Terkini

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB