Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Pengusaha Sebut Investasi Industri Petrokimia Masih Terganjal Regulasi

Achmad Fauzi

Jum'at, 20 Desember 2024 | 08:45 WIB
Pengusaha Sebut Investasi Industri Petrokimia Masih Terganjal Regulasi
Ilustrasi Perusahaan Manufaktur

Suara.com - Industri petrokimia memainkan peran vital dalam mendukung sektor hulu manufaktur Indonesia. Meski memiliki peran strategis, sejumlah pelaku usaha menganggap ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mendorong pertumbuhan sektor ini.

Ketua Komisi Tetap Industri Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Achmad Widjaja, menyoroti bahwa peran swasta sangat penting dalam pengembangan industri hulu. Namun, ia mengungkapkan bahwa investasi di sektor ini sering kali terganjal oleh regulasi yang kurang mendukung.

"Seperti Lotte kan sampai makan waktu berapa tahun itu. Hal ini menjadi koreksi pemerintah," ujar Achmad seperti dikutip Jumat (19/12/2024).

Dia menekankan pentingnya pemerintah memberikan insentif berupa tax holiday panjang, mengingat investasi di industri petrokimia membutuhkan modal besar dan waktu pembangunan pabrik yang panjang, minimal tiga tahun.

"Nah itu harus dibebasin pajak lah yang paling penting. Investasi tax holiday-nya 20 tahun. Kalau nggak kan nggak bisa orang investasi. 20 tahun minimum seperti di Vietnam. Kita kalah sama Vietnam sama Malaysia karena memang mereka kasih minimum 20 tahun," kata dia.

Achmad juga menilai bahwa investasi besar di industri petrokimia dapat membantu Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, sebagaimana menjadi cita-cita Presiden Prabowo Subianto. Namun, hal itu hanya dapat dicapai jika pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Untuk mencapai 8 persen caranya cuma satu. 5 persen itu kan sudah diberikan secara cuma-cuma sejak covid tidak pernah turun, yaitu kontribusi industri primer, tambang dan lain-lain. 3% itu pemerintah cukup menjaga iklim pengolahan industri," kata Achmad.

Dalam konteks pengelolaan bahan baku utama, ia menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Pertamina, untuk menjalankan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) secara terintegrasi.

Sementara itu, Ketua Komisi Tetap Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kadin Indonesia, Hari Supriyadi, menyoroti perlunya kontrak gas jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan investasi.

"Dan kita kontraknya itu jangan pendek-pendek. Gimana kita bisa hilirisasi, gimana kita bisa ekspansi? Kontrak gas itu cuma lima tahun, nggak bisa. Karena industri petrochemical kan hidupnya harus 20 tahun, investasinya triliunan," beber Hari.

Ia juga menyoroti ketimpangan penerapan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar USD 6 per MMBTU yang belum merata.

"Harusnya semuanya kami udah dapat rekomendasi dari perindustrian tapi di ESDM tidak dieksekusi. Ada ratusan perusahaan yang sudah direkomendasikan tapi tidak dapat, meskipun masuk 7 sektor, tapi nggak bisa dieksekusi ESDM," tambahnya.

Menurut Hari, jika industri petrokimia dapat berjalan optimal, maka dampaknya akan dirasakan pada penyerapan tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung melalui rantai pasok.

Menanggapi berbagai persoalan ini, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Wiwik Pudjiastuti, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan strategi yang kondusif, termasuk melalui pematangan instrumen neraca komoditas untuk memantau produk impor.

"Untuk penguatan struktur industri, yang perlu memang untuk penguatan salah satunya adalah melakukan integrasi industri hulu dan hilir," kata Wiwik.

Berdasarkan data Kemenperin, kapasitas produksi nasional untuk produk olefin mencapai 9,72 juta ton, aromatik 4,61 juta ton, dan metanol serta turunannya sebesar 980.000 ton. Upaya penguatan rantai pasok menjadi tantangan utama yang harus diatasi untuk meningkatkan daya saing industri petrokimia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Perlu Kebijakan yang Rasional dan Proporsional Terhadap Industri Tembakau Alternatif

RI Perlu Kebijakan yang Rasional dan Proporsional Terhadap Industri Tembakau Alternatif

Bisnis | Jum'at, 20 Desember 2024 | 08:12 WIB

Peran Krusial Ibu dalam Menjamin Masa Depan Finansial Keluarga

Peran Krusial Ibu dalam Menjamin Masa Depan Finansial Keluarga

Bisnis | Kamis, 19 Desember 2024 | 11:42 WIB

Pengusaha Industri Pelayaran Curhat Dapat Pajak Ganda dari Pemerintah

Pengusaha Industri Pelayaran Curhat Dapat Pajak Ganda dari Pemerintah

Bisnis | Kamis, 19 Desember 2024 | 08:01 WIB

Terkini

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:30 WIB

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:19 WIB

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:06 WIB

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:03 WIB

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:52 WIB

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:47 WIB

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:42 WIB

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:35 WIB

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:16 WIB

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:00 WIB