Pengusaha Sebut Investasi Industri Petrokimia Masih Terganjal Regulasi

Achmad Fauzi

Jum'at, 20 Desember 2024 | 08:45 WIB
Pengusaha Sebut Investasi Industri Petrokimia Masih Terganjal Regulasi
Ilustrasi Perusahaan Manufaktur

Suara.com - Industri petrokimia memainkan peran vital dalam mendukung sektor hulu manufaktur Indonesia. Meski memiliki peran strategis, sejumlah pelaku usaha menganggap ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mendorong pertumbuhan sektor ini.

Ketua Komisi Tetap Industri Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Achmad Widjaja, menyoroti bahwa peran swasta sangat penting dalam pengembangan industri hulu. Namun, ia mengungkapkan bahwa investasi di sektor ini sering kali terganjal oleh regulasi yang kurang mendukung.

"Seperti Lotte kan sampai makan waktu berapa tahun itu. Hal ini menjadi koreksi pemerintah," ujar Achmad seperti dikutip Jumat (19/12/2024).

Dia menekankan pentingnya pemerintah memberikan insentif berupa tax holiday panjang, mengingat investasi di industri petrokimia membutuhkan modal besar dan waktu pembangunan pabrik yang panjang, minimal tiga tahun.

"Nah itu harus dibebasin pajak lah yang paling penting. Investasi tax holiday-nya 20 tahun. Kalau nggak kan nggak bisa orang investasi. 20 tahun minimum seperti di Vietnam. Kita kalah sama Vietnam sama Malaysia karena memang mereka kasih minimum 20 tahun," kata dia.

Achmad juga menilai bahwa investasi besar di industri petrokimia dapat membantu Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, sebagaimana menjadi cita-cita Presiden Prabowo Subianto. Namun, hal itu hanya dapat dicapai jika pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Untuk mencapai 8 persen caranya cuma satu. 5 persen itu kan sudah diberikan secara cuma-cuma sejak covid tidak pernah turun, yaitu kontribusi industri primer, tambang dan lain-lain. 3% itu pemerintah cukup menjaga iklim pengolahan industri," kata Achmad.

Dalam konteks pengelolaan bahan baku utama, ia menekankan pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Pertamina, untuk menjalankan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) secara terintegrasi.

Sementara itu, Ketua Komisi Tetap Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kadin Indonesia, Hari Supriyadi, menyoroti perlunya kontrak gas jangka panjang untuk mendukung keberlanjutan investasi.

baca juga

"Dan kita kontraknya itu jangan pendek-pendek. Gimana kita bisa hilirisasi, gimana kita bisa ekspansi? Kontrak gas itu cuma lima tahun, nggak bisa. Karena industri petrochemical kan hidupnya harus 20 tahun, investasinya triliunan," beber Hari.

Ia juga menyoroti ketimpangan penerapan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar USD 6 per MMBTU yang belum merata.

"Harusnya semuanya kami udah dapat rekomendasi dari perindustrian tapi di ESDM tidak dieksekusi. Ada ratusan perusahaan yang sudah direkomendasikan tapi tidak dapat, meskipun masuk 7 sektor, tapi nggak bisa dieksekusi ESDM," tambahnya.

Menurut Hari, jika industri petrokimia dapat berjalan optimal, maka dampaknya akan dirasakan pada penyerapan tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung melalui rantai pasok.

Menanggapi berbagai persoalan ini, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Wiwik Pudjiastuti, menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan strategi yang kondusif, termasuk melalui pematangan instrumen neraca komoditas untuk memantau produk impor.

"Untuk penguatan struktur industri, yang perlu memang untuk penguatan salah satunya adalah melakukan integrasi industri hulu dan hilir," kata Wiwik.

Berdasarkan data Kemenperin, kapasitas produksi nasional untuk produk olefin mencapai 9,72 juta ton, aromatik 4,61 juta ton, dan metanol serta turunannya sebesar 980.000 ton. Upaya penguatan rantai pasok menjadi tantangan utama yang harus diatasi untuk meningkatkan daya saing industri petrokimia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Perlu Kebijakan yang Rasional dan Proporsional Terhadap Industri Tembakau Alternatif

RI Perlu Kebijakan yang Rasional dan Proporsional Terhadap Industri Tembakau Alternatif

Bisnis | Jum'at, 20 Desember 2024 | 08:12 WIB

Peran Krusial Ibu dalam Menjamin Masa Depan Finansial Keluarga

Peran Krusial Ibu dalam Menjamin Masa Depan Finansial Keluarga

Bisnis | Kamis, 19 Desember 2024 | 11:42 WIB

Pengusaha Industri Pelayaran Curhat Dapat Pajak Ganda dari Pemerintah

Pengusaha Industri Pelayaran Curhat Dapat Pajak Ganda dari Pemerintah

Bisnis | Kamis, 19 Desember 2024 | 08:01 WIB

Terkini

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda dengan Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda dengan Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

×