Keuangan PSSI Era Erick Thohir vs Ketua PSSI Sebelumnya, Dana FIFA dan AFC Disorot

M Nurhadi

Minggu, 29 Desember 2024 | 12:12 WIB
Keuangan PSSI Era Erick Thohir vs Ketua PSSI Sebelumnya, Dana FIFA dan AFC Disorot
Ketua umum PSSI Erick Thohir. [ANTARA]

Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir belakangan menjadi salah satu sosok yang disorot usai Timnas Indonesia gagal lolos grup dalam AMEC 2024 (dulu AFF). 

Tagar #ErickOut dan STYOut juga ramai diperbincangkan meskipun sebagian besar dicuitkan oleh akun-akun diduga bodong. 

Meski demikian, jika dibandingkan dengaan Ketua PSSI sebelumnya, Erick dikenal cukup getol dalam melakukan evaluasi keuangan organisasi induk sepakbola tersebut. Langkah ini memicu perbandingan antara transparansi keuangan PSSI di era Erick Thohir dengan para Ketua PSSI sebelumnya.

Erick Thohir menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi isu ini dengan menunjuk firma audit internasional, Ernst & Young, serta membentuk Satuan Tugas Transparansi Keuangan yang mulai aktif bekerja sejak tahun 2023. Salah satu fokus utama Erick Thohir sebagai Ketua PSSI adalah menciptakan transparansi keuangan yang tinggi untuk memastikan sepak bola Indonesia bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Misi tersebut menarik perhatian banyak netizen dan pencinta sepak bola, yang mulai membandingkan praktik keuangan serta keterbukaan keuangan di era Erick Thohir dengan ketua PSSI terdahulu.

Sebagian besar memberikan komentar kritis dan mengekspresikan keraguan mengenai pengelolaan keuangan PSSI, terutama ketika melihat fasilitas yang diterima oleh atlet sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, tidak ada transparansi berarti dari Ketua PSSI lainnya. Mereka jarang menyampaikan laporan keuangan tahunan, meskipun setiap tahun PSSI menerima dana yang cukup besar. Sebagai contoh, selama periode FIFA Forward 2.0 (2019-2021), PSSI mendapatkan dana bantuan sebesar 3 juta dolar AS, setara dengan Rp44 miliar, tanpa ada laporan publik mengenai penggunaan dana tersebut.

Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) yang menerima dana bantuan berjumlah hampir sama, berhasil memanfaatkan dana tersebut untuk membangun berbagai fasilitas seperti kantor FAT, pusat latihan tim nasional, ruang seminar, pelatihan asisten wasit Video Assistant Referee (VAR), dan lapangan futsal.

Tidak hanya FIFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga memberikan bantuan kepada PSSI sekitar Rp2,2 miliar per tahun untuk pengembangan kompetensi atlet. Namun, hingga saat ini, tidak ada laporan keuangan yang transparan dan dapat diakses publik mengenai implementasi dana bantuan tersebut.

baca juga

Sedikit berbeda dengan era kepemimpinan Erick Thohir, di mana ia secara terbuka mengungkapkan kondisi keuangan PSSI. Ia menyebutkan bahwa pendapatan PSSI mengalami peningkatan berkat dukungan dana dari pemerintah dan sektor swasta, dengan total yang diperoleh dari pemerintah mencapai Rp220 miliar serta dari sponsor sekitar Rp200-Rp300 miliar.

Erick Thohir menjelaskan bahwa meskipun ia tidak yakin finansial PSSI akan terus meningkat di masa depan, ia percaya jika dana tersebut digunakan dengan tepat, maka dapat menghasilkan prestasi yang lebih baik.

Ia membandingkan keadaan kas PSSI yang masih jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lain, di mana pengelolaan sepak bola mereka bisa mencapai Rp1 triliun. Meski dengan dana yang lebih sedikit, prestasi yang diraih oleh Indonesia menunjukkan bahwa dana tersebut telah digunakan secara efektif dan ada perbaikan signifikan dalam pengelolaan keuangan.

Daftar Ketua Umum PSSI

Sebagai catatan refleksi, berikut adalah daftar nama Ketua Umum PSSI sebelum Erick Thohir:

1. Soeratin Sosrosoegondo (1930-1940)
2. Artono Martosoewignyo (1941-1949)
3. Maladi (1950-1959)
4. Abdul Wahab Djojohadikoesomo (1960-1964)
5. Maulwi Saelan (1964-1967)
6. Kosasih Purwonegara (1967-1974)
7. Bardosono (1975-1977)
8. Ali Sadikin (1977-1981)
9. Sjarnoebi Said (1982-1983)
10. Kardono (1983-1991)
11. Azwar Anas (1991-1999)
12. Agum Gumelar (1999-2003)
13. Nurdin Halid (2003-2011)
14. Djohar Arifin Husin (2011-2015)
15. La Nyalla Mattalitti (2015-2016)
16. Edy Rahmayadi (2016-2019)
17. Mochamad Iriawan (2019-2023)

Dengan upaya yang dilakukan Erick Thohir, diharapkan sepak bola Indonesia dapat berkembang secara lebih baik dan transparan, serta berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir: Itulah Penyebab Timnas Indonesia Kirim Pemain Muda di Piala AFF

Erick Thohir: Itulah Penyebab Timnas Indonesia Kirim Pemain Muda di Piala AFF

Bola | Sabtu, 28 Desember 2024 | 15:04 WIB

Pemain Keturunan Batak Datang ke Indonesia, Diproses Naturalisasi PSSI?

Pemain Keturunan Batak Datang ke Indonesia, Diproses Naturalisasi PSSI?

Bola | Sabtu, 28 Desember 2024 | 14:31 WIB

Pieter Huistra Pernah Tangani Timnas Indonesia, Cuma Bertahan Sebulan

Pieter Huistra Pernah Tangani Timnas Indonesia, Cuma Bertahan Sebulan

Bola | Sabtu, 28 Desember 2024 | 08:20 WIB

Pentingnya Literasi Keuangan untuk Mencapai Stabilitas Finansial

Pentingnya Literasi Keuangan untuk Mencapai Stabilitas Finansial

Bisnis | Jum'at, 27 Desember 2024 | 15:30 WIB

BI dan Sri Mulyani Bahas Soal Utang 2025, Ini Hasilnya

BI dan Sri Mulyani Bahas Soal Utang 2025, Ini Hasilnya

Bisnis | Jum'at, 27 Desember 2024 | 15:27 WIB

Beban Operasional Meningkat 41 Persen, Laba Mizuho Leasing Turun jadi Rp8 Miliar

Beban Operasional Meningkat 41 Persen, Laba Mizuho Leasing Turun jadi Rp8 Miliar

Bisnis | Jum'at, 27 Desember 2024 | 13:45 WIB

Terkini

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Kekerasan Eks Kepsek SMPN 18 Malang Terkuak: 10 Siswa Trauma, Polisi Mulai Bergerak

Malang | Selasa, 29 September 2026 | 07:34 WIB

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Rupiah Dekati Rp18.000, BI Pilih Kurangi Intervensi di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:31 WIB

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:14 WIB

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

News | Selasa, 29 September 2026 | 06:51 WIB

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:46 WIB

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 06:41 WIB

×