Banyak Penyelenggara MICE Batalkan Acara di JICC, Apa Penyebabnya?

Tim Liputan Bisnis

Rabu, 26 Februari 2025 | 14:16 WIB
Banyak Penyelenggara MICE Batalkan Acara di JICC, Apa Penyebabnya?
PPKGBK mulai melakukan langkah-langkah proporsional dalam rangka melakukan pengamanan Barang Milik Negara (BMN).

Suara.com - Langkah Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mengambil paksa pengelolaan Jakarta Convention Center (JCC) dan mengubahnya menjadi Jakarta International Convention Center (JICC), berdampak langsung terhadap salah satu pusat kegiatan Meeting Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) terbesar di Indonesia ini.

Sejumlah BUMN, Lembaga Pemerintah, Partai Politik, Perusahaan, Kampus, Event Organizer yang sebelumnya telah berkontrak dengan JCC membatalkan kegiatannya dan memilih venue lainnya.

Adanya persoalan hukum dan berubahnya pengelola menjadi alasan utama para klien yang sudah bertahun-tahun menggunakan JCC itu mengalihkan agendanya ke tempat lain.

“Memang benar kami mengalihkan kegiatan wisuda dari JCC ke tempat lain. Pergantian pengelola yang belum teruji tentunya menjadi pertimbangan utama keputusan tersebut,” kata seorang Panitia Wisuda salah satu universitas di Jakarta, ditulis Rabu (26/2/2025).

Seperti diketahui, saat ini pengelolaan JCC oleh PPKGBK tengah dalam sorotan. Pangkal masalahnya adalah langkah direksi PPKGBK yang mengabaikan kesepakatan terkait pembangunan dan pengelolaan JCC sebagai aset Bangun Guna Serah (Build Operate Transfer/BOT).

Pada saat membangun JCC, PT Graha Sidang Pratama (Pengelola JCC) telah menandatangani kesepakatan dengan PPKGBK (dulu Badan Pengelola Gelanggang Olahraga Senayan/BPGS) pada 22 Oktober 1991 dengan sejumlah klausul yang mengikat kedua pihak.

Misalnya, sesuai klausul dalam pasal 8 ayat 2 perjanjian BOT disebutkan, ketika Perjanjian berakhir pada 21 Oktober 2024, PT GSP memiliki pilihan pertama untuk memperpanjang Perjanjian dengan PPKGBK berdasarkan persyaratan yang akan ditentukan kemudian. Adanya klausul di pasal 8 ayat 2 itu membuat PT GSP berani melakukan investasi dan mengelola JCC.

Namun, PPKGBK mengabaikan klausul itu dan memaksakan untuk mengambil alih JCC secara paksa. Akibat kewenang-wenangan itu, PT GSP menggugat PPKGBK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan sidangnya sedang berlangsung.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Jeffrey Eugene sebelumnya mengatakan, situasi perubahan manajemen pengelolaan JCC menjadi JICC yang terjadi saat ini memang tengah menjadi perhatian anggota ASPERAPI dan seluruh pelaku usaha di industri ini.

baca juga

Sebab dengan adanya perbedaan dalam cara mengelola dan standar pengelola menjadi kekhawatiran penyelenggara acara. Terlebih selama ini standar layanan JCC sudah menjadi kiblat pengelolaan MICE di Indonesia, bahkan di Asia.

“Di industri MICE Indonesia tidak banyak pelaku usaha yang memiliki kemampuan mengelola venue sebesar JCC. Isu pergantian pengelola bersama dengan manajemennya ini masih menjadi diskusi diantara kami pelaku usaha. Dilain sisi untuk mencari alternatif venue lain dengan lokasi dan kapasitas yang sama lain juga tidak mudah,” kata Jeffrey.

Chief Executibe Offiver (CEO) PT Wahyu Promo Citra, Sukur Saka, juga menyoroti beberapa hal terkait pengelola baru tersebut.

Pertama kata dia, tidak hanya pengelola yang diganti secara mendadak, tapi manajemen baru ini juga membuat aturan baru yang sangat berbeda dengan yang sebelumnya sehingga membuat penyelenggara acara menjadi kesulitan untuk memenuhinya.

Terutama terkait tenggat waktu pembayaran sewa secara penuh sebelum acara dilaksanakan. Padahal, pada pengelola sebelumnya, pembayaran dapat dilakukan maksimal 3 bulan setelah acara dan sudah ada kepercayaan yang terbentuk.

Kendala lainnya, lanjut Sukur, yaitu pihaknya tidak bisa atau dilarang untuk menggunakan vendor yang sebelumnya telah bekerja sama dengan mereka, dan harus menggunakan vendor dari JICC atau PPKGBK.

Padahal, vendor yang digunakan oleh Sukur merupakan vendor langganan yang sudah biasa bekerja sama, sehingga secara pekerjaan dan layanan sudah terjamin standarnya.

PT Wahyu Promo Citra merupakan salah satu perusahaan EO yang banyak menyelenggarakan event nasional dan international, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dalam waktu dekat, perusahaan ini akan menggelar Pameran produk-produk asal Indonesia bertajuk The 2nd Made in Indonesia Expo 2025 yang akan digelar di Arena Venue, Ryaad, Arab Saudi pada 17 - 19 April 2025. Pameran ini ditargetkan akan diikuti oleh 180 exhibitor dari Indonesia dengan transaksi sebesar Rp2,5 triliun.

Perubahan pengelolaan, aturan dan standar layanan di JICC ini membuat sejumlah pelaku usaha MICE mencoba mencari alternatif venue lain selain JICC. Terutama untuk event yang akan diselenggarakan pada semester II 2025, sehingga masih ada waktu untuk melakuan perubahan.

Salah satunya adalah PT Okta Sejahtera Insani. Perusahaan penyelenggara Pameran Hospital Expo yang beberapa tahun terakhir menggunakan venue JCC tersebut, tengah mengkaji mencari alternatif venue lain.

Biasanya perusahaan ini menyelenggarakan Hospital Expo di JCC pada bulan Oktober setiap tahunnya.

"Ini akan menjadi keputusan yang sulit karena lokasi JICC sangat strategis, tetapi bagi kami, kualitas layanan dan kompetensi manajemen adalah hal yang utama," kata Direktur Utama PT Okta Sejahtera Insani, Yudha Imam Sutedja.

Melalui akun instagramnya @love_gbk, PPKGBK juga menegaskan bahwa JCC berganti nama menjadi JICC dan mengelola dalam 1 kesatuan kawasan oleh PPKGBK, sehingga dapat menyelenggarakan event internasional dengan skala lebih besar lagi. Serta mencatumkan kontak resmi bagi yanng ingin menggunakan venue JICC.

Namun postingan tersebut mendapat beragam respon dari warganet.

“Semoga begitu dikelola negara bisa lebih bersih dan rapih... soalnya tren aset dikelola negara malah rusak, tak terpelihara, dan kurang bersih,” tulis akun indca77.

Warganet lainnya justru menyoroti mengenai pengelolaan rumput Stadion GBK yang juga dikelola oleh PPKGBK. “Rumput gimana rumput??," tulis chaidar_moehd.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JCC Kini Sepi Tak Ada Event, Ini Penyebabnya

JCC Kini Sepi Tak Ada Event, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 22 Januari 2025 | 09:45 WIB

Pemerintah Reklamasi Gedung Jakarta Convention Center untuk Cegah Kerugian Negara

Pemerintah Reklamasi Gedung Jakarta Convention Center untuk Cegah Kerugian Negara

Bisnis | Minggu, 05 Januari 2025 | 19:53 WIB

PPKGBK Tegaskan Pengamanan Gedung JCC Sesuai Ketentuan

PPKGBK Tegaskan Pengamanan Gedung JCC Sesuai Ketentuan

Bisnis | Minggu, 05 Januari 2025 | 19:41 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×