Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Modus Pejabat Pertamina Bikin Negara Bayar Mahal untuk Impor BBM Kualitas Rendah

M Nurhadi

Kamis, 27 Februari 2025 | 12:22 WIB
Modus Pejabat Pertamina Bikin Negara Bayar Mahal untuk Impor BBM Kualitas Rendah
Ilustrasi Pertamina [Pertamina]

Suara.com - Kejaksaan Agung kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) periode 2018-2023. Kedua tersangka tersebut adalah Maya Kusmaya (MK), Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, serta Edward Corne (EC), Wakil Presiden Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga. Dengan penetapan ini, jumlah tersangka dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun bertambah menjadi sembilan orang.

Peran keduanya adalah mengarahkan agar BBM RON 88 dicampur dengan RON 92. Disampaikan oleh Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar, keduanya kedapatan melakukan tindak pidana bersama tujuh tersangka lainnya.

Peran Maya Kusmaya dan Edward Corne

Dalam kasus ini, Maya Kusmaya dan Edward Corne diduga terlibat dalam sejumlah tindakan yang merugikan keuangan negara. Salah satu tindakan mereka adalah pembelian bahan bakar minyak (BBM) RON 90 atau lebih rendah dengan harga setara RON 92.

Hal ini dilakukan atas persetujuan Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya. Akibatnya, Pertamina harus membayar impor produk kilang dengan harga tinggi yang tidak sesuai dengan kualitas barang.

Selain itu, Maya Kusmaya diduga memerintahkan Edward Corne untuk mencampur BBM jenis RON 88 dengan RON 92 guna menghasilkan BBM RON 92. Pengoplosan ini dilakukan oleh PT Orbit Terminal Merak, perusahaan milik tersangka Gading Ramadan Joede (GRJ) dan Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR). "Tindakan ini tidak sesuai dengan proses pengadaan produk kilang dan core business PT Pertamina Patra Niaga," jelas Abdul Qohar.

Tidak hanya itu, keduanya juga disebut menggunakan metode spot dalam pembayaran impor produk kilang. Padahal, seharusnya pembayaran dilakukan melalui metode pemilihan langsung untuk kontrak jangka panjang guna mendapatkan harga yang lebih wajar. Akibatnya, Pertamina membayar harga impor yang jauh lebih tinggi kepada mitra usaha.

Kasus korupsi ini menimbulkan kerugian negara yang sangat besar, mencapai Rp193,7 triliun selama periode 2018-2023. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menjelaskan bahwa kerugian tersebut berasal dari berbagai komponen, termasuk:

  • Kerugian akibat ekspor minyak mentah dalam negeri sebesar Rp35 triliun.
  • Kerugian impor minyak mentah melalui broker sebesar Rp2,7 triliun.
  • Kerugian impor BBM melalui broker sebesar Rp9 triliun.
  • Kerugian pemberian kompensasi tahun 2023 sebesar Rp126 triliun.
  • Kerugian pemberian subsidi tahun 2023 sebesar Rp21 triliun.

Namun, terkait kerugian ini, nominal Rp193,7 triliun disebut-sebut sebagai kerugian akumulasi selama satu tahun. Maka jika dikalikan lima, diperkirakan mencapai sekitar Rp968 triliun.

baca juga

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Maya Kusmaya dan Edward Corne langsung ditahan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk 20 hari ke depan sejak 26 Februari 2025. Penahanan ini dilakukan guna mempermudah proses penyidikan lebih lanjut.

Kejaksaan Agung juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru.

Kasus korupsi ini tidak hanya merugikan keuangan negara tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Diperkirakan, banyak kendaraan rusak akibat mendapatkan bahan bakar yang tidak sesuai standar nilai oktan. Seharusnya masyarakat menerima BBM RON 92 (Pertamax), tetapi malah mendapatkan BBM oplosan dengan nilai oktan lebih rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar 7 Aktor yang Ikut Bancakan Rp 193 Triliun dari Korupsi Minyak Mentah Pertamina Patra Niaga

Daftar 7 Aktor yang Ikut Bancakan Rp 193 Triliun dari Korupsi Minyak Mentah Pertamina Patra Niaga

Lifestyle | Kamis, 27 Februari 2025 | 12:19 WIB

Perbedaan BBM Oplosan dan Blending, Pertamax Sudah Sesuai?

Perbedaan BBM Oplosan dan Blending, Pertamax Sudah Sesuai?

Lifestyle | Kamis, 27 Februari 2025 | 12:13 WIB

Terungkap! Bos Pertamina Perintahkan Untuk Oplos Pertamax

Terungkap! Bos Pertamina Perintahkan Untuk Oplos Pertamax

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2025 | 11:48 WIB

Rumah Sudah Digeledah, Hari Ini KPK Panggil Ahmad Ali Terkait Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar

Rumah Sudah Digeledah, Hari Ini KPK Panggil Ahmad Ali Terkait Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar

News | Kamis, 27 Februari 2025 | 10:51 WIB

Respons Kemal Palevi Soal Korupsi Pertamina Oplos Pertamax Dianggap Wakili Suara Rakyat

Respons Kemal Palevi Soal Korupsi Pertamina Oplos Pertamax Dianggap Wakili Suara Rakyat

Entertainment | Kamis, 27 Februari 2025 | 10:50 WIB

Negara Boncos, Darius Sinathrya Misuh-Misuh Sampai Lempar Jari Tengah

Negara Boncos, Darius Sinathrya Misuh-Misuh Sampai Lempar Jari Tengah

Entertainment | Kamis, 27 Februari 2025 | 10:21 WIB

Terkini

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 06:08 WIB

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB