Pemanfaatan Gas Bumi Optimal, Impor Jadi Langkah Antisipasi Turunnya Pasokan

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 03 Maret 2025 | 14:25 WIB
Pemanfaatan Gas Bumi Optimal, Impor Jadi Langkah Antisipasi Turunnya Pasokan
Ilustrasi. Pemanfaatan gas bumi sebagai bagian penting menjaga ketahanan energi nasional perlu terus diupayakan. (foto ist).

Suara.com - Pemanfaatan gas bumi sebagai bagian penting menjaga ketahanan energi nasional perlu terus diupayakan. Dalam jangka pendek, opsi impor perlu dicanangkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri di tengah turunnya pasokan dari sumur tua eksisting akibat natural declining.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Abadi Poernomo mengatakan mengoptimalkan gas sebagai transisi menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060 tertuang dalam perubahan arah kebijakan dalam pembaruan Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang saat ini masih dalam bentuk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP). Beleid ini merupakan revisi dari Peraturan Pemerintah (PP) 79 tahun 2014 tentang KEN.

”Tadi dikatakan (oleh Kementerian ESDM) ketahanan energi kita ada di skala 6,4 yang artinya cukup tahan. Kenapa dikatakan tahan artinya availability (ketersediaan), accessibility (aksesibilitas), affordability (keterjangkauan), dan acceptability (akseptabilitas) itu semua terjaga. Meskipun itu dilakukan dengan impor tetapi kita tahan,” ungkapnya dalam Discussion Series ‘Memacu Infrastruktur Gas Menuju Swasembada Energi’ yang digelar Energy Institute for Transition (EITS) secara virtual dikutip Senin (3/3/2025).

Di tengah menurunnya pasokan gas bumi nasional akibat natural decline, ancaman terhadap ketahanan energi perlu diantisipasi. ”Oleh karena itu kalau sekarang masih kekurangan gas, sedikit harus impor. Nanti kalau Masela dan Andaman sudah onstream, kelihatannya 78 sampai 100,3 MTOE (Mega Ton setara Minyak) bisa terpenuhi oleh resources yang ada di kita,” jelasnya.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Hudi D. Suryodipuro mengatakan cadangan gas dengan kandungan sangat besar sebagaimana dimaksud adalah temuan baru pada 2023 dan 2024.

”Kita berani bilang bahwa kita sekarang berada di era gas. Penemuan 2023 oleh ENI (perusahaan Italia) di Geng North-1 (Kalimantan Timur) dan pada 2024 oleh Mubadala Energy di wilayah Andaman ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang dilirik oleh investor asing untuk mengeksplor kembali,” ungkap Hudi pada kesempatan yang sama.

Meski begitu dibutuhkan waktu serta upaya yang besar termasuk membangun infrastruktur untuk mengoptimalkan sumber baru gas tersebut. Ke depannya diyakini akan mencukupi seluruh kebutuhan gas bumi yang terus meningkat serta mendukung target swasembada energi.

Berdasarkan Outlook The International Energy Agency (IEA) penggunaan gas bumi masih akan stabil sampai tahun 2050 di saat konsumsi energi fosil lainnya mengalami penurunan signifikan. ”Artinya, bukan hanya Indonesia, negara lain di dunia juga melakukan hal yang sama dalam utilisasi terhadap gas bumi untuk menopang ketahanan energinya,” ungkap Direktur Infrastruktur Migas Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (KemenESDM) Laode Sulaiman.

Pemanfaatan gas bumi di dalam negeri akan terus dioptimalkan karena menopang banyak sektor strategis. Mulai dari pembangkit listrik, industri, sampai rumah tangga. ”Supaya bisa dipenuhi maka harus ada pengaturan yaitu dari solusi infrastruktur. Di Jawa dan Sumatera ditopang jaringan transmisi dan distribusi pipa baik yang eksisting maupun dalam penyelesaian yaitu Cisem (Cirebon – Semarang) dan Dusem (Dumai – Sei Mangke)” ujarnya.

baca juga

Di wilayah Indonesia Tengah dan Timur lebih banyak diselesaikan dengan virtual pipeline seperti moda LNG, mini LNG, dan di daerah tersebut dibangun Terminal Regasifikasi. ”Kalau kita negara daratan mungkin gampang lah dengan pipa seluruhnya. Karena kita negara kepulauan maka solusinya beda. Lebih rinci dan rigid dan di setiap tahapan supply chain ada strategi keekonomian yang harus diperhitungkan,” terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Gas Bumi Kini Lebih Kompetitif dengan Kebijakan HGBT Terbaru

Harga Gas Bumi Kini Lebih Kompetitif dengan Kebijakan HGBT Terbaru

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 07:51 WIB

Babak Baru Korupsi Impor Gula, Tom Lembong Bakal Disidang 6 Maret, Akankah Terbukti Bersalah?

Babak Baru Korupsi Impor Gula, Tom Lembong Bakal Disidang 6 Maret, Akankah Terbukti Bersalah?

News | Senin, 03 Maret 2025 | 07:05 WIB

Trump Terapkan Tarif Dagang untuk Meksiko dan Kanada Mulai 4 Maret

Trump Terapkan Tarif Dagang untuk Meksiko dan Kanada Mulai 4 Maret

News | Sabtu, 01 Maret 2025 | 04:05 WIB

Terkini

Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Perjalanan bagi Nasabah BRI Prioritas

Ekstra 27.000 GarudaMiles, Benefit Perjalanan bagi Nasabah BRI Prioritas

Sumut | Kamis, 24 September 2026 | 11:16 WIB

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:12 WIB

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dan Pertanyaan tentang Pilihan Rakyat

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dan Pertanyaan tentang Pilihan Rakyat

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:10 WIB

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:05 WIB

6 Tempat Romantis di Solo Raya Pas Banget Untuk Ngedate Estetik

6 Tempat Romantis di Solo Raya Pas Banget Untuk Ngedate Estetik

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:03 WIB

Mengenal 3 Tingkatan GERD, Mulai dari Gejala Ringan hingga Terapi Obat P-CAB

Mengenal 3 Tingkatan GERD, Mulai dari Gejala Ringan hingga Terapi Obat P-CAB

Health | Kamis, 24 September 2026 | 11:03 WIB

Ulasan Almond: Belajar Memahami Emosi dan Manusia

Ulasan Almond: Belajar Memahami Emosi dan Manusia

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:00 WIB

Titik Aksi Buruh Disepakati di Depan UOB Plaza Dukuh Atas, Setelah Orasi Bakal Langsung Pulang

Titik Aksi Buruh Disepakati di Depan UOB Plaza Dukuh Atas, Setelah Orasi Bakal Langsung Pulang

News | Kamis, 24 September 2026 | 10:59 WIB

×