Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Pemerintah Klaim Bahan Pangan Murah Tersedia di Pasar Modern Selama Ramadan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 03 Maret 2025 | 18:09 WIB
Pemerintah Klaim Bahan Pangan Murah Tersedia di Pasar Modern Selama Ramadan
Seorang pekerja menata bahan makanan yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Selasa (29/5).

Suara.com - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa bahan pangan murah saat ini sudah tersedia di pasar modern guna menjaga pasokan dan stabilitas harga selama Ramadan ini.

Arief mengatakan bahwa pemerintah telah menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dalam penyelenggaraan pasar murah bertajuk Program Friday Mubarak untuk mendorong konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan

"Konsistensi pemerintah menyediakan pangan pokok strategis dengan harga yang baik bagi masyarakat dilakukan secara merata, termasuk menggandeng Aprindo agar menyentuh pasar modern, sehingga masyarakat punya pilihan berbelanja pangan pokok, selain di pasar tradisional," kata Arief dikutip Antara, Senin (3/3/2025).

Dia menyampaikan bahwa langkah kolaborasi melalui jaringan ritel itu dipastikan tidak akan memberi distorsi terhadap pasar tradisional.

Menurut Arief, hal itu karena target konsumen yang berbeda dan secara simultan di pasar tradisional juga dimasifkan operasi pasar.

"Kita semua terima kasih ke Aprindo karena setelah pasar tradisional, kita juga melakukan hal yang sama di pasar modern. Ada discount up to 30 persen, bahkan sampai 50 persen dan difokuskan ke komoditas pangan strategis," jelas Arief.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa pangan murah di pasar modern tidak akan mengambil pembeli pasar tradisional karena kedua pasar memiliki segmentasi yang berbeda dan semuanya bertujuan menjaga kestabilan harga pangan.

Dia juga menyampaikan bahwa operasi pasar atau pasar murah di pasar tradisional tetap berjalan dengan tujuan yang sama, yaitu menyediakan pangan yang terjangkau tanpa mendistorsi pasar yang ada.

Ia menekankan pentingnya produksi pangan dalam negeri sebagai prioritas untuk menjaga kestabilan harga, dengan memastikan harga yang wajar baik di tingkat petani maupun konsumen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, dia menyebutkan bahwa pemerintah berusaha menjaga harga baik di hulu maupun di hilir agar petani dan peternak tidak merugi, sekaligus memberikan harga yang baik untuk konsumen.

Namun, Arief tidak merinci lebih detail harga-harga komoditas pangan yang dijual di pasar modern, hanya saja dipastikan tidak akan melebih harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Dia juga mencatat, meskipun negara tetangga seperti Malaysia mengalami krisis beras, Indonesia memiliki cadangan beras 1,9 juta ton, memberikan fleksibilitas bagi pemerintah untuk melakukan intervensi pasar yang diperlukan.

Lebih lanjut, Arief mengatakan bahwa pemerintah juga menggelar operasi pasar pangan murah dengan melibatkan 4.500 gerai PT Pos Indonesia di seluruh Indonesia. Hal itu untuk menjaga kestabilan harga yang cenderung fluktuatif selama Ramadhan.

Operasi pasar tersebut telah dimulai sejak 24 Februari dan diagendakan berakhir pada 29 Maret 2025.

Komoditas pada operasi pasar adalah beras SPHP yang dijual Rp12.000 per kilogram (HET Rp12.500), bawang putih Rp32.000 per kilogram (Rp40.000), daging kerbau beku Rp75.000 per kilogram (HET Rp80.000)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Cegah Dehidrasi Saat Puasa Ramadan, Ini Pola Minum Terbaik dari Dokter!

Cara Cegah Dehidrasi Saat Puasa Ramadan, Ini Pola Minum Terbaik dari Dokter!

Lifestyle | Senin, 03 Maret 2025 | 18:05 WIB

Mulan Jameela Heran Harga Sembako Melambung Tiap Ramadan dan Lebaran: Saya Tuh Miris

Mulan Jameela Heran Harga Sembako Melambung Tiap Ramadan dan Lebaran: Saya Tuh Miris

News | Senin, 03 Maret 2025 | 15:36 WIB

Takjil dan Tarawih di Balik Jeruji, KPK Jamin Hak Ibadah 31 Tahanan Muslim Saat Ramadan

Takjil dan Tarawih di Balik Jeruji, KPK Jamin Hak Ibadah 31 Tahanan Muslim Saat Ramadan

News | Senin, 03 Maret 2025 | 15:29 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB