Daftar 61 Pabrik Tekstil RI yang Bangkrut dan PHK Buruh

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 07 Maret 2025 | 14:58 WIB
Daftar 61 Pabrik Tekstil RI yang Bangkrut dan PHK Buruh
Ilustrasi pabrik tekstil milik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang tutup per 1 Maret 2025.

Suara.com - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSYFI) membeberkan data terbaru pabrik tekstil domestik yang terdampak impor ilegal, sehingga menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan pabrik.

Ketua Umum APSYFI Redma Gita Wirawasta menyatakan data pabrik tekstil yang melakukan penutupan dan PHK tersebut terjadi pada rentan waktu Januari 2023 hingga Desember 2024 dan berlokasi di Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah.

Berikut daftar lengkapnya:

  1. PT Adetex (500 tenaga kerja dirumahkan)
  2. Agungtex Group (2.000 tenaga kerja dirumahkan)
  3. PT Alenatex (tutup-PHK 700 tenaga kerja)
  4. PT Apac Inti Corpora (pengurangan tenaga kerja)
  5. PT Argo Pantes Bekasi (tutup-berhenti produksi)
  6. PT Asia Citra Pratama (tutup-berhenti produksi)
  7. PT Asia Pacific Fiber Kaliwungu (pengurangan tenaga kerja)
  8. PT Asia Pacific Fiber Karawang (PHK 2.500 tenaga kerja)
  9. PT Bitratex (pengurangan tenaga kerja)
  10. PT Centex - Spinning Mills (tutup-berhenti produksi)
  11. PT Chingluh (PHK 2.000 tenaga kerja)
  12. PT Damatex ( tutup-berhenti produksi)
  13. PT Delta Merlin Tekstil I-Duniatex Group (PHK 660 tenaga kerja)
  14. PT Delta Merlin Tekstil II-Duniatex Group (PHK 924 tenaga kerja)
  15. PT Djoni Texindo (tutup - berhenti produksi)
  16. PT Dupantex (tutup-berhenti produksi)
  17. PT Efendi Textindo (tutup-berhenti produksi)
  18. PT Fotexco Busana Internasional (tutup-berhenti produksi)
  19. PT Grand Best (PHK 300 tenaga kerja)
  20. PT Grand Pintalan (tutup-berhenti produksi)
  21. PT Grandtex (tutup-berhenti produksi)
  22. PT Gunatex (tutup-berhenti produksi)
  23. PT HS Aparel (tutup)
  24. PT Indachi Prima (pengurangan tenaga kerja)
  25. PT Jelita (tutup-berhenti produksi)
  26. PT Kabana (PHK 1.200 tenaga kerja)
  27. PT Kaha Apollo Utama (tutup-berhenti produksi)
  28. PT Kahatex (pengurangan tenaga kerja)
  29. PT Kintong (tutup-berhenti produksi)
  30. Kusuma Group (PT Pamor, PT Kusuma Putra, PT Kusuma Hadi) (tutup-PHK 1.500 tenaga kerja)
  31. PT Lawe Adyaprima Spinning Mills (tutup-berhenti produksi)
  32. PT Lojitex (tutup-berhenti produksi)
  33. PT Lucky Tekstil (PHK 100 tenaga kerja)
  34. PT Mafahtex Tirto (tutup-berhenti produksi)
  35. PT Miki Moto (tutup - berhenti produksi)
  36. PT Mulia Cemerlang Abadi (tutup-berhenti produksi)
  37. PT Mulia Spindo Mills (tutup-berhenti produksi)
  38. PT Nikomas (bertahap ribuan pekerja)
  39. PT Ocean Asia Industry (tutup-PHK 314 tenaga kerja)
  40. PT Panca Sindo (tutup-berhenti produksi)
  41. PT Pismatex (pailit -PHK 1.700 tenaga kerja)
  42. PT Polyfin Canggih (pengurangan tenaga kerja)
  43. PT Pulaumas Tekstil (PHK 460 tenaga kerja)
  44. PT Rayon Utama Makmur (tutup)
  45. PT Ricky Putra Globalindo, Tbk. (tutup-berhenti produksi)
  46. PT Sai Aparel (relokasi sebagian)
  47. PT Saritex (tutup-berhenti produksi)
  48. PT Sembung Tex (tutup-berhenti produksi)
  49. PT Sinar Panca Jaya (pengurangan tenaga kerja)
  50. PT South Pacific Viscose (pengurangan tenaga kerja)
  51. Sritex Group (2.500 tenaga kerja dirumahkan)
  52. PT Starpia (tutup)
  53. PT Sulindafin (tutup-berhenti produksi)
  54. PT Sulindamills (tutup-berhenti produksi)
  55. PT Tifico Fiber Industries (pengurangan tenaga kerja)
  56. PT Tuntex (tutup - PHK 1.163 tenaga kerja)
  57. PT Wiska Sumedang (tutup - PHK 700 tenaga kerja)
  58. PT Primissima (tutup - berhenti produksi)
  59. PT Sritex (pailit-pengawasan kurator)
  60. PT Asia Pacific Fibers Karawang (berhenti beroperasi)
  61. PT Lucky Print (berhenti beroperasi)

Redma menyatakan selain dalam rentan dua tahun terakhir, pihaknya juga sudah mendapatkan laporan baru adanya penutupan pabrik pada Januari 2025, yakni PT Mbangun Praja Industri.

"Januari 2025 yang tutup PT Mbangun Praja Industri," ujarnya dikutip Antara, Jumat (7/3/2025).

Dirinya berharap pemerintah segera melakukan pengendalian impor, serta memberantas praktik impor yang merugikan industri domestik tersebut.

"Pengendalian impor dan pemberantasan praktik impor ilegal," katanya pula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Buruh Sritex Kehilangan Pekerjaan, Kekayaan Pemilik Justru Melambung?

Ribuan Buruh Sritex Kehilangan Pekerjaan, Kekayaan Pemilik Justru Melambung?

Bisnis | Kamis, 06 Maret 2025 | 18:07 WIB

Jabatan Moncer Mira Christina Setiady, Istri Bos Sritex yang Curi Perhatian

Jabatan Moncer Mira Christina Setiady, Istri Bos Sritex yang Curi Perhatian

Video | Jum'at, 07 Maret 2025 | 11:00 WIB

Sritex Bangkrut, Danantara Diusulkan Jadi Investor Penyelamat

Sritex Bangkrut, Danantara Diusulkan Jadi Investor Penyelamat

Bisnis | Kamis, 06 Maret 2025 | 16:40 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×