Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

IHSG Anjlok, Isu Sri Mulyani Mundur dan Para Ekonom Pesimis jadi Biang Kerok?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 18 Maret 2025 | 13:12 WIB
IHSG Anjlok, Isu Sri Mulyani Mundur dan Para Ekonom Pesimis jadi Biang Kerok?
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasar saham Indonesia mengalami gejolak hebat pada Selasa (18/3/2025) dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hampir 7 persen pada perdagangan sesi pertama.

Penurunan tajam ini memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberlakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan.

Perdagangan dibuka dengan sentimen negatif, dan tekanan jual terus meningkat sepanjang sesi. Pada pukul 11:19 WIB, IHSG telah merosot 5,02 persen ke level 5.146,91, memicu trading halt selama 30 menit.

Setelah perdagangan dilanjutkan, tekanan jual tidak mereda, dan IHSG terus terperosok hingga menyentuh penurunan hampir 7 persen.

Spekulasi mengenai potensi pengunduran diri Sri Mulyani dari Menteri Keuangan setelah Lebaran turut menambah sentimen negatif di pasar. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, isu ini memicu kekhawatiran terhadap ketidakstabilan politik dan dampaknya terhadap kebijakan ekonomi.

Hasil survei ini memberikan gambaran yang mengkhawatirkan tentang persepsi para pakar terhadap berbagai aspek ekonomi negara.

Menurut survei LPEM UI, mayoritas ahli, yaitu 23 dari 42 responden (55%), berpendapat bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini telah memburuk dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. Bahkan, tujuh ahli menyatakan situasi ini jauh lebih buruk, sementara 11 ahli lainnya melihat kondisi ekonomi stagnan. Hanya satu ahli yang berpendapat bahwa kondisi ekonomi membaik.

"Dengan interval kepercayaan rata-rata sebesar 7,71 poin, hasil survei ini menunjukkan pandangan yang umumnya pesimis terhadap kondisi ekonomi Indonesia, menurut para ahli ekonomi," tulis LPEM UI dalam laporannya.

Para ahli juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode berikutnya akan lebih rendah dari angka saat ini. Meskipun tidak ada yang memprediksi kontraksi yang signifikan, 23 responden memprediksi pertumbuhan yang lebih lambat. Sementara itu, sebagian kecil responden (6 ahli) masih memperkirakan adanya pertumbuhan, dan lebih dari seperempat responden memperkirakan tidak ada perubahan signifikan.

Sebagian besar pakar meyakini bahwa tekanan inflasi tidak berubah atau lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Namun, sembilan pakar menilai tekanan inflasi meningkat, dan hanya dua pakar yang melihat penurunan signifikan.

Kondisi pasar tenaga kerja juga menjadi perhatian utama. Mayoritas pakar menilai kondisi pasar tenaga kerja saat ini lebih buruk dibandingkan periode sebelumnya, dengan sembilan pakar bahkan menyatakan kondisi jauh lebih buruk. Hanya satu pakar yang melihat perbaikan, sementara 13 pakar berpendapat tidak ada perubahan.

"Hasil survei ini menilai situasi pasar tenaga kerja yang diharapkan masih belum memberikan rasa percaya diri bagi para pencari kerja," ungkap survei LPEM.

Sebanyak 14 pakar memperkirakan pasar tenaga kerja akan memburuk pada periode berikutnya, dan 10 pakar lainnya memprediksi kondisi yang jauh lebih buruk. Hanya lima pakar yang memperkirakan perbaikan.

Lingkungan bisnis juga diperkirakan akan memburuk. Sebanyak 17 pakar memperkirakan kondisi akan memburuk, dan enam pakar lainnya memprediksi kondisi yang jauh lebih buruk. Hanya lima pakar yang melihat potensi perbaikan.

Mengenai kebijakan pemerintah, sebagian besar responden menilai kebijakan fiskal tidak efektif (28 persen) atau sedikit tidak efektif (60 persen). Kebijakan moneter juga mendapat penilaian serupa, dengan sebagian besar pakar menilai kebijakan tersebut tidak memiliki dampak (38 persen) atau sedikit tidak efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Saham RI Tiba-tiba Berhenti, BEI: Kondisi Darurat

Pasar Saham RI Tiba-tiba Berhenti, BEI: Kondisi Darurat

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 12:57 WIB

IHSG 'Hancur Lebur' saat Bursa Saham Asia dan Wall Street Kompak Menguat

IHSG 'Hancur Lebur' saat Bursa Saham Asia dan Wall Street Kompak Menguat

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 12:47 WIB

Euro-4: Antara Dukungan Tinggi dan Beban Ekonomi, Survei CORE Indonesia Ungkap Dilema Masyarakat

Euro-4: Antara Dukungan Tinggi dan Beban Ekonomi, Survei CORE Indonesia Ungkap Dilema Masyarakat

Bisnis | Selasa, 18 Maret 2025 | 12:42 WIB

Terkini

IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100

IHSG Dibuka Hijau Lagi, Bertahan di Level 6.100

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:16 WIB

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

IHSG Anjlok 8,5 Persen Pekan Lalu, Masihkah Ada Harapan Rebound Hari Ini?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:13 WIB

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:05 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran

Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 08:16 WIB

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 08:02 WIB

Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Mulai Juni: Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya

Gaji ke-13 ASN 2026 Cair Mulai Juni: Cek Jadwal dan Daftar Penerimanya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 06:58 WIB

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB