Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Prabowo Beri Bukti Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat!

Achmad Fauzi

Jum'at, 21 Maret 2025 | 07:58 WIB
Prabowo Beri Bukti Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat!
Presiden Prabowo Subianto.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan perekonomian Indonesia memiliki fundamental yang kuat. Justru, Presiden bilang, jika memang ada permasalahan ekonomi, itu disebabkan oleh gonjang-ganjing ekonomi dunia.

"Fundamental ekonomi kita kuat. kalau di sana sini ada guncangan, itu guncangan dunia, tapi fundamental kita kuat," ujar Prabowo saat melakukan peresmian KEK Industropolis Batang di Jawa Tengah, yang dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (21/3/2025).

Namun demikian, Ketua Umum Gerindra itu tidak membeberkan lebih lanjut indikator apa saja yang membuat fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.

Akan tetapi, Presiden menyebut, pemerintah telah berusaha untuk mengeluarkan kebijakan agar ekonomi tetap bergerak di momen ramadan dan lebaran.

Seperti, harga bahan pokok yang tidak bergejolak selama bulan ramadan dan lebaran. Kemudian, diskon tarif di berbagai transportasi, sehinggan meringangkan masyarakat.

"Alhamdulilah kurang seminggu dari Lebaran saya kira harga pangan dan sembako terkendali, dan ya kita rencanakan dengan baik. Mudah-mudahan mudiknya baik, transportasi kita turunkan harga pesawat, jalan tol diturunkan, kita fasilitasi sebaik mungkin rakyat kita," jelas Prabowo.

Di kesempatan terpisah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut indikator ekonomi Indonesia masih kuat, terlihat dari inflasi inti masih positif pada bulan Februari.

"Indeks keyakinan konsumen PMI pada Februari tercatat tinggi di angka 53,6, pertumbuhan kredit Januari sebesar 10,3 persen, dan cadangan devisa akhir Februari juga berada pada level tinggi," kata Airlangga seperti dikutip dari Instagram resminya.

Kemudian, dari sisi neraca perdagangan Indonesia sampai Februari 2025 juga tercatat surplus sebesar USD6,61 miliar, dengan nilai ekspor tertinggi mencapai USD14 miliar pada Februari.

IHSG Anjlok Alarm Ekonomi

Ekonom dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyebut, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot menjadi alarm buat perkonomian Indonesia.

Dirinya menjelaskan, kondisi pasar saham tersebut membuktikan lemahya struktur perekonomian Indonesia. Sehingga, Hidayat menilai bukan dari sentimen global saja, tapi memang perekonomian Indonesia yang tak baik-baik saja.

"Melainkan sinyal alarm bahwa model ekonomi Indonesia terlalu bergantung pada komoditas, minim inovasi, dan terjebak dalam siklus utang untuk membiayai program populis," ujarnya seperti dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (17/3/2025).

Hidayat menuturkan, selama ini perekonomian Indonesia hanya mengandalkan komoditas. Artinya, penerimaan negara masih berasa dari ekspor komoditas mulai dari batu bara, minyak kelapa sawit mentah atau CPO, dan nikel.

Dia melanjutkan, ketika harga komoditas tersebut tengah anjlok, maka saham-saham perusaham pertambangan juga ikut melorot.

"Langsung menggerus kinerja emiten sektor pertambangan yang mendominasi kapitalisasi pasar saham," beber dia.

Hal inilah, bilang Hidayat, yang bisa memaksa ekonomi RI makin terpuruk, karena perincian ekonomi yang lain atau diversifikasi mandek di tengah jalan. Dia mencontohkan, sektor manufaktur yang harusnya berkontribusi besar terhadap perekonomian justru masih tak bergerak di angka 19 persen.

"Alih-alih mendorong industrialisasi, pemerintah malah mengandalkan kebijakan larangan ekspor mentah (downstreaming) yang justru mematikan daya saing," kata Hidayat.

Hidaya melanjutkan, program pemerintah yang bersifat populis juga membuat kondisi APBN ikut tergencet defisit. Program seperti, Makan Bergizi Gratis, subsidi energi, bantuan langsung tunai dan bantuan sosial tidak memberikan efek terhadap sektor produktif. Alhasil, belanja negara terus keluar, tetapi penerimaan dari program yang dijalankan nihil. "Tak heran, asing terus menarik dana dari pasar saham Indonesia, dengan arus keluar modal asing mencapai Rp10 triliun dalam sebulan terakhir," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merasa Kecewa, Karyawan Garuda Indonesia Minta Prabowo Urus Kisruh Dirut Bawa Rombongan Eks Lion Air

Merasa Kecewa, Karyawan Garuda Indonesia Minta Prabowo Urus Kisruh Dirut Bawa Rombongan Eks Lion Air

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 09:02 WIB

Agar Tak Ada PHK, Industri Tekstil Mau Diberi Paket Stimulus Kredit Investasi dari Prabowo

Agar Tak Ada PHK, Industri Tekstil Mau Diberi Paket Stimulus Kredit Investasi dari Prabowo

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 08:44 WIB

Korupsi Makin Merajalela! Presiden Prabowo Harus Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

Korupsi Makin Merajalela! Presiden Prabowo Harus Segera Sahkan RUU Perampasan Aset

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 08:12 WIB

Terkini

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:45 WIB