Thailand Menderita Kerugian Rp 132 Triliun Imbas Tarif Trump

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Kamis, 03 April 2025 | 09:12 WIB
Thailand Menderita Kerugian Rp 132 Triliun Imbas Tarif Trump
Presiden AS, Donald Trump (Instagram)

Suara.com - Thailand  menderita kerugian sebesar 7 miliar dollar AS hingga 8 miliar dollar AS atau sekitar Rp132 triliun dari potensi tarif AS. Hal ini dikarenakan ekspor semikonduktor Thailand mungkin menghadapi tarif sebesar 25 persen dari Amerika Serikat.

“Thailand memungut tarif sekitar 11 persen lebih tinggi daripada AS di bidang pertanian dan industri, jadi jika kita dikenai tarif 11 persen lebih tinggi, kita dapat mengalami kerugian sekitar 7  miliar hingga 8 miliar dollar AS," kata pejabat tinggi kementerian perdagangan Vuttikrai Leewirapha dilansir South China Morning Post, Rabu (2/3/2025).

Thailand ingin menghindari tarif AS dan telah mengatakan akan mencoba meningkatkan impor jagung, kedelai, minyak mentah, dan etana untuk mempersempit surplus perdagangannya dengan AS. Ekspor merupakan pendorong utama bagi ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara.

Sementara, Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti kebijakan tarif dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pihaknya menilai bahwa tarif besar-besaran bisa menciptakan ketidakpastian dan menekan kepercayaan pasar, tetapi tidak mungkin memicu resesi dalam waktu dekat di 2025.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan bahwa pasar tak perlu khawatir secara berlebihan meski ekonomi masih terbilang lambat  setelah dampak pandemi COVID-19.

Georgieva mengakui bahwa indikator-indikator ekonomi menunjukkan pelemahan dalam kepercayaan konsumen dan investor, yang dapat berdampak pada prospek pertumbuhan ekonomi. Namun, Ia belum melihat dampak dramatis dari tarif yang telah diterapkan atau diancam akan diterapkan oleh Trump.

Meskipun demikian, pihaknya juga menyoroti bagaimana banyak negara telah menghabiskan ruang fiskal dan moneter mereka selama pandemi COVID-19. Hal ini menjadi sorotan mengingat negara-negara tersebut  kini menghadapi utang yang tinggi dan keterbatasan dalam merespons guncangan ekonomi seperti kebijakan tarif.

Georgieva juga menekankan bahwa kejelasan kebijakan tarif sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar dan investasi. "Semakin lama ketidakpastian berlangsung, semakin besar risiko negatif terhadap pertumbuhan ekonomi," katanya.

Georgieva mencatat bahwa perdagangan global masih tumbuh, terutama dalam sektor jasa meskipun globalisasi menghadapi tantangan akibat meningkatnya proteksionisme dari sejumlah negara. Banyak negara kecil dan menengah mulai meningkatkan kerja sama serta berfokus pada reformasi struktural domestik untuk meningkatkan ketahanan ekonomi mereka.

baca juga

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengumumkan serangkaian tarif besar-besaran yang disebut sebagai "Liberation Day" atau "Hari Pembebasan" pada Rabu (2/4/2025). Namun, hingga saat-saat terakhir, dunia masih menunggu kepastian tentang cakupan kebijakan tersebut yang berpotensi memicu perang dagang global.

Trump akan mengumumkan langkah-langkah baru tersebut dalam sebuah acara di Rose Garden Gedung Putih pada pukul 16.00 waktu setempat. Dikelilingi oleh anggota kabinetnya, Trump berjanji bahwa kebijakan ini akan menghentikan eksploitasi terhadap Amerika Serikat serta membawa "zaman keemasan baru" bagi industri dalam negeri.

Selain itu, pemberlakuan tarif timbal balik yang akan dilakukan Donald Trump Presiden AS terhadap negara-negara di seluruh dunia akan menjadi tonggak sejarah besar dalam sejarah Amerika Serikat, kata Gedung Putih pada Selasa (1/4/2025). “Hari ini, 2 April 2025, akan tercatat sebagai salah satu hari terpenting dalam sejarah Amerika modern,” kata Karoline Leavitt

Negara kita telah menjadi salah satu ekonomi paling terbuka di dunia, dan kita memiliki basis konsumen, basis konsumen terbaik, tetapi terlalu banyak negara asing yang pasarnya tertutup bagi ekspor kita. Ini pada dasarnya tidak adil,” tambahnya.

Leavitt menegaskan bahwa bea masuk akan “berlaku segera” setelah pengumuman presiden pada Rabu, tetapi masih banyak yang belum jelas tentang kebijakan yang akan datang.

Pasar saham jatuh tajam setelah berita bahwa Trump bermaksud untuk mengenakan tarif timbal balik terhadap negara-negara di seluruh dunia pada 2 April, hari yang dijulukinya sebagai “Hari Pembebasan.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manga Horor Junji Ito The Hanging Balloons Diadaptasi Jadi Film Thailand

Manga Horor Junji Ito The Hanging Balloons Diadaptasi Jadi Film Thailand

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Perpres Terbit, Tarif Ojol Dikhawatirkan Naik

Perpres Terbit, Tarif Ojol Dikhawatirkan Naik

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Kantong Kerap Terkuras Demi Tarif Parkir, Ojol Tagih Keberpihakan Pemprov DKI

Kantong Kerap Terkuras Demi Tarif Parkir, Ojol Tagih Keberpihakan Pemprov DKI

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Sinopsis The Soulmate Rings, Drama Romantis Mook Worranit dan Euro Yotsawat

Sinopsis The Soulmate Rings, Drama Romantis Mook Worranit dan Euro Yotsawat

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Aturan Baru Ojol Resmi Terbit, Tarif hingga Kurir dan Pesan Antar Kini Diatur

Aturan Baru Ojol Resmi Terbit, Tarif hingga Kurir dan Pesan Antar Kini Diatur

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao

Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Gelapkan Dana Umat Rp145 Triliun, Biksu Thailand Divonis 742 Tahun Penjara

Gelapkan Dana Umat Rp145 Triliun, Biksu Thailand Divonis 742 Tahun Penjara

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Terkini

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

×