Donald Trump Berani Pecat Jerome Powell, Ekonomi AS Bakal Terguncang Hebat!

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 21 April 2025 | 09:38 WIB
Donald Trump Berani Pecat Jerome Powell, Ekonomi AS Bakal Terguncang Hebat!
Jerome Powell [Photo: Federal Reserve via federalreserve.gov]

Suara.com - Menteri Keuangan Prancis, Eric Lombard, melontarkan wanti-wanti dan peringatan keras bahwa tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan segala kebijakan keras hingga yang berpotensi memecat Gubernur bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell, dapat memicu kerusakan signifikan terhadap kredibilitas dolar AS dan menimbulkan kekacauan yang mendalam dalam perekonomian negara adidaya tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai masa depan Powell, yang dipicu oleh cuitan Trump yang menyatakan "pemberhentian Powell tidak bisa untuk tidak segera tiba (masanya)."

Eric Lombard, dalam wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar La Tribune Dimanche, menekankan bahwa kredibilitas dolar AS sudah lama tergerus akibat kebijakan tarif agresif yang diterapkan oleh Trump. Bahkan, jauh sebelumnya, nilai dolar AS sudah terus melemah secara politik akibat ersaingan ekonomi dengan negara-negara lain.

"Donald Trump sudah lama merusak kredibilitas dolar dengan langkah-langkah agresifnya terkait tarif," tegas Lombard.

Jika Powell diberhentikan dari jabatannya, Lombard memperkirakan bahwa kredibilitas dolar AS akan semakin terkikis, yang akan berdampak langsung pada pasar obligasi AS.

Konsekuensi dari tindakan tersebut, menurut Lombard, dapat berupa peningkatan biaya utang bagi pemerintah AS, yang pada akhirnya akan memicu "kekacauan mendalam dalam perekonomian AS."

Selain itu, ia juga memperkirakan bahwa situasi ini dapat memaksa Washington untuk duduk di meja perundingan dengan mitra dagangnya, termasuk Uni Eropa (UE), untuk meredakan ketegangan ekonomi yang timbul.

Peringatan Lombard ini muncul setelah Trump, yang menunjukkan kekecewaan atas kehati-hatian Powell dalam menurunkan suku bunga, melontarkan pernyataan kontroversial di media sosial.

Pernyataan tersebut memicu spekulasi luas mengenai niat Trump, apakah ia benar-benar berencana untuk memecat Powell atau hanya menunggu hingga masa jabatannya berakhir pada Mei 2026. Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hassett, bahkan mengonfirmasi bahwa Trump sedang mempertimbangkan kemungkinan pemecatan Powell.

Hubungan antara Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Trump sendiri telah diwarnai perbedaan pandangan dalam berbagai isu penting, mulai dari konflik di Ukraina, kebijakan perdagangan, hingga tawaran perlindungan bagi ilmuwan AS yang kehilangan pendanaan riset akibat kebijakan federal. Namun, komentar Lombard kali ini tergolong sangat tajam dan langsung, menyoroti kekhawatiran serius mengenai potensi dampak kebijakan Trump terhadap stabilitas ekonomi global.

Selain isu pemecatan Powell, Lombard juga mengkritik kebijakan tarif impor 10% yang diterapkan oleh Trump terhadap produk-produk dari Uni Eropa. Ia menilai bahwa kebijakan ini tidak mencerminkan semangat kerja sama yang seharusnya mendasari hubungan perdagangan antara kedua pihak.

"Tujuan Eropa adalah membangun zona perdagangan bebas dengan AS," tegas Lombard.

Lebih lanjut, Lombard menyatakan bahwa tarif 10% tersebut merupakan "kenaikan besar yang tidak berkelanjutan bagi perekonomian AS dan menimbulkan risiko serius bagi perdagangan global." Ia menyerukan kepada para CEO Eropa untuk menunjukkan "patriotisme ekonomi" dan bekerja sama dengan pemerintah masing-masing agar kawasan tersebut tidak tertinggal dalam persaingan global.

Sebelumnya, miliarder Prancis Bernard Arnault, pemilik grup LVMH yang memiliki merek-merek mewah seperti Moët & Chandon, Veuve Clicquot, dan Hennessy, juga mengisyaratkan bahwa para pemimpin UE belum cukup tegas dalam menyelesaikan sengketa tarif dengan AS. Pernyataan-pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan pemimpin Eropa mengenai potensi dampak kebijakan ekonomi Trump terhadap stabilitas ekonomi global dan hubungan transatlantik.

Ketegangan politik dengan China juga semakin membuat tekanan terhadap Donald Trump menguat pasca kenaikan tarif hingga lebih dari 100%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadapi "Badai" Tarif Trump, Kadin Ingatkan Kekuatan Optimisme dan Gotong Royong!

Hadapi "Badai" Tarif Trump, Kadin Ingatkan Kekuatan Optimisme dan Gotong Royong!

Bisnis | Minggu, 20 April 2025 | 11:06 WIB

Gara-gara Trump, Kepercayaan Warga Australia pada AS Anjlok ke Titik Terendah

Gara-gara Trump, Kepercayaan Warga Australia pada AS Anjlok ke Titik Terendah

Video | Minggu, 20 April 2025 | 13:17 WIB

Imbangi Neraca Dagang Demi Negosiasi, RI Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 85 Persen

Imbangi Neraca Dagang Demi Negosiasi, RI Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 85 Persen

News | Jum'at, 18 April 2025 | 10:36 WIB

Joe Biden Kembali Bicara: Sindiran Tajam dan Peringatan untuk Pemerintahan Trump

Joe Biden Kembali Bicara: Sindiran Tajam dan Peringatan untuk Pemerintahan Trump

News | Kamis, 17 April 2025 | 19:32 WIB

Robotaxi Elon Musk: Impian Futuristik yang Tersandung Politik Donald Trump

Robotaxi Elon Musk: Impian Futuristik yang Tersandung Politik Donald Trump

Otomotif | Kamis, 17 April 2025 | 19:59 WIB

Badai PHK Mengintai: 1,2 Juta Pekerja RI di Ujung Tanduk Perang Tarif AS-China!

Badai PHK Mengintai: 1,2 Juta Pekerja RI di Ujung Tanduk Perang Tarif AS-China!

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 14:46 WIB

Terkini

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:45 WIB

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:39 WIB

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:32 WIB

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Menaker: WFH Tidak Boleh Kurangi Gaji dan Tunjangan Karyawan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:21 WIB

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Ekonom Beberkan Solusi Agar APBN Tak Terbebani Subsidi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 22:05 WIB

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

WFH Seminggu Sekali untuk Swasta Tak Harus Setiap Jumat

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 21:33 WIB

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Dorong WFH 1 Hari dalam Sepekan, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tak Dipangkas

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:19 WIB