Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Daftar Kasus Keracunan MBG, Total Korban Capai 299 Orang

M Nurhadi

Jum'at, 25 April 2025 | 14:11 WIB
Daftar Kasus Keracunan MBG, Total Korban Capai 299 Orang
Dugaan kasus keracunan MBG di Bombana [Ist]

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tengah mendapat sorotan tajam akibat serangkaian kasus keracunan massal yang terjadi sepanjang tahun 2025. Lantas, berapa total korban yang diduga korban MBG tersebut?

Insiden keracunan massal terbaru terjadi di Bombana, Sulawesi Tenggara, melibatkan puluhan siswa SDN 33 Kasipute. Insiden ini kembali mengungkapkan potensi masalah dalam pelaksanaan program MBG, yang seharusnya memberikan manfaat gizi yang baik bagi para siswa.

Sebelum kejadian di Bombana, beberapa daerah lain juga mengalami insiden serupa, di mana keracunan massal melibatkan banyak siswa. Di antaranya bahkan ada yang sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Kasus Keracunan di Bombana

Pada Rabu (23/4/2025), insiden keracunan massal terbaru terjadi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, yang melibatkan puluhan siswa SDN 33 Kasipute.

Para siswa mengalami gejala muntah-muntah dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dari program MBG yang dibagikan di sekolah mereka.

Diketahui bahwa pihak kepolisian sedang mendalami kasus ini. Meskipun belum ada laporan resmi dari orang tua atau pihak sekolah, polisi telah turun langsung ke lokasi dan mengambil sampel makanan yang diduga basi untuk diperiksa di laboratorium kesehatan.

Sejauh ini, diduga bahwa keracunan tersebut disebabkan oleh aroma tajam dari proses marinasi daging ayam dalam menu makanan.

Bau tajam dari makanan tersebut dapat memicu rasa mual pada siswa. Walaupun beberapa siswa menolak makan ayam karena baunya yang menyengat, gejala keracunan tetap muncul pada sebagian besar siswa di SDN 33 Kasipute setelah mengonsumsi makanan MBG.

baca juga

Sebagai tindakan pencegahan, pihak sekolah telah melarang siswa untuk makan setelah keluhan mulai muncul. Beruntung, sebagian besar siswa telah membaik setelah mendapat penanganan medis. Saat ini, korban di rumah sakit terkait MBG ini mencapai 52 orang.

Kasus Keracunan di Cianjur

Keracunan massal yang terjadi pada 21 April 2025 di dua sekolah di Cianjur, Jawa Barat, melibatkan 78 siswa. Akibat jumlah korban yang cukup banyak, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur pun memutuskan untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Para siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG dalam sebuah acara hajatan di Kecamatan Mande. Sebagian besar dari mereka dirawat di rumah sakit, dan pihak Dinkes terus memantau kondisi kesehatan para korban. Setidaknya total korban mencapai 78 orang yang merupakan siswa dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur dengan gejala keracunan makanan.

Kasus ini juga melibatkan penyelidikan dari pihak kepolisian yang memeriksa 10 orang yang terlibat dalam penyediaan makanan.

Makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah diambil sampelnya dan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Meski sebagian besar korban mulai pulih, kasus ini memicu evaluasi mendalam terhadap kualitas dan pengawasan makanan yang diberikan dalam program MBG.

Kolase menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (X)
Kolase menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (X)

Kasus Keracunan Sebelumnya yang Viral

Sebelum peristiwa di Bombana dan Cianjur, serangkaian insiden keracunan massal lainnya juga terjadi di berbagai daerah Indonesia, menambah panjang daftar masalah yang dihadapi oleh program MBG. Di bawah ini adalah beberapa kasus yang terjadi sebelumnya:

1. Keracunan di Sukoharjo

Pada Januari 2025, di Sukoharjo, Jawa Tengah, 40 siswa SDN 3 Dukuh mengalami pusing dan muntah-muntah setelah menyantap hidangan MBG. Pihak Puskesmas Sukoharjo Kota menyatakan bahwa penyebab keracunan ini adalah ayam yang kurang matang.

2. Keracunan di Pandeglang

Kasus serupa terjadi di Pandeglang, Jawa Barat, di SDN 2 Alaswangi, yang melibatkan 40 siswa. Gejala keracunan mulai muncul pada sore hari setelah konsumsi makanan, dengan beberapa siswa mengalami sakit perut yang membutuhkan perawatan medis.

3. Keracunan di Batang

Pada 18 April 2025, 60 siswa SDN Proyonanggan 5 Batang mengalami gejala mual dan sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG. Makanan yang disajikan diduga tidak segar, dan pihak sekolah segera melakukan evaluasi terhadap makanan yang diberikan.

4. Keracunan di Waingapu

Di Waingapu, Sumba Timur, 29 siswa SD Katolik Andaluri juga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG, yang mereka katakan terasa basi dan tidak enak. Pihak kepolisian dan Puskesmas Waingapu segera turun tangan untuk memberikan pertolongan pertama.

Berapa Total Korban Keracunan yang Diduga Akibat Program MBG?

Berdasarkan sejumlah laporan dari berbagai daerah, total korban keracunan akibat program MBG di Indonesia pada tahun 2025 mencapai angka yang cukup signifikan.

Secara keseluruhan, jika ditotal, jumlah korban keracunan akibat program MBG mencapai lebih dari 200 orang hingga saat ini.

Kasus-kasus ini mengindikasikan perlunya perbaikan sistem pengawasan dan pelaksanaan program MBG di masa mendatang, agar insiden serupa tidak terulang dan program yang bertujuan baik ini dapat mencapai tujuannya dengan aman.

Melihat banyaknya insiden keracunan yang terjadi, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Pengawasan terhadap kualitas makanan yang disediakan, serta pelatihan untuk para penyedia layanan makanan sekolah, menjadi langkah penting untuk menghindari kejadian serupa.

Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam memastikan bahwa program ini dapat memberikan manfaat gizi yang optimal tanpa membahayakan kesehatan siswa.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Siswa Keracunan Lagi, Puan Maharani Desak Pemerintah Evaluasi Total Program MBG

Puluhan Siswa Keracunan Lagi, Puan Maharani Desak Pemerintah Evaluasi Total Program MBG

News | Kamis, 24 April 2025 | 16:03 WIB

Puan Minta MBG Dievaluasi Usai Ada Siswa Keracunan Lagi, Kepala BGN: Saran yang Baik

Puan Minta MBG Dievaluasi Usai Ada Siswa Keracunan Lagi, Kepala BGN: Saran yang Baik

News | Kamis, 24 April 2025 | 14:56 WIB

Proyek Ambisius, Eksekusi Amburadul: Mengulik Kontroversi Program Makan Bergizi Gratis

Proyek Ambisius, Eksekusi Amburadul: Mengulik Kontroversi Program Makan Bergizi Gratis

Your Say | Kamis, 24 April 2025 | 13:36 WIB

Update Terkini Kasus Keracunan MBG di Cianjur, Polisi Periksa 10 Orang

Update Terkini Kasus Keracunan MBG di Cianjur, Polisi Periksa 10 Orang

News | Rabu, 23 April 2025 | 20:02 WIB

Keracunan MBG di Cianjur, Kepala BGN Turun Tangan, Janjikan Perbaikan Sistem

Keracunan MBG di Cianjur, Kepala BGN Turun Tangan, Janjikan Perbaikan Sistem

News | Rabu, 23 April 2025 | 17:47 WIB

CEK FAKTA: Prabowo Ganti Program MBG jadi Pendidikan Gratis Seumur Hidup

CEK FAKTA: Prabowo Ganti Program MBG jadi Pendidikan Gratis Seumur Hidup

News | Rabu, 23 April 2025 | 17:19 WIB

Terkini

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:31 WIB

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:12 WIB

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:03 WIB

Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang

Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:50 WIB

BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo

BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:22 WIB

Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun

Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:13 WIB

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:05 WIB

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:56 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Ini Ungkap Sulit Saingi Indomaret, Pendapatan Kalah dari Warung Madura

Manajer Kopdes Merah Putih Ini Ungkap Sulit Saingi Indomaret, Pendapatan Kalah dari Warung Madura

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:37 WIB

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:35 WIB

×