Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Komisi XI Yakin Sri Mulyani Mampu Selamatkan Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 25 April 2025 | 15:05 WIB
Komisi XI Yakin Sri Mulyani Mampu Selamatkan Ekonomi Nasional di Tengah Ketidakpastian Global
Ilustrasi. Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Fathi, menyatakan keyakinannya terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang semakin dinamis.

Pernyataan ini disampaikan Fathi menanggapi keyakinan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tetap mampu menembus angka 5 persen, meskipun Dana Moneter Internasional (IMF) telah merevisi proyeksi ke angka 4,7 persen.

“Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan berbagai stimulus yang pro-rakyat dalam menghadapi gejolak global. Saya yakin strategi ini akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang solid dan inklusif,” ujar Fathi di Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Fathi menilai, berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan, termasuk keberlanjutan proyek strategis nasional, penguatan sektor manufaktur, serta peningkatan ekspor non-migas, akan menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Kita perlu terus dorong kolaborasi antar-lembaga, mempercepat penyerapan anggaran, serta mendorong UMKM dan sektor produktif lainnya agar tetap tumbuh. Dalam kondisi global yang penuh tekanan, kekuatan domestik harus jadi tumpuan utama,” tegasnya.

Fathi juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam memperluas pasar ekspor ke kawasan ASEAN, BRICS, hingga Eropa, sebagai bentuk respons adaptif terhadap kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Amerika Serikat.

“Kepercayaan dan optimisme harus kita jaga, namun tetap dibarengi dengan kewaspadaan dan strategi ekonomi yang konkret. DPR siap mengawal kebijakan yang berpihak pada rakyat dan pertumbuhan berkelanjutan,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap yakin bahwa ekonomi Indonesia pada tahun 2025 mampu tumbuh hingga 5 persen. Keyakinan ini diungkapkan Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Keuangan (KSSK) II Tahun 2025 di Jakarta.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan tetap akan mencapai sekitar 5 persen," tegas Sri Mulyani, menunjukkan optimisme pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh eskalasi perang dagang.

baca juga

Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2025, IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. IMF memprediksi ekonomi Indonesia pada 2025 hanya tumbuh 4,7 persen, lebih rendah dari ramalan sebelumnya sebesar 5,1 persen. Koreksi ini dilakukan seiring dengan meningkatnya eskalasi perang dagang yang dipicu oleh pengumuman tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

Sri Mulyani mengakui bahwa IMF mengoreksi ramalan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,4 persen lebih rendah dari prediksi sebelumnya. Namun, ia menekankan bahwa koreksi IMF terhadap perekonomian Indonesia relatif lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Misal Thailand yang direvisi sebesar 1,1 persen lebih rendah dari perkiraan sebelumnya atau Vietnam dikoreksi 0,9 persen lebih rendah. Begitu pun Filipina yang jadi 0,6 persen lebih rendah dan Meksiko yang dikoreksi turun 1,7 persen," jelas Sri Mulyani, menunjukkan bahwa Indonesia relatif lebih tangguh dalam menghadapi guncangan ekonomi global.

Menurut Sri Mulyani, dalamnya penurunan revisi IMF terhadap beberapa negara disebabkan oleh ketergantungan yang besar dari negara-negara tersebut terhadap perdagangan luar negeri. "Exposure dari perdagangan internasional mereka lebih besar dan dampak atau hubungan dari perekonomian mereka terhadap AS juga lebih besar," jelasnya.

Memburuknya dampak perang tarif semakin dirasakan setelah Tiongkok mengumumkan langkah balasan atau retaliasi. Meski lebih banyak negara-negara yang merespons kebijakan tarif resiprokal AS melalui jalur diplomasi atau negosiasi, langkah retaliasi ini, menurut Sri Mulyani, semakin merenggangkan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok.

Menghadapi dinamika perekonomian global yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia akan terus meningkatkan kewaspadaan. Selain mengambil langkah negosiasi, pemerintah akan memperkuat permintaan domestik agar tetap terjaga, melalui kebijakan fiskal dan moneter.

Sri Mulyani menyampaikan keyakinannya akan peluang pertumbuhan ekonomi yang besar karena adanya keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional, meningkatnya konstruksi yang mengungkit investasi, manufaktur Indonesia yang masih ekspansif, dan kinerja ekspor yang diperkirakan tetap baik.

Ekspor Indonesia didukung oleh peningkatan ekspor non-migas, terutama komoditas CPO, besi dan baja, serta mesin dan peralatan elektrik. Pemerintah juga aktif menjajaki potensi perluasan ekspor produk-produk unggulan di pasar ASEAN, BRICS, dan Eropa di tengah kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh AS.

"Karena faktor-faktor tersebut, saya memperkirakan pada 2025 ekonomi Indonesia akan tetap mencapai 5 persen," tegas Sri Mulyani, menunjukkan keyakinan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makin Melorot, Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Jadi 4,7 Persen

Makin Melorot, Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Jadi 4,7 Persen

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 14:31 WIB

Sri Mulyani "Buka Kartu" Strategi AS di Forum G20, Indonesia Mantapkan Posisi dalam Negosiasi Tarif

Sri Mulyani "Buka Kartu" Strategi AS di Forum G20, Indonesia Mantapkan Posisi dalam Negosiasi Tarif

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 11:35 WIB

APBN Tekor Rp 104,2 Triliun, Sri Mulyani Tambah Utang Lagi

APBN Tekor Rp 104,2 Triliun, Sri Mulyani Tambah Utang Lagi

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 17:06 WIB

Terkini

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:19 WIB

Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang

Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:11 WIB

×