Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

RI Tegaskan Pintu Terbuka Lebar untuk Mastercard & Visa, Bantah Batasi Persaingan Sistem Pembayaran

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 25 April 2025 | 15:14 WIB
RI Tegaskan Pintu Terbuka Lebar untuk Mastercard & Visa, Bantah Batasi Persaingan Sistem Pembayaran
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Suara.com - Pemerintah Indonesia dengan tegas membantah tudingan Amerika Serikat (AS) terkait pembatasan persaingan bagi operator sistem pembayaran asing seperti Mastercard dan Visa di Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia justru bersikap sangat terbuka terhadap kerja sama dengan para raksasa pembayaran global tersebut.

Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap kritik yang dilayangkan AS melalui Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) terkait regulasi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). USTR menilai kebijakan tersebut menghambat operator sistem pembayaran luar negeri untuk bersaing secara adil di pasar Indonesia.

Dalam konferensi pers daring mengenai Perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (25/4/2025), Menko Airlangga meluruskan kesalahpahaman tersebut. "Mereka (perusahaan AS) terbuka untuk masuk di dalam frontend maupun berpartisipasi, dan itu level playing field sama dengan yang lain. Jadi ini sebetulnya masalahnya hanya penjelasan," tegas Airlangga.

Menko Airlangga menekankan bahwa Indonesia telah memberikan kesempatan yang setara bagi semua pihak yang ingin berkolaborasi dalam ekosistem pembayaran digital nasional. Ia meyakini bahwa keluhan yang dilayangkan USTR lebih disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai implementasi dan tujuan dari regulasi QRIS dan GPN.

Sebelumnya, USTR dalam laporan National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers 2025 yang dirilis pada 31 Maret lalu, menyoroti proses penyusunan kebijakan QRIS oleh Bank Indonesia yang dinilai tidak melibatkan pemangku kepentingan internasional.

USTR menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan AS, termasuk bank dan penyedia jasa pembayaran, merasa tidak diberi informasi maupun ruang untuk menyampaikan pandangan selama proses perumusan kebijakan QRIS. Mereka menilai proses tersebut menyulitkan integrasi sistem asing ke dalam arsitektur pembayaran domestik Indonesia.

Menanggapi keluhan tersebut, Menko Airlangga kembali menegaskan bahwa Indonesia selalu terbuka untuk berkolaborasi dan telah menciptakan lingkungan persaingan yang adil bagi semua pemain di industri sistem pembayaran. Ia meyakini bahwa dengan penjelasan yang lebih komprehensif, kekhawatiran pihak AS dapat diatasi.

Lebih lanjut, Airlangga juga menanggapi keluhan USTR mengenai pusat perbelanjaan Mangga Dua di Jakarta yang dianggap sebagai pusat perdagangan barang bajakan. Ia menyatakan bahwa isu tersebut belum masuk dalam ranah negosiasi tarif antara delegasi Indonesia dan AS. "Tidak ada pembahasan mengenai Mangga Dua. Ini tidak ada. Jadi bahkan kita belum bicara detail inti," katanya.

Menko Airlangga menekankan bahwa prioritas utama Indonesia saat ini adalah pembenahan sektor industri nasional secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui penguatan teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, dan implementasi kebijakan ekonomi hijau. Menurutnya, langkah strategis ini jauh lebih krusial dalam memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan dagang global jangka panjang.

Dengan penegasan dari Menko Airlangga ini, diharapkan polemik mengenai pembatasan persaingan sistem pembayaran dapat segera mereda. Indonesia berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan kompetitif, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional dan memberikan peluang yang sama bagi semua pemain, baik domestik maupun internasional.

Fokus pemerintah saat ini adalah membangun fondasi industri yang kuat agar Indonesia dapat menjadi pemain kunci dalam kancah perdagangan global. Upaya ini meliputi peningkatan daya saing melalui adopsi teknologi terkini, pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan implementasi kebijakan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Menurutnya, langkah-langkah strategis ini jauh lebih krusial dalam memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap hubungan dagang global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Juga Protes Kebijakan Hilirisasi Nikel Warisan Jokowi

AS Juga Protes Kebijakan Hilirisasi Nikel Warisan Jokowi

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 12:28 WIB

QRIS vs Raksasa AS: Konflik Kedaulatan di Era Pembayaran Digital

QRIS vs Raksasa AS: Konflik Kedaulatan di Era Pembayaran Digital

Your Say | Rabu, 23 April 2025 | 10:01 WIB

Tak Hanya Barang Bajakan dan QRIS, AS Juga Protes Soal UU Produk Halal RI

Tak Hanya Barang Bajakan dan QRIS, AS Juga Protes Soal UU Produk Halal RI

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 16:18 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB