RI Tegaskan Pintu Terbuka Lebar untuk Mastercard & Visa, Bantah Batasi Persaingan Sistem Pembayaran

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 25 April 2025 | 15:14 WIB
RI Tegaskan Pintu Terbuka Lebar untuk Mastercard & Visa, Bantah Batasi Persaingan Sistem Pembayaran
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Suara.com - Pemerintah Indonesia dengan tegas membantah tudingan Amerika Serikat (AS) terkait pembatasan persaingan bagi operator sistem pembayaran asing seperti Mastercard dan Visa di Tanah Air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia justru bersikap sangat terbuka terhadap kerja sama dengan para raksasa pembayaran global tersebut.

Pernyataan ini merupakan respons langsung terhadap kritik yang dilayangkan AS melalui Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) terkait regulasi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). USTR menilai kebijakan tersebut menghambat operator sistem pembayaran luar negeri untuk bersaing secara adil di pasar Indonesia.

Dalam konferensi pers daring mengenai Perkembangan Lanjutan Negosiasi Dagang Indonesia-Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (25/4/2025), Menko Airlangga meluruskan kesalahpahaman tersebut. "Mereka (perusahaan AS) terbuka untuk masuk di dalam frontend maupun berpartisipasi, dan itu level playing field sama dengan yang lain. Jadi ini sebetulnya masalahnya hanya penjelasan," tegas Airlangga.

Menko Airlangga menekankan bahwa Indonesia telah memberikan kesempatan yang setara bagi semua pihak yang ingin berkolaborasi dalam ekosistem pembayaran digital nasional. Ia meyakini bahwa keluhan yang dilayangkan USTR lebih disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai implementasi dan tujuan dari regulasi QRIS dan GPN.

Sebelumnya, USTR dalam laporan National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers 2025 yang dirilis pada 31 Maret lalu, menyoroti proses penyusunan kebijakan QRIS oleh Bank Indonesia yang dinilai tidak melibatkan pemangku kepentingan internasional.

USTR menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan AS, termasuk bank dan penyedia jasa pembayaran, merasa tidak diberi informasi maupun ruang untuk menyampaikan pandangan selama proses perumusan kebijakan QRIS. Mereka menilai proses tersebut menyulitkan integrasi sistem asing ke dalam arsitektur pembayaran domestik Indonesia.

Menanggapi keluhan tersebut, Menko Airlangga kembali menegaskan bahwa Indonesia selalu terbuka untuk berkolaborasi dan telah menciptakan lingkungan persaingan yang adil bagi semua pemain di industri sistem pembayaran. Ia meyakini bahwa dengan penjelasan yang lebih komprehensif, kekhawatiran pihak AS dapat diatasi.

Lebih lanjut, Airlangga juga menanggapi keluhan USTR mengenai pusat perbelanjaan Mangga Dua di Jakarta yang dianggap sebagai pusat perdagangan barang bajakan. Ia menyatakan bahwa isu tersebut belum masuk dalam ranah negosiasi tarif antara delegasi Indonesia dan AS. "Tidak ada pembahasan mengenai Mangga Dua. Ini tidak ada. Jadi bahkan kita belum bicara detail inti," katanya.

Menko Airlangga menekankan bahwa prioritas utama Indonesia saat ini adalah pembenahan sektor industri nasional secara menyeluruh. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia melalui penguatan teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, dan implementasi kebijakan ekonomi hijau. Menurutnya, langkah strategis ini jauh lebih krusial dalam memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan dagang global jangka panjang.

Dengan penegasan dari Menko Airlangga ini, diharapkan polemik mengenai pembatasan persaingan sistem pembayaran dapat segera mereda. Indonesia berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan kompetitif, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional dan memberikan peluang yang sama bagi semua pemain, baik domestik maupun internasional.

Fokus pemerintah saat ini adalah membangun fondasi industri yang kuat agar Indonesia dapat menjadi pemain kunci dalam kancah perdagangan global. Upaya ini meliputi peningkatan daya saing melalui adopsi teknologi terkini, pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan implementasi kebijakan ekonomi hijau yang berkelanjutan. Menurutnya, langkah-langkah strategis ini jauh lebih krusial dalam memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap hubungan dagang global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Juga Protes Kebijakan Hilirisasi Nikel Warisan Jokowi

AS Juga Protes Kebijakan Hilirisasi Nikel Warisan Jokowi

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 12:28 WIB

QRIS vs Raksasa AS: Konflik Kedaulatan di Era Pembayaran Digital

QRIS vs Raksasa AS: Konflik Kedaulatan di Era Pembayaran Digital

Your Say | Rabu, 23 April 2025 | 10:01 WIB

Tak Hanya Barang Bajakan dan QRIS, AS Juga Protes Soal UU Produk Halal RI

Tak Hanya Barang Bajakan dan QRIS, AS Juga Protes Soal UU Produk Halal RI

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 16:18 WIB

Terkini

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:43 WIB

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:41 WIB

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:27 WIB

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:24 WIB

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:36 WIB

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB