Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Ingin Fokus Bisnis Keluarga, Boy Thohir Mundur dari Komisari GOTO

Achmad Fauzi

Jum'at, 02 Mei 2025 | 18:23 WIB
Ingin Fokus Bisnis Keluarga, Boy Thohir Mundur dari Komisari GOTO
Garibaldi Thohir atau Boy Thohir jadi Komisaris Gojek. (Dok: Gojek)

Suara.com - Perusahaan teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) kembali mengalami perombakan di jajaran manajemen puncaknya. Salah satunya, Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Komisaris Perseroan.

Seperti dikutip dari keterbukaan informasi, pengunduran diri Boy Thohir disampaikan melalui surat resmi kepada perusahaan yang diterima pada 2 Mei 2025.

Keputusan untuk mundur dari komisaris GOTO karena, Bos Adaro Energi ingin fokus pada usaha keluarganya.

Tak hanya Boy Thohir, perubahan besar juga terjadi di jajaran Direksi GOTO. Pada 30 April 2025, Perseroan telah menerima pengunduran diri dua direksi yaitu:

  1. Thomas Kristian Husted, dari jabatannya sebagai Wakil Direktur Utama. Ia akan terus melanjutkan perannya di dalam ekosistem GoTo Financial.
  2. Nila Marita Indreswari, dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan, dengan alasan ingin fokus pada minat lain di luar perusahaan.

Selain itu, Pablo Malay, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Perseroan, juga mengajukan surat pengunduran diri. Namun, Pablo akan dinominasikan sebagai Komisaris Perseroan, yang penetapannya akan menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang.

Manajemen GOTO menyampaikan bahwa perubahan ini akan dilanjutkan dengan proses nominasi dan penyusunan ulang komposisi Dewan Komisaris dan Direksi, termasuk pengajuan nama-nama baru sebagai Komisaris Independen dan anggota Direksi baru.

Perseroan menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku, yaitu POJK No. 33/2014 dan POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang rencana serta penyelenggaraan RUPS perusahaan terbuka.

Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan dengan agenda persetujuan atas pengunduran diri pihak-pihak sebagaimana tersebut di atas akan dilaksanakan dalam waktu dekat, di mana Perseroan akan melakukan prosedur pengumuman dan pemanggilan sesuai dengan ketentuan POJK 15/2020.

Kinerja GOTO

baca juga

GOTO mengumumkan kinerja keuangan kuartal IV dan tahun penuh 2024, yang melampaui panduan titik impasnya dengan pencapaian rekor tertinggi pada GTV inti, pendapatan bruto, dan EBITDA yang disesuaikan dan menegaskan pertumbuhan dan profitabilitas GoTo yang semakin pesat.

Kinerja keuangan GoTo yang kuat mencerminkan momentum yang sehat untuk seluruh portofolio produknya, didukung oleh disiplin pengelolaan biaya dan insentif guna mendorong pertumbuhan serta profitabilitas yang berkelanjutan. Pengguna yang Bertransaksi Bulanan (Monthly Transacting Users/MTUs) dalam ekosistem GoTo tumbuh 22% YoY pada kuartal keempat dan 16% setahun penuh.

GTV inti Grup meningkat sebesar 66% YoY pada kuartal keempat menjadi Rp79,2 triliun dan tumbuh 58% sepanjang tahun penuh menjadi Rp268,2 triliun. Sementara itu, GTV1,3 Grup pada kuartal keempat tumbuh 32% YoY menjadi Rp144,5 triliun, dan tumbuh 29% untuk setahun penuh menjadi Rp519,8 triliun.

Pendapatan bruto1,2,7 tumbuh 28% YoY pada kuartal keempat menjadi Rp5,0 triliun dan naik 30% sepanjang tahun penuh menjadi Rp18,1 triliun. EBITDA Grup yang disesuaikan1,4 tumbuh 348% YoY dan 191% secara kuartalan (QoQ) pada kuartal keempat, mencapai Rp399 miliar untuk periode tersebut dan Rp386 miliar untuk setahun penuh.

Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, menyatakan sepanjang tahun 2024 pihaknya terus mencari cara baru dan efektif untuk memenangkan persaingan ketat dalam menjangkau konsumen Indonesia. Melalui inovasi produk yang konsisten dan eksekusi yang unggul.

"Kami berhasil melampaui panduan yang telah ditetapkan, dengan pencapaian EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp386 miliar untuk setahun penuh serta mencatatkan kuartal pertama dengan EBITDA yang disesuaikan positif pada unit bisnis Financial Technology. Kami telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengguna sepanjang tahun dan mengharapkan hal ini akan terus berlanjut hingga tahun 2025 seiring dengan strategi ekosistem kami yang terus terbukti efektif," kata Patrick dalam keterangannya dikutip Rabu (12/3/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GOTO Catat Bisnis GTV Inti Raup Rp83,2 Triliun di Kuartal I 2025

GOTO Catat Bisnis GTV Inti Raup Rp83,2 Triliun di Kuartal I 2025

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 18:05 WIB

Kompak! Mitra Driver dan Manajemen GoTo Buat Kegiatan Sosial untuk Anak Yatim

Kompak! Mitra Driver dan Manajemen GoTo Buat Kegiatan Sosial untuk Anak Yatim

Bisnis | Sabtu, 26 April 2025 | 20:39 WIB

Boy Thohir Borong 7,3 Juta Lembar Saham Adaro

Boy Thohir Borong 7,3 Juta Lembar Saham Adaro

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 12:01 WIB

Terkini

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

×