Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Lesu! Ekonomi Indonesia Kuartal I 2025 di Bawah 5 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 05 Mei 2025 | 11:59 WIB
Lesu! Ekonomi Indonesia Kuartal I 2025 di Bawah 5 Persen
Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal tahun 2025 menunjukkan tren yang kurang menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini (5/5/2025) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada kuartal I 2025 tercatat sebesar 4,87 persen secara year on year (yoy).

Angka ini berada di bawah ekspektasi dan menunjukkan perlambatan dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I 2024 yang mencapai 5,11 persen.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi persnya menjelaskan bahwa berdasarkan data Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.665,9 triliun, sementara atas dasar harga konstan adalah Rp 3.264,5 triliun.

"Secara year on year ekonomi kuartal I 2025 yang tumbuh sebesar 4,87 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan ini relatif lebih rendah dibandingkan kuartal I 2024 yang tumbuh 5,11 persen," ungkap Amalia dalam konfrensi persnya di Jakarta, Senin (5/5/2025).

Lebih lanjut, BPS juga mencatat adanya kontraksi sebesar -0,98 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV 2024 (quarter to quarter atau q-to-q). Amalia menjelaskan bahwa kontraksi ini sejalan dengan pola historis di mana pertumbuhan ekonomi pada kuartal I cenderung lebih rendah dibandingkan kuartal IV tahun sebelumnya. Hal ini seringkali disebabkan oleh faktor musiman dan berakhirnya momentum belanja akhir tahun.

Meskipun terjadi perlambatan secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen mencatatkan pertumbuhan positif secara year on year. Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB dengan pangsa mencapai 54,53 persen dan pertumbuhan sebesar 4,89 persen. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga ini didorong oleh adanya momen liburan serta perayaan Ramadan dan menjelang Idul Fitri yang jatuh pada akhir Maret 2025, memicu peningkatan belanja masyarakat.

Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, yang memiliki kontribusi signifikan sebesar 28,03 persen, justru menunjukkan perlambatan pertumbuhan yang cukup tajam, hanya sebesar 2,12 persen. Perlambatan investasi ini menjadi perhatian tersendiri karena investasi merupakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Kabar baik datang dari sektor ekspor, yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara komponen pengeluaran, yakni sebesar 6,78 persen. Pertumbuhan ekspor ini didorong oleh peningkatan nilai ekspor nonmigas serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, menunjukkan bahwa kinerja perdagangan luar negeri masih cukup solid.

Namun, konsumsi pemerintah menjadi satu-satunya komponen pengeluaran yang mengalami kontraksi signifikan sebesar -1,38 persen secara year on year. Amalia menjelaskan bahwa kontraksi ini terutama disebabkan oleh perbedaan basis perbandingan dengan kuartal I tahun sebelumnya, di mana terdapat belanja pemerintah yang cukup besar terkait dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu). Dengan tidak adanya agenda Pemilu pada kuartal I 2025, belanja pemerintah mengalami penurunan.

baca juga

Dari sisi sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar, yaitu sebesar 2,61 persen. Diikuti oleh PMTB dengan sumber pertumbuhan 0,65 persen dan net ekspor (selisih antara ekspor dan impor) dengan sumber pertumbuhan 0,83 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah justru memberikan kontribusi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, sebesar -0,08 persen.

Angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 yang berada di bawah 5 persen ini menjadi sinyal perlunya kewaspadaan dan evaluasi lebih lanjut. Meskipun konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama, perlambatan investasi menjadi perhatian serius yang perlu diatasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan.

Kontraksi pada konsumsi pemerintah juga perlu dianalisis lebih dalam untuk memahami dampaknya terhadap berbagai sektor. Pemerintah perlu mengoptimalkan belanja yang produktif dan tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pertumbuhan ekspor yang solid menjadi modal penting, namun pemerintah perlu terus berupaya untuk meningkatkan daya saing produk ekspor dan memperluas pasar tujuan ekspor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Yakin Inflasi Tetap Terjaga, Apa Faktornya?

BI Yakin Inflasi Tetap Terjaga, Apa Faktornya?

Bisnis | Minggu, 04 Mei 2025 | 07:22 WIB

Bos BPS Buka-bukaan Standar Miskin Orang Indonesia

Bos BPS Buka-bukaan Standar Miskin Orang Indonesia

Bisnis | Sabtu, 03 Mei 2025 | 16:41 WIB

BPS Catat Kenaikan Signifikan Produksi Beras Nasional di Paruh Pertama 2025

BPS Catat Kenaikan Signifikan Produksi Beras Nasional di Paruh Pertama 2025

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 12:53 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×