Gebrakan Baru, Pi Network Kini Bisa Ditransaksikan dengan Uang Tunai di 100 Negara

Achmad Fauzi

Senin, 05 Mei 2025 | 12:13 WIB
Gebrakan Baru, Pi Network Kini Bisa Ditransaksikan dengan Uang Tunai di 100 Negara
ilustrasi aset kripto Pi Network/(X @Dr_Picoin).

Suara.com - Pi Network, salah satu aset kripto, kembali mencuri perhatian dunia kripto. Setelah lama dinanti, proyek blockchain ini resmi menggandeng penyedia layanan pembayaran global BANXA dalam skema Know Your Business (KYB).

Seperti dilansir dari Cyrpto News, Senin 5 Mei 2025 Kerja sama ini memungkinkan pengguna di lebih dari 100 negara membeli Pi langsung dengan uang tunai, sebuah langkah yang disebut analis kripto Dr. Altcoin sebagai pemain perubahan dalam perjalanan Pi menuju adopsi massal.

Kabar ini menjadi angin segar bagi komunitas Pi yang selama ini menghadapi tantangan dalam mengakses dan menggunakan aset digital tersebut. Dengan adanya integrasi BANXA, pengguna tak lagi perlu melewati proses rumit yang biasa terjadi di dunia kripto, menjadikan Pi lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Tak hanya itu, sistem transaksi peer-to-peer dalam ekosistem Pi kini menerapkan verifikasi berlapis. Para pengguna diwajibkan menyelesaikan proses know your customer (KYC) dan menggunakan dompet non-custodial demi menjamin keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi internasional yang terus berkembang. Langkah ini juga dinilai krusial dalam mencegah penipuan dan penyalahgunaan identitas.

Dr. Altcoin juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, bursa-bursa besar seperti BitMart dan HTX diprediksi akan menerima persetujuan KYB tambahan. Perkembangan ini kemungkinan besar akan menjadi sorotan utama dalam ajang Consensus 2025, salah satu konferensi kripto paling bergengsi di dunia.

Dengan pendekatan pro-regulasi yang makin kuat, Pi berpotensi tampil sebagai proyek yang “berbeda” di tengah pasar kripto yang makin sesak.

Namun, di balik kabar positif tersebut, performa harga Pi justru masih berkutat dalam tren lemah. Pasangan PI/USDT saat ini diperdagangkan sedikit di atas level support kritis USD0,58.

Meskipun sentimen berita cukup kuat, tekanan beli belum terlihat nyata di pasar. Harga Pi bahkan telah turun di bawah rata-rata pergerakan (moving average) 10, 20, dan 50 harinya, menandakan dominasi dari para penjual.

Indeks Kekuatan Relatif (RSI) juga hanya berada di level 40, belum menunjukkan tanda-tanda kondisi oversold yang bisa memicu pembalikan harga. Indikator lainnya seperti MACD juga menunjukkan sinyal lemah tanpa adanya potensi crossover bullish dalam waktu dekat.

baca juga

Volume perdagangan pun tergolong rendah, dengan Indeks Arah Rata-rata (ADX) di bawah 10—indikasi bahwa pasar tengah berada dalam fase ragu-ragu tanpa arah yang jelas.

Meski begitu, harapan belum sepenuhnya padam. Jika level support USD0,58 mampu bertahan dan antusiasme terhadap inisiatif kepatuhan terus meningkat, peluang untuk pemulihan harga tetap terbuka.

Namun, untuk benar-benar mengubah tren, Pi perlu menembus kembali kisaran USD0,60–0,62 dengan volume yang solid. Tanpa itu, pasar kemungkinan akan tetap berhati-hati dan bias harga bisa terus negatif.

Dengan ekosistem yang semakin matang dan jangkauan global yang terus meluas, banyak pihak percaya bahwa Pi tinggal menunggu momentum yang tepat untuk kembali bersinar.

Bisa Naik di Bulan Mei

Analis mata uang kripto Dr Altcoin lewat analisisnya di Media Sosial X mengatakan, harga Pi Coin akan melonjak selama Consensus Summit mendatang, di mana pendiri Pi Network berencana berpidato dalam acara tersebut.

Dr Altcoin memperkirakan dimulainya reli Pi Network pada pertengahan Mei. Dr Altcoin mencatat bahwa investor dapat mengharapkan tanggal dimulainya harga Pi Network selama Consensus Summit yang dijadwalkan pada bulan Mei.

Prediksi Dr Altcoin berbeda dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan dimulainya reli Pi Coin menjelang akhir Agustus. Investor sebelumnya menggantungkan harapan mereka pada reli harga setelah berakhirnya acara pembukaan Pi , yang akan merilis 212 juta Pi Coin.

Namun, Dr Altcoin memperkirakan reli akan dimulai jauh lebih awal di bulan Mei, dipicu oleh momentum seputar acara Konsensus. Dr Altcoin sebelumnya telah mengungkapkan mengapa Konsensus 2025 akan menjadi penting bagi Jaringan Pi, mengingat banyaknya jumlah dan kualitas peserta.

"Saya cukup yakin bahwa kenaikan harga Pi mungkin akan dimulai selama KTT Konsensus (14-16 Mei 2025) daripada pada akhir Agustus ketika pembukaan Pi berkurang secara signifikan," tulis Dr Altcoin, seperti dilansir dari CoinGape.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pi Network di Ujung Tanduk, Tapi Berpotensi Rebound

Pi Network di Ujung Tanduk, Tapi Berpotensi Rebound

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 13:37 WIB

Harga Pi Network Terjun Bebas Jadi USD 0,6, Tapi Punya Momentum Naik di Mei

Harga Pi Network Terjun Bebas Jadi USD 0,6, Tapi Punya Momentum Naik di Mei

Bisnis | Rabu, 30 April 2025 | 12:05 WIB

Bisa Cuan! Begini Cara Dapat Keuntungan dari Main Pi Coin

Bisa Cuan! Begini Cara Dapat Keuntungan dari Main Pi Coin

Bisnis | Selasa, 29 April 2025 | 16:15 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×