Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Rupiah Tersungkur Lawan Dolar Usai Trump Patok Tarif Impor RI 19 Persen

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 16 Juli 2025 | 09:53 WIB
Rupiah Tersungkur Lawan Dolar Usai Trump Patok Tarif Impor RI 19 Persen
Ilustrasi. Nilai tukar rupiah kembali tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (16/7/2025).

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (16/7/2025).

Pelemahan ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor sebesar 19 persen untuk produk-produk dari Indonesia.

Pada pukul 09.00 WIB, dolar AS terpantau bertengger di level Rp 16.266, menguat 16,50 poin atau 0,10 persen dari posisi penutupan kemarin, Selasa (15/7/2025), di Rp 16.250. 

Data Bloomberg mencatat, mata uang Paman Sam bahkan sempat menyentuh level tertinggi hari ini di Rp 16.272. Dengan tren penguatan ini, dolar AS diperkirakan akan bergerak di rentang Rp 16.261 hingga Rp 16.305 sepanjang hari ini.

Kenaikan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden Trump ini sontak memicu kekhawatiran di pasar keuangan, terutama terkait potensi dampak negatifnya terhadap kinerja ekspor Indonesia ke AS. 

Kebijakan ini dikhawatirkan dapat mengurangi daya saing produk-produk Indonesia, yang pada gilirannya dapat menekan penerimaan devisa negara dan memperlebar defisit transaksi berjalan.

Di sisi lain, pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya menunjukkan variasi. Dolar AS terpantau menguat 0,12 persen terhadap euro dan 0,10 persen terhadap pound sterling. 

Penguatan signifikan juga terjadi terhadap dolar Australia sebesar 0,25 persen. Namun, dolar AS justru melemah tipis 0,05 persen terhadap yen Jepang, serta 0,02 persen terhadap franc Swiss dan 0,09 persen terhadap dolar Kanada.

Sebelumnya Amerika Serikat dan Indonesia dilaporkan telah mencapai kesepakatan perdagangan baru setelah pembicaraan antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. 

Pengumuman ini disampaikan oleh Trump pada Selasa, (15/7/2025) melalui platform Truth Social miliknya.

Menurut Trump, yang dikutip dari CNN Business pada Rabu, 16 Juli 2025, kesepakatan tersebut mencakup penghapusan tarif oleh Indonesia terhadap ekspor dari AS alias 100 persen . Sebaliknya, AS akan menurunkan tarif impor dari Indonesia menjadi 19 persen, dari sebelumnya 32 persen .

Trump juga mengklaim bahwa kesepakatan ini telah "diselesaikan." Namun, hingga Selasa sore, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan atau pengumuman resmi terkait kesepakatan tersebut.

Dalam unggahan terpisah di Truth Social, Trump merinci beberapa komitmen penting dari pihak Indonesia, yaitu:

  • Pembelian Energi AS senilai $15 miliar.
  • Pembelian Produk Pertanian Amerika senilai $4,5 miliar.
  • Pembelian 50 pesawat Boeing, dengan banyak di antaranya adalah seri Boeing 777.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Kebijakan Tarif Trump Mulai Terasa, Harga Barang-barang Pokok Mulai Mahal

Dampak Kebijakan Tarif Trump Mulai Terasa, Harga Barang-barang Pokok Mulai Mahal

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 09:38 WIB

Trump Patok Tarif Impor RI jadi 19 Persen, Tapi AS Full Akses

Trump Patok Tarif Impor RI jadi 19 Persen, Tapi AS Full Akses

Bisnis | Rabu, 16 Juli 2025 | 07:59 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.267 per Dolar, Trump Mulai Berani Ancam Vladimir Putin

Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.267 per Dolar, Trump Mulai Berani Ancam Vladimir Putin

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 15:51 WIB

Terkini

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:11 WIB

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:09 WIB