IHSG Diprediksi Melemah Tipis Hari Ini, Bursa Asing Mayoritas Terkoreksi

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 06 Mei 2025 | 07:16 WIB
IHSG Diprediksi Melemah Tipis Hari Ini, Bursa Asing Mayoritas Terkoreksi
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

Suara.com - Wall Street mengalami pelemahan pada perdagangan Senin (5/5/2025) (Selasa waktu WIB), dengan seluruh indeks utama mencatatkan penurunan. Sentimen negatif ini dipicu oleh pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali menimbulkan ketidakpastian seputar kebijakan tarif perdagangan.

Di sisi lain, para investor juga tengah bersiap menanti pengumuman kebijakan moneter dari bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan pada pekan ini.

Indeks S&P 500 terkoreksi sebesar 0,64%, diikuti oleh penurunan Nasdaq Composite sebesar 0,74%, dan Dow Jones Industrial Average yang melemah 0,24%. Pergerakan ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam menyikapi arah kebijakan ekonomi AS ke depan.

Data ekonomi yang dirilis pada hari yang sama oleh Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa aktivitas sektor jasa AS pada bulan April melampaui ekspektasi. Meskipun data ini secara fundamental positif, namun tidak mampu mengimbangi kekhawatiran pasar terkait potensi perang dagang.

Lebih lanjut, sentimen pasar sempat diwarnai laporan dari Bloomberg yang menyebutkan bahwa India mengajukan proposal tarif nol untuk produk baja, komponen otomotif, dan farmasi secara timbal balik dengan batasan kuantitas tertentu.

Di tengah isu ini, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Amerika Serikat hampir mencapai beberapa kesepakatan dagang. Pernyataan ini sejalan dengan komentar Presiden Trump sehari sebelumnya yang mengindikasikan bahwa perjanjian dagang mungkin tercapai dalam waktu dekat.

"Kami sedang bernegosiasi dengan banyak negara, tetapi pada akhirnya, saya sendiri yang akan membuat kesepakatan, karena saya yang menentukan kesepakatan, bukan mereka," ujar Trump kepada awak media, menegaskan peran sentralnya dalam negosiasi perdagangan.

Namun, Trump juga menyampaikan bahwa dirinya tidak berencana untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping. Pernyataan yang kontradiktif ini semakin menambah ketidakpastian di kalangan investor mengenai prospek hubungan dagang AS dengan mitra-mitra utamanya.

Pasar Asia Bervariasi, Australia Tertekan Pasca Pemilu

Pergerakan pasar saham global juga dipengaruhi oleh dinamika di kawasan Asia. Bursa saham Australia mencatatkan penurunan signifikan sebesar 0,97% pada indeks ASX 200. Koreksi ini terjadi setelah Anthony Albanese kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Australia, menjadikannya PM pertama yang berhasil mempertahankan kekuasaan selama dua periode berturut-turut dalam 21 tahun terakhir.

Kemenangan Albanese dianggap sebagai sinyal stabilitas kebijakan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sementara itu, mayoritas bursa saham utama di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan China terpantau tutup karena hari libur.

IHSG Bergerak Positif di Tengah Perlambatan Ekonomi Domestik

Di tengah pelemahan yang terjadi di Wall Street dan sebagian besar pasar Asia yang libur, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru menunjukkan tren positif. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat sebesar 0,24%, dengan catatan arus modal asing masuk (net buy) sebesar kurang lebih Rp87 miliar. Saham-saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI menjadi incaran investor asing, selain ANTM, BBNI, dan BRIS.

Secara teknikal, analis memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi terbatas pada perdagangan hari ini, dengan level support di kisaran 6760-6800 dan resistance di rentang 6850-6900.

Fenomena menariknya, penguatan IHSG terjadi di tengah data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat menjadi 4,87% pada kuartal I-2025, angka terendah sejak kuartal III-2021. Optimisme investor di pasar modal Indonesia tampaknya didukung oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Anung Serius Kaji IPO PAM Jaya, Targetkan Dana Segar Rp8 Triliun

Pramono Anung Serius Kaji IPO PAM Jaya, Targetkan Dana Segar Rp8 Triliun

News | Senin, 05 Mei 2025 | 20:18 WIB

Reli Penguatan IHSG Masih Berlangsung Hingga Akhir Perdagangan Senin, Ini Saham Pendorongnya

Reli Penguatan IHSG Masih Berlangsung Hingga Akhir Perdagangan Senin, Ini Saham Pendorongnya

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 16:48 WIB

IHSG Kembali Betah di Level 6.800 pada Pembukaan Perdagangan Senin, Cek Saham Pendorongnya

IHSG Kembali Betah di Level 6.800 pada Pembukaan Perdagangan Senin, Cek Saham Pendorongnya

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 09:17 WIB

IHSG Terus Unjuk Gigi, Diproyeksikan Bisa Menguat Hari Ini

IHSG Terus Unjuk Gigi, Diproyeksikan Bisa Menguat Hari Ini

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 08:27 WIB

IHSG Makin Mantap di Zona Hijau ke Level 6.815, Cek Saham Apa Saja yang Jadi Jagoan

IHSG Makin Mantap di Zona Hijau ke Level 6.815, Cek Saham Apa Saja yang Jadi Jagoan

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 16:45 WIB

IHSG Dibuka Menguat Tembus Level 6.800

IHSG Dibuka Menguat Tembus Level 6.800

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 09:19 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB