Mattel Bakal Naikan Harga Boneka Barbie Imbas Perang Tarif

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 06 Mei 2025 | 13:43 WIB
Mattel Bakal Naikan Harga Boneka Barbie Imbas Perang Tarif
raksasa manufaktur mainan dan pembuat Barbie, berencana untuk menaikkan harga mainannya.

Suara.com - Mattel, raksasa manufaktur mainan dan pembuat Barbie, berencana untuk menaikkan harga mainannya. Hal ini imbas dari perang tarif yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mattel mengatakan bahwa tarif tidak memengaruhi pendapatannya selama tiga bulan pertama tahun ini. Namun, keputusan meniakan harga Untuk mengurangi kerugian di masa mendatang, perusahaan berencana untuk mendiversifikasi rantai pasokannya di luar Tiongkok .

Apalagi, perang dagang yang berkepanjangan berarti bahwa bagi banyak keluarga Amerika, koleksi Barbie atau Polly Pocket yang banyak akan segera menjadi barang mewah. Tarif 145% Trump pada sebagian besar barang yang berasal dari Tiongkok menghantam industri mainan.

Menurut kelompok industri Toy Association mencatat hampir 80% dari semua mainan yang dijual di Amerika Serikat diproduksi di Tiongkok, . Kepala Keuangan Mattel Anthony DiSilvestro mengatakan selama panggilan pendapatannya pada hari Senin bahwa tarif saat ini akan merugikannya sekitar 270 juta dollar AS tahun ini.

"Itu sebelum Anda mempertimbangkan tindakan mitigasi apa pun. Sudah ada bukti bahwa beberapa harga sedang naik," katanya dilansir CNN International, Selasa (6/5/2025).

Menurut analisis harga produk dari Telsey Advisory Group, boneka Barbie dengan pakaian renang yang dijual di Target naik 42,9% selama seminggu pada pertengahan April menjadi 14,99 dollar AS. Itu termasuk lonjakan terbesar yang dilacak oleh perusahaan riset konsumen tersebut.

Sedangkan Kepala Eksekutif Ynon Kreiz mengatakan kepada investor pada hari Senin bahwa kenaikan ini di bawah skenario saat ini yang sedang dipertimbangkan. Serta ia memperkirakan 40% hingga 50% dari produknya akan tetap dihargai 20 dollar AS atau kurang.

Namun, ia juga menganjurkan tarif nol untuk mainan dan permainan di seluruh dunia. "Tarif nol untuk mainan memberi jumlah anak-anak dan keluarga terbesar akses untuk bermain," katanya.

Mattel mendapatkan produk dari tujuh negara berbeda, kata Kreiz pada bulan Februari. Ia memperkirakan Tiongkok akan mewakili kurang dari 40% produksi global untuk mainannya pada tahun 2025, setengah dari jumlah rata-rata industri. Ia juga berencana untuk memangkas impor AS dari Tiongkok menjadi kurang dari 15% pada tahun 2026 dan kurang dari 10% pada tahun 2027.

Pada hari Senin, Kreiz mengatakan akan merelokasi produksi 500 mainan dari Tiongkok ke negara lain. Mattel juga bergabung dengan daftar panjang perusahaan yang telah menghentikan panduan setahun penuh 2025 mereka karena dikatakan sulit untuk memprediksi pengeluaran konsumen, terutama di musim liburan yang menguntungkan.

Ini adalah masalah besar ketika perusahaan menarik panduan mereka, para ahli sebelumnya mengatakan kepada CNN, karena hal itu menimbulkan ketidakpastian yang signifikan. Serta sesuatu yang dihindari oleh para investor dan analis.
Sementara itu, kebijakan tarif impor yang dicanangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mendatangkan korban baru di Negeri Paman Sam. Terbaru, raksasa otomotif AS, Ford, menyatakan keluhannya soal bea masuk ini.

Dalam pernyataan, Ford menangguhkan panduan tahunannya karena ketidakpastian seputar tarif Presiden AS Donald Trump. Produsen otomotif itu juga mengatakan pungutan tersebut akan membebani perusahaan sekitar 1,5 miliar dollar AS (Rp 24 triliun) dalam laba yang disesuaikan sebelum bunga dan pajak.

Produsen mobil itu juga disebut telah menangguhkan ekspor otomotif ke China, tetapi masih mengimpor kendaraan seperti Lincoln Nautilus dari negara tersebut. Eksekutif perusahaan mengatakan telah berhasil mengurangi sekitar 1 miliar dollar AS (Rp 16 triliun) dari biaya melalui berbagai tindakan, termasuk mengangkut kendaraan dari Meksiko ke Kanada sehingga kendaraan tersebut tidak dikenakan tarif AS.

Pada bulan Februari, produsen mobil Dearborn, Michigan tersebut memproyeksikan laba sebelum bunga dan pajak sebesar 7 miliar dollar AS (Rp 115 triliun) hingga 8,5 miliar dollar AS (Rp 139 triliun) untuk tahun 2025. Perkiraan tersebut tidak memperhitungkan tarif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dua Pekan Naik, Harga Ikan Asin Capai Rp60 Ribu per Kg

Dua Pekan Naik, Harga Ikan Asin Capai Rp60 Ribu per Kg

Foto | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB

Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga

Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:56 WIB

IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara

IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:15 WIB

Penjualan LCGC Turun, Honda Nilai Kenaikan Harga BBM Bisa Jadi Peluang Baru

Penjualan LCGC Turun, Honda Nilai Kenaikan Harga BBM Bisa Jadi Peluang Baru

Otomotif | Senin, 30 Maret 2026 | 20:15 WIB

Robert De Niro Lantangkan Seruan 'No King': Tolak Ambisi Perang Trump terhadap Iran

Robert De Niro Lantangkan Seruan 'No King': Tolak Ambisi Perang Trump terhadap Iran

Entertainment | Senin, 30 Maret 2026 | 17:45 WIB

Pernyataan Donald Trump soal AS Incar Kuba Jadi Sorotan Dunia

Pernyataan Donald Trump soal AS Incar Kuba Jadi Sorotan Dunia

Video | Senin, 30 Maret 2026 | 17:05 WIB

Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg

Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:45 WIB

8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump

8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:38 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB