Meski Harga Turun, Pi Network Masuk Deretan Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Achmad Fauzi

Rabu, 07 Mei 2025 | 14:10 WIB
Meski Harga Turun, Pi Network Masuk Deretan Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar
Ilustrasi Pi Network/(X @picoreteam)

Suara.com - Pi Network, salah satu aset kripto, berhasil mencuri perhatian sebagai pemain baru yang menjanjikan. Kekinian, proyek blockchain berbasis komunitas ini menempati posisi ke-27 dengan kapitalisasi pasar sebesar USD4,14 miliar.

Walaupun, harga token PI terkoreksi 0,54 persen dalam 24 jam terakhir ke level USD0,5890.

Seperti dilansir dari ABC Money, Rabu, 7 Mei 2025, Pi Network menawarkan pendekatan berbeda dalam dunia kripto. Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum yang membutuhkan daya komputasi tinggi, Pi memungkinkan pengguna untuk menambang melalui aplikasi di smartphone, menjadikannya lebih inklusif dan ramah lingkungan.

Fitur ini, yang memanfaatkan model "konsensus sebagai layanan", mengedepankan efisiensi dan aksesibilitas, elemen kunci dalam misi Pi untuk mendemokratisasi teknologi blockchain.

Didirikan oleh alumni PhD dari Stanford pada 2019, Pi telah menarik lebih dari 35 juta pengguna aktif, dengan komunitas yang solid menjadi tulang punggung ekosistemnya.

Token PI memiliki total suplai maksimal 100 miliar unit, dengan sistem pelepasan bertahap dan insentif penambangan yang menurun secara eksponensial, mendorong keterlibatan dalam bentuk security circles dan node operasi.

Namun, perjalanan menuju pengakuan arus utama tidaklah mulus. Meskipun Pi telah terdaftar di bursa seperti OKX, Bitget, dan Gate.io, belum ada kejelasan dari pemain besar seperti Binance, yang masih menunggu kepastian terkait aspek regulasi dan teknologi proyek ini.

Volume perdagangan harian Pi saat ini mencapai USD37,63 juta, hanya 0,9 persen dari kapitalisasi pasar, yang menunjukkan keterbatasan likuiditas dan minat institusional.

Volatilitas harga menjadi tantangan nyata bagi Pi. Harga tertinggi tercatat pada USD2,98 di Februari 2025, sementara terendah mencapai ISD0,4012 di April.

baca juga

Dalam sepekan terakhir, harga PI turun 4,80 persen, lebih besar dari penurunan pasar kripto secara keseluruhan. Dibandingkan dengan Ethereum dan Bitcoin, performa Pi juga lebih lemah, masing-masing turun 9,07 persen dan 19,80 persen dalam sebulan terakhir.

Meski demikian, indikator fundamental menunjukkan ketahanan Pi. Proyek ini telah melampaui kapitalisasi pasar dari token ternama seperti TON dan SUI, dan telah membentuk ekosistem yang memungkinkan pengembang membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Strategi Know Your Customer (KYC) yang mulai dibuka untuk pihak ketiga, serta potensi kemitraan dengan bursa seperti KuCoin dan Bybit, menunjukkan niat kuat untuk menembus pasar global secara lebih luas.

Di tengah pencapaian ini, kritik tetap ada. Beberapa pengamat mempertanyakan efektivitas dan skalabilitas penambangan seluler Pi, serta kejelasan teknis algoritma konsensusnya yang belum terbukti pada skala besar seperti Ethereum. Distribusi token 80% untuk komunitas dan 20% untuk pengembang juga menjadi bahan diskusi dalam komunitas kripto, terkait komitmen terhadap desentralisasi sejati.

KTT Konsensus 2025 yang akan datang disebut-sebut sebagai momen penting bagi Pi Network. Jika dukungan dari bursa utama muncul, hal ini bisa menjadi katalis penting untuk memperkuat status Pi di pasar, memperluas likuiditas, serta meningkatkan kepercayaan investor dan regulator.

Dengan semua dinamika ini, Pi Network berada di persimpangan antara inovasi dan legitimasi. Akar komunitas yang kuat, visi desentralisasi, dan pendekatan ramah lingkungan memberi alasan untuk optimisme. Namun, langkah berikutnya akan menentukan apakah Pi bisa bertahan sebagai alternatif kripto masa depan atau sekadar fenomena sementara dalam siklus aset digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Tekanan Jual, Harga Pi Network Bersiap Kembali Naik

Meski Tekanan Jual, Harga Pi Network Bersiap Kembali Naik

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 12:05 WIB

Cara Aman Menjual Pi Coin: Panduan Lengkap untuk Pemula

Cara Aman Menjual Pi Coin: Panduan Lengkap untuk Pemula

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 21:27 WIB

Gebrakan Baru, Pi Network Kini Bisa Ditransaksikan dengan Uang Tunai di 100 Negara

Gebrakan Baru, Pi Network Kini Bisa Ditransaksikan dengan Uang Tunai di 100 Negara

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 12:13 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×