Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Meski Tekanan Jual, Harga Pi Network Bersiap Kembali Naik

Achmad Fauzi

Selasa, 06 Mei 2025 | 12:05 WIB
Meski Tekanan Jual, Harga Pi Network Bersiap Kembali Naik
Ilustrasi Pi Network/(X/@picoreteam).

Suara.com - Pi Network (PI), aset kripto mulai menunjukkan kebangkitan, setelah mengalami tekanan jual yang berkepanjangan sejak mencapai puncak harga tertingginya di USD3 pada 26 Februari lalu.

Meski masih terperangkap dalam tren penurunan yang telah berlangsung selama lebih dari sebulan, sejumlah indikator teknis mulai mengisyaratkan potensi pembalikan arah harga.

Seperti dinukil dari Beincrypto, Selasa, 6 Mei 2025, sejak 12 April PI telah diperdagangkan secara konsisten di bawah garis tren menurun, yang menjadi batas psikologis penting bagi pelaku pasar.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, tekanan jual yang selama ini mendominasi mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Ini membuka peluang bagi PI untuk bangkit kembali dan mungkin melaju menuju level harga yang lebih tinggi.

Salah satu sinyal awal pemulihan PI datang dari indikator teknis On-Balance Volume (OBV). Dalam dua hari terakhir, indikator OBV mencatat lonjakan signifikan yang menunjukkan adanya akumulasi volume secara diam-diam oleh para pelaku pasar.

OBV sendiri merupakan indikator yang menggunakan volume perdagangan untuk mendeteksi arah tekanan pasar, baik beli maupun jual, dan sering kali bergerak mendahului harga.

Ilustrasi Token PI milik Pi Network/(Instargram).
Ilustrasi Token PI milik Pi Network/(Instargram).

Kenaikan OBV yang mencolok ini menandakan bahwa minat beli mulai meningkat meskipun harga PI masih bergerak datar. Fenomena ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara volume dan harga, sebuah kondisi yang dikenal sebagai divergence, yang sering kali menjadi pertanda awal perubahan tren harga.

Jika tekanan beli terus meningkat, maka hal ini bisa menjadi pendorong utama bagi PI untuk menembus garis resistensi jangka pendek di level USD0,605 dan berpotensi membuka jalan menuju angka psikologis USD1,01.

Dukungan terhadap potensi kenaikan harga PI juga diperkuat oleh indikator BBTrend (Bollinger Band Trend), yang menunjukkan penyusutan batang merah pada histogramnya. Batang merah yang mengecil mencerminkan menurunnya tekanan jual dan mulai stabilnya volatilitas pasar.

baca juga

Dalam analisis teknikal, kontraksi histogram BBTrend sering menjadi pertanda bahwa tren penurunan mulai kehilangan tenaga. Bila kondisi ini disertai dengan indikator lain yang mendukung, seperti peningkatan volume atau sinyal akumulasi, maka peluang pembalikan tren menjadi jauh lebih besar.

Saat ini, PI diperdagangkan di kisaran USD0,591, masih berada di bawah garis tren menurun yang menjadi level resistensi penting. Namun, jika pembeli mampu mengangkat harga di atas titik ini dan mempertahankannya sebagai support baru, maka target kenaikan berikutnya berada di sekitar USD1,01.

Sebaliknya, jika tekanan beli gagal mengatasi resistensi tersebut dan aksi jual kembali mendominasi pasar, PI berpotensi turun kembali ke titik terendahnya di USD0,40, level yang terakhir kali disentuh sebelum altcoin ini mengalami kenaikan besar pada awal tahun.

Apa itu Pi Network

Pi Network adalah proyek kripto inovatif yang dikembangkan oleh sekelompok lulusan Stanford, dipimpin oleh Dr. Nicolas Kokkalis. Proyek ini diluncurkan pada 14 Maret 2019, dengan misi menghadirkan mata uang kripto yang dapat ditambang melalui smartphone sebuah konsep yang sangat berbeda dari Bitcoin atau Ethereum yang membutuhkan perangkat keras canggih dan konsumsi listrik besar.

Dengan pendekatan yang ramah pengguna dan hemat energi, Pi Network menarik perhatian jutaan pengguna global. Hingga kini, komunitas Pi disebut "Pioneers" telah berkembang pesat dengan lebih dari 45 juta pengguna terdaftar.
Penambangan Pi dilakukan melalui aplikasi seluler, tanpa menguras baterai atau data.

Aplikasi hanya memverifikasi kehadiran pengguna setiap 24 jam. Kontribusi keamanan jaringan dilakukan melalui sistem Social Trust Graph, di mana pengguna saling memverifikasi keaslian akun.

Pi menggunakan konsensus algoritma Stellar Consensus Protocol (SCP), yang memungkinkan validasi transaksi tanpa konsumsi daya besar seperti Proof of Work. Ini membuatnya jauh lebih berkelanjutan secara lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Aman Menjual Pi Coin: Panduan Lengkap untuk Pemula

Cara Aman Menjual Pi Coin: Panduan Lengkap untuk Pemula

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 21:27 WIB

Gebrakan Baru, Pi Network Kini Bisa Ditransaksikan dengan Uang Tunai di 100 Negara

Gebrakan Baru, Pi Network Kini Bisa Ditransaksikan dengan Uang Tunai di 100 Negara

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 12:13 WIB

Pi Network di Ujung Tanduk, Tapi Berpotensi Rebound

Pi Network di Ujung Tanduk, Tapi Berpotensi Rebound

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 13:37 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×