Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

7 Perusahaan Startup Asal India PHK 1.602 Karyawan

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Kamis, 08 Mei 2025 | 16:17 WIB
7 Perusahaan Startup Asal India PHK 1.602 Karyawan
Ilustrasi karyawan di-PHK (pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menghantui beberapa negara. Salah satunya adalah  Menurut data dari layoffs.fyi—platform global yang melacak ada tujuh perusahan yang memangkas karyawannya.

Sebanyak  tujuh startup India yang telah memberhentikan 1.602 karyawan pada tahun 2025 sejauh ini. Ini menandai penurunan tajam dari periode yang sama tahun lalu ketika 20 perusahaan memberhentikan 3.355 pekerja.

Penurunan signifikan dalam jumlah perusahaan yang menerapkan PHK dan jumlah total staf yang terdampak menandakan titik balik potensial bagi ekosistem startup India.

Meskipun sektor ini masih jauh dari pertumbuhan pesat dan hiruk pikuk perekrutan tahun 2021, era pemutusan hubungan kerja besar-besaran tampaknya masih terjadi.

Adapun, para pendiri mengalihkan fokus dari strategi bertahan hidup ke pertumbuhan berkelanjutan. Pada tahun 2024, sektor startup India masih tertekan, dengan lebih dari 9.000 karyawan diberhentikan di 44 perusahaan.

Pemangkasan biaya yang meluas, restrukturisasi, dan iklim pendanaan yang lesu memaksa para pemain besar seperti Byju’s, Paytm, Flipkart, Swiggy, dan Ola Electric—untuk melakukan PHK skala besar. Pemutusan hubungan kerja ini tidak hanya terbatas pada peran non-inti tetapi meluas hingga ke tim teknik dan operasi.

Di antara PHK paling signifikan pada tahun 2025 adalah Ola Electric Mobility, yang dilaporkan memberhentikan sekitar 1.000 karyawan dan pekerja kontrak selama periode dua bulan.

Perusahaan tersebut belum secara resmi mengonfirmasi angka tersebut tetapi diyakini sedang merampingkan operasinya menjelang IPO yang sangat dinanti-nantikan.

Sementara itu, platform pesan percakapan Gupshup memberhentikan sekitar 200 staf, dan pasar mobil bekas Cars24 juga mengurangi tenaga kerjanya sekitar 200 karyawan.

baca juga

Perusahaan rintisan hiburan audio Pocket FM memangkas 75 pekerjaan pada bulan Januari, mengaitkan keputusan tersebut dengan langkah strategis yang bertujuan untuk mengurangi biaya dan mempercepat profitabilitas. Platform media sosial ShareChat memberhentikan 27 karyawan kurang dari 5% dari tenaga kerjanya sebagai bagian dari siklus tinjauan kinerja tahunannya.

Menurut data dari Tracxn, perusahaan rintisan teknologi India mengumpulkan 2,5 miliar dollar AS pada kuartal pertama tahun ini. Ini merupakan peningkatan sebesar 13% dari kuartal sebelumnya dan kenaikan sebesar 8,7% dari tahun ke tahun.

India sekarang berada di peringkat ketiga tujuan pendanaan perusahaan rintisan terbesar secara global, hanya di belakang Amerika Serikat dan Inggris Raya. Kembalinya minat investor, meskipun sederhana, membantu perusahaan rintisan tahap awal dan tahap pertumbuhan merasa lebih percaya diri dalam mempertahankan jumlah tenaga kerja.

Momentum pendanaan ini, dikombinasikan dengan pelajaran yang dipetik selama masa penurunan ekonomi, mendorong para pendiri perusahaan untuk mengambil pendekatan yang lebih terukur terhadap pertumbuhan—yang berfokus pada ekonomi unit, tim yang ramping, dan kelangsungan hidup jangka panjang daripada skala yang cepat.

Secara global, industri teknologi juga mengalami perlambatan dalam pemutusan hubungan kerja. Sejauh ini pada tahun 2025, sekitar 112 perusahaan di seluruh dunia telah memberhentikan lebih dari 51.000 karyawan, menurut layoffs.fyi. Ini merupakan penurunan yang signifikan dari hampir 79.700 kehilangan pekerjaan yang dilaporkan selama jangka waktu yang sama tahun lalu.

Saat ini  laju PHK menunjukkan bahwa perusahaan—terutama di sektor teknologi dan perusahaan rintisan—mungkin bergerak melampaui mode krisis. Setelah dua tahun restrukturisasi agresif sebagai respons terhadap kenaikan suku bunga, pembekuan pendanaan, dan penurunan permintaan konsumen, bisnis kini beralih ke stabilitas.

Meskipun angka-angka untuk tahun 2025 sejauh ini menggembirakan, pemulihan masih dalam tahap awal, dan ketidakpastian ekonomi makro masih ada. Konflik global, tekanan inflasi, dan sentimen investor yang berfluktuasi terus menimbulkan risiko bagi bisnis yang sedang berkembang.

Namun, fakta bahwa semakin sedikit perusahaan yang memberhentikan lebih sedikit orang merupakan tanda yang menjanjikan. Jika lingkungan pendanaan terus membaik dan perusahaan rintisan berpegang pada strategi keuangan yang lebih disiplin, ekosistem perusahaan rintisan India dapat memasuki fase yang lebih matang dan tangguh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akui Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 T Dibayar dari APBN, Cicilan 6 Tahun Rp 40 T

Purbaya Akui Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 T Dibayar dari APBN, Cicilan 6 Tahun Rp 40 T

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Viral Gaji Manajer KDMP Tembus Rp 16 Juta, Purbaya: Kegedean! Paling UMP Lebih Sedikit

Viral Gaji Manajer KDMP Tembus Rp 16 Juta, Purbaya: Kegedean! Paling UMP Lebih Sedikit

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua

Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset dari Target, Purbaya Salahkan Kenaikan Harga Minyak Global

Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset dari Target, Purbaya Salahkan Kenaikan Harga Minyak Global

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Purbaya Bakal Salurkan Rp 20,5 Triliun Buntut Pemda Kesulitan Bayar Gaji Pegawai

Purbaya Bakal Salurkan Rp 20,5 Triliun Buntut Pemda Kesulitan Bayar Gaji Pegawai

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Transformasi TelkomGroup Kian Nyata, InfraNexia Catat Pertumbuhan Positif

Transformasi TelkomGroup Kian Nyata, InfraNexia Catat Pertumbuhan Positif

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Begini Arah Bisnis PT Pos Setelah Terbukti Poles Laporan Keuangan

Begini Arah Bisnis PT Pos Setelah Terbukti Poles Laporan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:42 WIB

Purbaya Tambah Lagi Dana SAL Rp 70 T ke Bank, BTN dan BSI Kebagian Jatah

Purbaya Tambah Lagi Dana SAL Rp 70 T ke Bank, BTN dan BSI Kebagian Jatah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:48 WIB

Purbaya Relakan Rp 500 Triliun buat Bebas Pajak Konsolidasi BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Relakan Rp 500 Triliun buat Bebas Pajak Konsolidasi BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 07:37 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?

Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja

Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi

Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:18 WIB

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat

Flawless Tanpa Dempul! 3 Foundation Full Coverage Buat Tutupi Bekas Jerawat

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa

Kang Edai dan Kemiren: Ketika Budaya Osing Menjadi Jalan Menuju Kesejahteraan Desa

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:42 WIB

×