Rupiah Terancam Tembus Rp17.000

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 12 Januari 2026 | 15:53 WIB
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Tekanan ekonomi global yang belum mereda membuat mata uang Garuda sulit untuk merangkak naik, bahkan berisiko menyentuh level psikologis baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Foto Alvian-Suara.com
baca 10 detik
  • HSBC prediksi Rupiah tembus Rp17.000/USD pada 2026 akibat tekanan ekonomi global.
  • Arus modal asing (FDI dan portofolio) yang lemah jadi pemicu utama sulitnya kurs menguat.
  • BI bidik peluang dolar melemah agar Rupiah bisa pulih dalam 12 bulan ke depan.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah diprediksi masih akan menghadapi jalan terjal sepanjang tahun 2026. Tekanan ekonomi global yang belum mereda membuat mata uang Garuda sulit untuk merangkak naik, bahkan berisiko menyentuh level psikologis baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, memproyeksikan pelemahan ini akan terus membayangi ekonomi domestik jika tidak ada perbaikan signifikan pada arus modal masuk.

"Kami memperkirakan hingga akhir 2026, nilai tukar Rupiah berpotensi berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS. Jadi sedikit lebih lemah daripada saat ini," ujar Pranjul dalam acara HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026, Senin (12/1/2026).

Meskipun neraca perdagangan Indonesia menunjukkan performa yang positif, hal tersebut belum cukup kuat untuk menopang nilai tukar. Menurut Pranjul, masalah utama Indonesia saat ini adalah lemahnya arus masuk modal, baik di pasar keuangan maupun sektor riil.

Ada dua poin investasi yang harus ditingkatkan pemerintah pertama, aliran dana ke pasar saham dan obligasi (surat utang) perlu ditingkatkan untuk memperkuat likuiditas dolar di dalam negeri. Kedua, investasi asing jangka panjang dalam bentuk pembangunan fisik atau industri belum menunjukkan kekuatan yang diharapkan untuk mendukung stabilitas kurs.

"Menurut saya, baik arus masuk portofolio maupun arus masuk FDI jangka panjang belum begitu kuat," jelas Pranjul.

Meski dibayangi tren pelemahan, harapan untuk kembali ke zona hijau masih terbuka. Pranjul meyakini Bank Indonesia (BI) akan sangat jeli melihat jendela peluang ketika indeks dolar AS (DXY) menunjukkan tanda-tanda melemah.

Momentum tersebut dapat dimanfaatkan BI untuk mengintervensi pasar atau menyesuaikan kebijakan guna menarik Rupiah kembali menguat. Pranjul memandang periode 12 bulan ke depan merupakan masa krusial bagi Rupiah untuk mencoba pulih dan menyeimbangkan posisi di tengah dinamika global.

"Masih ada 12 bulan untuk kita melihat Rupiah bisa kembali pulih di tahun 2026," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 10:48 WIB

Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS

Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban

Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Rupiah Terus Ambles Nyaris ke Level Rp18.000 Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Kecerdasan Anak Tak Hanya Dibentuk Stimulasi, Nutrisi dan Kesehatan Pencernaan Juga Punya Peran

Health | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42 WIB

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

69 Calon Anggota KND Lolos Tes Objektif Berbasis Komputer

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana, Mengapa Asetnya Disimpan dalam Kripto?

Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana, Mengapa Asetnya Disimpan dalam Kripto?

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Sopir Taksi Online Jadi Incaran di Tengah Sulitnya Kerja, Berapa Pendapatannya

Sopir Taksi Online Jadi Incaran di Tengah Sulitnya Kerja, Berapa Pendapatannya

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Gemini 4 Argon Bikin Robot Belajar Melempar Bola, 7 Kali Berhasil Berturut-turut

Gemini 4 Argon Bikin Robot Belajar Melempar Bola, 7 Kali Berhasil Berturut-turut

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Alfred Young Sugiri Pianis Bandung Tampil Memukau di Eropa, Momentum Benahi Musik Klasik Indonesia

Alfred Young Sugiri Pianis Bandung Tampil Memukau di Eropa, Momentum Benahi Musik Klasik Indonesia

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:17 WIB

Gaji PNS Bisa Telat Jika Dibayar dari KDMP, Bank Daerah Ikut Terancam

Gaji PNS Bisa Telat Jika Dibayar dari KDMP, Bank Daerah Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:16 WIB

×