Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Rupiah Terancam Tembus Rp17.000

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 12 Januari 2026 | 15:53 WIB
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Tekanan ekonomi global yang belum mereda membuat mata uang Garuda sulit untuk merangkak naik, bahkan berisiko menyentuh level psikologis baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Foto Alvian-Suara.com
baca 10 detik
  • HSBC prediksi Rupiah tembus Rp17.000/USD pada 2026 akibat tekanan ekonomi global.
  • Arus modal asing (FDI dan portofolio) yang lemah jadi pemicu utama sulitnya kurs menguat.
  • BI bidik peluang dolar melemah agar Rupiah bisa pulih dalam 12 bulan ke depan.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah diprediksi masih akan menghadapi jalan terjal sepanjang tahun 2026. Tekanan ekonomi global yang belum mereda membuat mata uang Garuda sulit untuk merangkak naik, bahkan berisiko menyentuh level psikologis baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, memproyeksikan pelemahan ini akan terus membayangi ekonomi domestik jika tidak ada perbaikan signifikan pada arus modal masuk.

"Kami memperkirakan hingga akhir 2026, nilai tukar Rupiah berpotensi berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS. Jadi sedikit lebih lemah daripada saat ini," ujar Pranjul dalam acara HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook 2026, Senin (12/1/2026).

Meskipun neraca perdagangan Indonesia menunjukkan performa yang positif, hal tersebut belum cukup kuat untuk menopang nilai tukar. Menurut Pranjul, masalah utama Indonesia saat ini adalah lemahnya arus masuk modal, baik di pasar keuangan maupun sektor riil.

Ada dua poin investasi yang harus ditingkatkan pemerintah pertama, aliran dana ke pasar saham dan obligasi (surat utang) perlu ditingkatkan untuk memperkuat likuiditas dolar di dalam negeri. Kedua, investasi asing jangka panjang dalam bentuk pembangunan fisik atau industri belum menunjukkan kekuatan yang diharapkan untuk mendukung stabilitas kurs.

"Menurut saya, baik arus masuk portofolio maupun arus masuk FDI jangka panjang belum begitu kuat," jelas Pranjul.

Meski dibayangi tren pelemahan, harapan untuk kembali ke zona hijau masih terbuka. Pranjul meyakini Bank Indonesia (BI) akan sangat jeli melihat jendela peluang ketika indeks dolar AS (DXY) menunjukkan tanda-tanda melemah.

Momentum tersebut dapat dimanfaatkan BI untuk mengintervensi pasar atau menyesuaikan kebijakan guna menarik Rupiah kembali menguat. Pranjul memandang periode 12 bulan ke depan merupakan masa krusial bagi Rupiah untuk mencoba pulih dan menyeimbangkan posisi di tengah dinamika global.

"Masih ada 12 bulan untuk kita melihat Rupiah bisa kembali pulih di tahun 2026," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Melemah, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 10:48 WIB

Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS

Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban

Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:37 WIB

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:19 WIB

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:07 WIB

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:52 WIB

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:46 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

×