Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Robert Kiyosaki Beri Peringatan Tinggalkan Nilai Tukar Beralih ke Bitcoin

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 11 Mei 2025 | 13:10 WIB
Robert Kiyosaki Beri Peringatan Tinggalkan Nilai Tukar Beralih ke Bitcoin
Robert Kiyosaki (instagram.com/therealkiyosaki)

Suara.com - Investor Kawakan Robert Kiyosaki kembeli memberi peringatan kepada pihak lain terkait kondisi perekonomian global yang tak menentu ini. Dia pun meminta, semua pihak untuk meninggalkan nilai tukar dan beralih ke investasi alternatif seperti Bitcoin, emas, dan perak.

Hal ini diungkapkannya dalam unggahannya di media sosial X pribadinya, @TheRealKiyokasi yang dikutip, Minggu (11/5/2025).

Seperti dilansir oleh Cointelegraph, dalam unggahannya, Kiyosaki mendukung sikap garis keras terhadap sistem bank sentral soal nilai tukar, sambil mengutip pandangan mantan anggota Kongres AS Ron Paul, yang dikenal sebagai kritikus vokal terhadap Fed.

Ron Paul, penulis buku End the Fed, menggambarkan penetapan suku bunga oleh bank sentral sebagai “penetapan harga,” dan menyamakannya dengan bentuk pengendalian ekonomi sosialis dan Marxis.

Paul memperingatkan bahwa mekanisme semacam itu mengikis kekayaan pribadi dan merusak kebebasan ekonomi — sebuah sentimen yang sejalan erat dengan kekhawatiran Kiyosaki yang sudah lama ada.

"Uang palsu menghasilkan uang yang tidak jujur, statistik yang tidak jujur, akuntansi yang tidak jujur, neraca yang tidak jujur, kompensasi yang tidak jujur, hubungan yang tidak jujur, pemimpin yang tidak jujur, dan korupsi dalam kehidupan sehari-hari," tulis Kiyosaki dalam unggahannya.

Lebih lanjut, Kiyosaki meminta warga Amerika untuk melawan dengan memilih keluar dari sistem fiat dan sebagai gantinya merangkul penyimpanan nilai yang terdesentralisasi seperti Bitcoin.

Ia menekankan bahwa ketergantungan pada mata uang fiat merupakan akar dari berbagai masalah ekonomi dan sosial yang terjadi saat ini.

Penghinaan Kiyosaki terhadap mata uang fiat bukanlah hal baru. Ia telah berulang kali mengkritik dolar AS, menyebutnya sebagai mata uang yang sekarat akibat digelembungkan oleh belanja pemerintah dan manipulasi bank sentral.

Pandangan ekonominya, yang berakar pada prinsip ekonomi Austria dan kedaulatan pribadi, mendukung aset-aset yang tidak dapat dikendalikan secara politik maupun direndahkan nilainya oleh intervensi pemerintah.

Kiyosaki telah lama berpendapat bahwa aset pembawa nilai seperti emas, perak, dan yang terbaru Bitcoin, merupakan lindung nilai penting terhadap inflasi serta merupakan kunci untuk membangun kekayaan lintas generasi dalam siklus ekonomi yang tidak menentu.

"Jangan bekerja atau menyimpan uang palsu. Gunakan standar emas, perak, dan Bitcoin yang terdesentralisasi," tulis Kiyosaki

Dalam postingannya pada 18 April lalu, Kiyosaki membuat prediksi mengejutkan bahwa Bitcoin bisa mencapai harga USD1 juta pada tahun 2035. Prediksi ini didasarkan pada keyakinannya bahwa dolar AS akan terus kehilangan nilainya akibat kebijakan moneter yang inflasioner.

"Saya sangat yakin, pada tahun 2035, satu Bitcoin akan bernilai lebih dari USD1 juta, emas akan bernilai USD30.000, dan perak USD3.000 per koin," katanya.

Kiyosaki bukanlah satu-satunya tokoh yang menyatakan keyakinan kuat terhadap masa depan Bitcoin. Pada Februari 2025, CEO ARK Invest, Cathie Wood, mengungkapkan pandangannya bahwa Bitcoin dapat mencapai USD1,5 juta pada tahun 2030, seiring pertumbuhan permintaan terhadap aset digital tersebut.

Keunggulan Bitcoin

Robert Kiyosaki menilai masa depan aset kripto Bitcoin sangat cerah, di tengah ketidakpastian global. Menukil Bitcoin News, Kamis, 8 Mei 2025, Robert Kiyosaki menuliskan pendapatnya di media sosial soal perjalanan Bitcoin. Dia menilai, Bitcoin lebih berharga dibanding emas batangan, bahkan meski dirinya memiliki tambang dari kedua logam mulia tersebut.

"Saya memiliki tambang emas dan perak serta sumur minyak. Jika harga emas, perak, atau minyak naik, saya akan menambang atau mengebor lebih banyak lagi, sehingga pasokannya bertambah. Saya tidak bisa melakukan itu dengan bitcoin. 21 juta adalah 21 juta," tulis Robert Kiyosaki.

Pendapat Robert soal Bitcoin ini mencerminkan keunggulan aset kripto tersebut dibanding aset-aset fisik lainnya. Kiyosaki menilai bahwa sifat Bitcoin yang terdesentralisasi dan tidak bisa dicetak ulang membuatnya lebih tahan terhadap inflasi dan manipulasi pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Kembali Tembus US$100.000, Sentimen Trump-China Jadi Penentu

Harga Bitcoin Kembali Tembus US$100.000, Sentimen Trump-China Jadi Penentu

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:52 WIB

Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Bisa Jadi Penolong Masa Krisis Saat Perang Dagang

Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Bisa Jadi Penolong Masa Krisis Saat Perang Dagang

Bisnis | Jum'at, 09 Mei 2025 | 11:39 WIB

Investor Kawakan Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Lebih Berharga dari Emas Hingga Minyak

Investor Kawakan Robert Kiyosaki Sebut Bitcoin Lebih Berharga dari Emas Hingga Minyak

Bisnis | Kamis, 08 Mei 2025 | 15:29 WIB

Terkini

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:03 WIB

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB

Hindari Saham-saham Ini Jelang Rebalancing MSCI

Hindari Saham-saham Ini Jelang Rebalancing MSCI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB

Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar

Loker BUMN: BRI Buka Lowongan Hingga Juli 2026, Fresh Graduate Bisa Daftar

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:32 WIB

Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden

Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty, Kecuali Perintah Presiden

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:09 WIB

Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I

Rupiah Jadi Biang Kerok IHSG Terperosok Jatuh ke Level 6.800 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:04 WIB

Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI

Intip Kisi-kisi Rebalancing MSCI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:47 WIB

Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang

Purbaya Nurut Bahlil soal Tunda Kenaikan Tarif Royalti Tambang

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:07 WIB

Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan

Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:06 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB