Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Jangan Anggap Beban! Stafsus Investasi Ungkap Potensi Ekonomi Besar dari Penyandang Disabilitas

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 12 Mei 2025 | 12:01 WIB
Jangan Anggap Beban! Stafsus Investasi Ungkap Potensi Ekonomi Besar dari Penyandang Disabilitas
Pramusaji disabilitas membawa hidangan untuk diberikan kepada pelanggan di Restoran Iga Bakar Si Cebol, Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10/2023). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa]

Suara.com - Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Agus Diono mengatakan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.

“Isu disabilitas ini bukan hanya soal keberpihakan, ini soal ekonomi bangsa. Kita bicara 23 juta jiwa—8,5 persen dari populasi. Mereka harus dilihat sebagai tenaga kerja potensial, bukan beban,” ujar Agus Diono dalam acara diskusi bertajuk "Akses Pendidikan dan Kesejahteraan untuk Disabilitas” Jakarta dikutip Senin (12/5/2025).

Menurutnya hal ini sejalan dengan UU No. 8 Tahun 2016 yang mewajibkan pemerintah dan BUMN mempekerjakan minimal 2 persen tenaga kerja disabilitas, dan perusahaan swasta sebesar 1 persen.

Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Agus Diono mengatakan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.
Staf Khusus Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Agus Diono mengatakan bahwa penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.

Agus juga memaparkan strategi percepatan inklusi ekonomi yang tengah digalakkan kementeriannya, antara lain: Fasilitasi legalitas usaha disabilitas lewat Nomor Induk Berusaha (NIB), Pendampingan usaha kecil disabilitas menuju level menengah hingga besar,nKemitraan strategis dengan pelaku usaha nasional, Promosi aktif UMKM disabilitas, dan Harmonisasi kebijakan antar kementerian/lembaga.

“Kalau Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen hingga 2029 dengan kebutuhan serapan tenaga kerja 3,3 juta per tahun, maka penyandang disabilitas harus ada dalam peta itu. Ini tentang dignity dan keadilan,” katanya.

Ditempat yang sama, Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbudristek, Saryadi, S.T., M.B.A., menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki payung hukum yang kuat untuk memperjuangkan akses pendidikan yang inklusif, selaras dengan Asta Cita Presiden terpilih. 

“Kami memastikan kurikulum dan pelatihan guru di sekolah reguler makin ramah disabilitas. Sekolah khusus juga terus ditingkatkan dari segi kualitas dan fasilitas,” ujar Saryadi.

Sementara pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Wawan Sofanudin dari Dinas Pendidikan DKI menambahkan bahwa Jakarta telah mengakomodasi pendidikan inklusif baik di sekolah negeri maupun swasta.

Namun, ia mengakui bahwa kapasitas guru di sekolah reguler masih menjadi tantangan besar. 

baca juga

“PR besar kita adalah meningkatkan kompetensi guru di sekolah reguler agar bisa menangani peserta didik disabilitas secara tepat,” katanya.

Irdanelly Djamal, perempuan penyandang disabilitas, menyampaikan tantangan dari sisi pengguna layanan. Ia mengungkapkan bahwa sekolah inklusi masih belum merata, akses transportasi tidak layak, dan fasilitas kesehatan belum sepenuhnya inklusif. “Jangan bangun tanpa dengar suara kami. Libatkan penyandang disabilitas dalam setiap proses pembangunan fasilitas publik,” katanya tegas.

Sementara itu, tokoh muda disabilitas inspiratif, Amatullah Baslimah pendiri TK khusus anak-anak tuli di usia 17 tahun menekankan pentingnya perubahan paradigma. “Kami bukan sekadar objek bantuan. Kami punya potensi. Fokuslah ke potensi kami, bukan pada kekurangan kami,” ucap Amatullah dalam pandangannya. Ia juga dikenal sebagai salah satu penyusun Quran Isyarat pertama di dunia.

Sedangkan Ketua panitia Mulyadin Permana dalam sambutannya menyoroti kenyataan bahwa akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas masih sangat rendah, hanya sekitar 5%. Ia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab kesenjangan ini. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami harap kolaborasi antara negara, masyarakat, dan organisasi keagamaan bisa jadi solusi yang nyata,” ujar Mulyadin menambahkan.

Senada, Ketua PWNU DKI Jakarta, KH. Syamsul Ma’arif, menyampaikan harapannya agar hasil workshop ini dapat dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang disampaikan langsung ke pemerintah.

“Jangan sampai tema hanya jadi slogan. Harus ada dorongan agar semua pihak mengambil bagian dalam memastikan akses disabilitas lebih adil,” kata KH. Syamsul Ma'arif dalam pandangannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Pernikahan Anak di Cilincing: Terungkap! Krisis Iklim Lebih dari Sekadar Cuaca Panas

Fenomena Pernikahan Anak di Cilincing: Terungkap! Krisis Iklim Lebih dari Sekadar Cuaca Panas

Video | Senin, 12 Mei 2025 | 02:28 WIB

Industri Kekurangan Suplai Gas, Kadin: Ego Sektoral Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Industri Kekurangan Suplai Gas, Kadin: Ego Sektoral Hambat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 13:37 WIB

Proyek Bedah Rumah ASG Terus Bergulir Demi Tingkatkan Ekonomi Lokal

Proyek Bedah Rumah ASG Terus Bergulir Demi Tingkatkan Ekonomi Lokal

Bisnis | Sabtu, 10 Mei 2025 | 08:17 WIB

Terkini

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:13 WIB

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:02 WIB

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 20:13 WIB

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:47 WIB

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:39 WIB

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:03 WIB

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:43 WIB

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:32 WIB

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:08 WIB

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB

×