Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Hary Tanoesoedibjo Siapkan Aksi Korporasi IPTV di Tengah Laba Anjlok

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 13 Mei 2025 | 13:50 WIB
Hary Tanoesoedibjo Siapkan Aksi Korporasi IPTV di Tengah Laba Anjlok
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

Suara.com - Sang maestro media, Hary Tanoesoedibjo, kembali menunjukkan kelihaiannya dalam bermanuver di panggung bisnis. PT MNC Vision Networks Tbk entitas media berbasis langganan di bawah bendera MNC Group, tengah merancang jurus pamungkas berupa private placement dengan menerbitkan 4,21 miliar eksemplar saham seri B.

Mengutip keterangan resmi IPTV, Selasa (13/5/2025) langkah korporasi ini setara dengan maksimal 10 persen dari seluruh saham ditempatkan dan disetor penuh, dibanderol dengan nilai nominal Rp100 per lembar.

Aksi korporasi "kucuran saham segar" ini bukan tanpa alasan. Emiten berkode saham IPTV ini terang-terangan menyebutkan bahwa langkah strategis ini dilandasi kepentingan vital untuk memacu pertumbuhan jumlah pelanggan, memperkokoh struktur permodalan dan keuangan, serta membuka karpet merah bagi investor strategis untuk menanamkan modalnya. Harapannya, suntikan dana segar ini akan memberikan nilai tambah signifikan bagi kinerja perseroan ke depan.

Selama ini, MNC Vision Networks dikenal sebagai pemain kunci dalam industri media berbasis langganan. Melalui MNC Vision, perseroan adalah pionir penyedia layanan Direct to Home (DTH) TV berlangganan di Indonesia. Keunggulan teknologi S Band yang tertanam pada Satelit Indostar II menjadikan layanan ini tahan banting terhadap gangguan cuaca, sebuah nilai jual yang sulit ditandingi.

Tak hanya itu, MNC Vision Networks juga merangkul segmen menengah bawah melalui K-Vision, layanan DTH prabayar yang kini telah merangkul lebih dari 12,6 juta pelanggan per Desember 2024. Angka fantastis ini menjadikan K-Vision sebagai penguasa pangsa pasar DTH prabayar di Tanah Air. Di ranah IPTV, MNC Play hadir dengan konten terlengkap, fitur catch up TV yang memanjakan pengguna, serta fitur timeshift yang memberikan keleluasaan dalam menikmati tayangan.

Lantas, ke mana gerangan dana hasil private placement ini akan berlabuh? Manajemen IPTV dengan gamblang menyatakan bahwa amunisi finansial ini akan digunakan untuk modal kerja operasional serta memperkuat modal kerja anak-anak usaha. Tujuannya tak lain adalah untuk mendukung pengembangan bisnis yang lebih agresif dan memastikan pertumbuhan jumlah pelanggan yang berkelanjutan.

Sebagai konsekuensi dari aksi korporasi ini, presentasi kepemilikan saham masing-masing investor akan mengalami dilusi sebesar 9,09 persen. Sebuah konsekuensi yang lazim dalam private placement demi mendapatkan suntikan dana segar.

Rencana strategis ini tentu saja membutuhkan restu dari para pemegang saham. Oleh karena itu, manajemen IPTV telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada Senin, 23 Juni 2025, pukul 14.00 WIB. Ajang "pertemuan akbar" para investor ini akan berlangsung di iNews Tower Lantai 3 Jalan Kebon Sirih nomor 17-19 Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Direktur Utama IPTV, Syafril Nasution melaporkan hanya memiliki kas setera kas senilai Rp40,23 miliar pada akhir Maret 2025. Disamping itu, IPTV memiliki efek saham senilai Rp640,03 miliar dan dana kelolaan Rp1,693 triliun.

baca juga

Sebaliknya, anak usaha  Global Mediacom (BMTR) ini memiliki utang usaha kepada pihak ketiga senilai Rp348 miliar. Ditambah pinjaman  jatuh tempo kurang dari 1 tahun Rp266,45 miliar.

Saham IPTV merupakan emiten penyedia layanan siaran televisi berbayar Grup MNC atau milik konglomerat Hary Tanoe. IPTV merupakan sebuah unit usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang berfungsi sebagai induk perusahaan bagi perusahaan penyiaran berbayar dalam grup.

Awal mulanya, IPTV didirikan pada tanggal 27 Desember 2006 dengan nama PT Sumber Primautama. Pada tanggal 29 April 2016, perseroan bergabung dengan PT Sky Vision Networks dan menjadi PT MNC Vision Networks (MVN).

Saat ini, induk MVN yakni BMTR memiliki saham ini sebesar 25.601.076.691 lembar atau sekitar 60,67% dari total kepemilikan, sehingga BMTR juga merupakan pengendali saham IPTV atau MVN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025

Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 13:27 WIB

GOTO Minta Izin Lakukan Buyback Saham Senilai Rp3,3 Triliun

GOTO Minta Izin Lakukan Buyback Saham Senilai Rp3,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 09:06 WIB

Apa Itu Liquidity Provider dalam Dunia Bisnis dan Pasar Modal

Apa Itu Liquidity Provider dalam Dunia Bisnis dan Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 07:14 WIB

Terkini

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:16 WIB

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban

Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:05 WIB

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:58 WIB

PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare

PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:55 WIB

Panggil Seluruh Bos Himbara, Prabowo Tagih Peran Himbara ke Ekonomi

Panggil Seluruh Bos Himbara, Prabowo Tagih Peran Himbara ke Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:53 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:35 WIB

Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Rangkul UMKM

Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Rangkul UMKM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:08 WIB

Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market

Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:56 WIB