Soal Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Kalah dengan Negara Tetangga

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 14 Mei 2025 | 14:50 WIB
Soal Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Kalah dengan Negara Tetangga
Soal negoisasi tarif Trump, Indonesia kalah dengan negara tetangga

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memperbaiki kinerja perdagangan di Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan dampak tarif Presiden Trump yang cukup memberatkan Indonesia. 

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu mengakui bahwa perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat masih kalah dengan negara tetangga. Salah satunya Thailand dan Vietnam yang banyak menjalin kerjasama perdagangan dengan Amerika." Kita nih negara yang dari sisi perbandingan di ASEAN kita trade open lebih rendah dibandingkan Vietnam dan Thailand," kata Anggito di acara Kagama, Gedung RRI, Rabu (14/5/2025).

Dia menekankan bahwa Indonesia terus melakukan negoisasi dengan Amerika agar tidak memberatkan perdagangan. Lantaran. Perang tarif ini sangat memukul bisnis dan industri di Indonesia. Salah satunya makanan dan minuman yang terpukul imbas tarif balasan Trump.

" Industri food yang terpukul 90 hari negoisiasi kita sangat komprenhensif pertama kali tanggal 9 april mengirim surat ke US Trade dan diterima langsung. Mudahan kita mendapatkan agrrement," bebernya.

Untuk itu, Pemerintah pun terus menggenjot permintaan dalam negeri agar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak terbebani. Sebab, tarif trump ini sangat merugikan para industri di setiap negara.

"Saya tahu penusaha sekarang sedang teriak ini mengenai kondisi daya beli masyarakat. Mudah-mudahan kita bisa perkuat dengan domestic demand," jelasnya.

Ia berharap dengan langkah awal Indonesia yang cepat dalam melakukan negosiasi dibandingan negara lainnya, yakni mulai 9 April 2025, diharapkan membuahkan hasil yang positif. 

Setidaknya terdapat tujuh tindakan yang dilakukan, baik dalam negosiasi tarif maupun non tarif, serta pembaruan yang ditawarkan sesuai dengan apa yang diharapkan pemerintah AS.

"Dari sisi itu kita bisa manage cukup prudent dari sisi tampak impact kita kepada ekonomi. Dan efek ini juga berpengaruh positif kepada kepentingan kita untuk melakukan reform trade," ungkapnya.

baca juga

Sebagai informasi, perjanjian baru Amerika Serikat (AS)-China untuk menghentikan sementara perang dagang satu sama lain memakan korban. "Perdamaian" keduanya menekan pusat-pusat manufaktur seperti di Asia Tenggara dan Meksiko.

Sebelumnya Washington dan Beijing menunda penggenaan tarif bagi masing-masing negara selama 90 hari mulai Rabu (14/5/2025) ini, setelah pertemuan di Jenewa, Swiss, akhir pekan. AS setuju untuk menurunkan tarifnya atas barang-barang China hingga 30% sementara China akan menurunkan tarifnya sendiri hingga 10%, turun lebih dari 100 poin persentase.

Hal ini membuat Vietnam dan Thailand misalnya, serta Meksiko harus melakukan kesepakatan yang lebih baik dengan AS untuk terus mendapatkan keuntungan dari strategi "China Plus One" produsen global. China Plus One adalah strategi yang digunakan perusahaan China untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar domestik dan memperluas operasi mereka ke negara-negara lain sebagai alternatif atau tambahan produktivitas dalam berbagai kegiatan ekonomi.

Pasalnya kini tarif impor barang China ke AS lebih rendah dari tarif resiprokal (timbal balik) yang diumumkan Trump April lalu ke Vietnam (46%) dan Thailand (36%).

Beberapa ahli mengatakan kesepakatan itu dapat menghentikan sebagian momentum mendorong perusahaan-perusahaan multinasional untuk lebih jauh mengalihkan rantai pasokan ke luar China.

Sun Chenghao, seorang peneliti di Pusat Keamanan dan Strategi Internasional Universitas Tsinghua, mengatakan ketidakpastian pembuatan kebijakan Trump sangat menyakitkan bagi perusahaan yang mencoba memutuskan apakah atau seberapa jauh akan melepaskan diri dari China. Menurunnya ketegangan saat ini, ujarnya, tidak berarti bahwa perusahaan-perusahaan AS berani terlibat dalam kegiatan bisnis di China.

"Semua orang masih menunggu kemungkinan tarif akan diberlakukan lagi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!

Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Jadi Liburan, Tarif Tiket Pesawat Turun 12% Selama Nataru

Jadi Liburan, Tarif Tiket Pesawat Turun 12% Selama Nataru

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Suahasil Rombak Lagi Pejabat Kemenkeu, Ada Dirjen hingga Staf Ahli

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Suahasil Copot Robert Marbun, Sekjen Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Kemenkeu Beberkan Jurus APBN 2027: Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Kemenkeu Beberkan Jurus APBN 2027: Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Strategi Kemenkeu Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Strategi Kemenkeu Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6% di 2027

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:43 WIB

Kemenkeu Ungkap Dampak Pasar Saham RI Jika Diturunkan MSCI: Defisit Melebar hingga Rupiah Lemah

Kemenkeu Ungkap Dampak Pasar Saham RI Jika Diturunkan MSCI: Defisit Melebar hingga Rupiah Lemah

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Sempat Ditinggal Purbaya, Satgas Debottlenecking Akan Kembali Dilanjutkan Pemerintah

Sempat Ditinggal Purbaya, Satgas Debottlenecking Akan Kembali Dilanjutkan Pemerintah

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Terkini

5 Toner untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas Sesuai Review

5 Toner untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas Sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Guru Besar Ekonomi UI: Konser Andrea Bocelli Bisa Picu 'Experience Economy'

Guru Besar Ekonomi UI: Konser Andrea Bocelli Bisa Picu 'Experience Economy'

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!

Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:24 WIB

3 Pilihan Skin Tint dengan Hasil Akhir Matte, Cocok untuk Kulit Berminyak

3 Pilihan Skin Tint dengan Hasil Akhir Matte, Cocok untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur

Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:19 WIB

Bagaimana Cara Membuat BPJS Kesehatan Gratis?

Bagaimana Cara Membuat BPJS Kesehatan Gratis?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Gerindra Buka Suara Usai MA Batalkan Suket SMA Gibran: Selesaikan Secara Konstitusional

Gerindra Buka Suara Usai MA Batalkan Suket SMA Gibran: Selesaikan Secara Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

×