Gasblock Karangrejo Ikut Kembangkan Industri Gula Kelapa Tradisional

Achmad Fauzi

Kamis, 15 Mei 2025 | 15:46 WIB
Gasblock Karangrejo Ikut Kembangkan Industri Gula Kelapa Tradisional
Ilustrasi Industri Gula Kelapa Tradisional.

Suara.com - Gasblock Karangrejo, Magelang, Jawa Tengah kini menjadi salah satu pusat pengembangan usaha mikro dan kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya yang dikembangkan yaitu Industri Gula Kelapa Tradusional.

Gasblock Karangrejo merupakan salah satu destinasi wisata yang seolah wajib dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca negara. Di desa ini memiliki banyak spot unik yang tidak dimiliki oleh tempat lain. Salah satunya adalah Gubuk Kopi.

Setiap pelancong yang datang ke tempat ini, dipastikan mendapat edukasi mengenai proses pembuatan gula kelapa tradisional dari Agus Prayitno, sang pemilik.

Setiap pengunjung yang datang ke lokasi, akan disambut oleh Agus dan disuguhi secangkir teh hangat yang dipadukan dengan potongan gula kelapa. Sambil menyeruput teh hangat, Agus menjelaskan proses pengolahan gula kelapa. Mulai dari pengambilan air nira, pengadukan, hingga pencetakan ke dalam batok kelapa.

Menurut Agus, produksi gula kelapa di Karangrejo sangat bergantung pada pohon kelapa tua yang ditanam sejak zaman nenek moyang. Beberapa pohon bahkan mencapai usia sekitar 100 tahun, menjulang hingga 15 meter.

Untuk bisa meningkatkan produksi gula, sejak beberapa tahun lalu ia dan masyarakat desa mulai menanam pohon kelapa jenis hybrida dengan cara tumpangsari, yakni ditanam tersebar di pekarangan rumah warga, sebagai pembatas jalan atau lahan.

"Kalau di tanam di tanah khusus seperti perkebunan, tidak memungkinkan karena pohon baru bisa diproduksi minimal 5 tahun kedepan. Jadi selama jangka waktu itu, sayang jika lahan menjadi tidak produktif,"ujar Agus seperti dikutip, Kamis (15/5/2025).

Dengan terbatasnya ketersediaan bahan baku tersebut, produksi gula kelapa pun tidak bisa ditingkatkan dengan cepat. Padahal seringkali ia diminta oleh wisatawan manca negara yang datang ke tempatnya untuk mengirimkan dalam jumlah besar secara periodik. "Karena kerterbatasan produksi, kami tidak bisa melayani permintaan ekspor," imbuh dia.

Adapun gula kelapa ini diproduksi dalam bentuk potongan balok dan serbuk yang bisa digunakan sebagai campuran kopi maupun sebagai bahan baku untuk memasak.

baca juga

Satu kemasan gula kelapa ini ditawarkan mulai dari Rp20.000 hingga Rp30.000 tergantung varian. Gula-gula ini dikemas unik dari anyaman bambu yang menambah nilai estetika dan sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh. “Produksi kami sehari baru sekitar 70 kilogram, banyak pengunjung yang tidak kebagian, jadi mereka cuma ngopi-ngopi saja disini,” katanya.

Agus bercerita, ramainya pengunjung ke pabrik gulanya itu tidak lain berkat kehadir Balkondes (Balai Ekonomi Desa) yang dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Balkondes tidak hanya sebagai pusat pelatihan dan pemberdayaan masyarakat desa, tetapi juga menjadi fasilitas ekonomi dan pariwisata.

Menurut Agus, PGN seringkali membuat event yang bisa menarik banyak wisatawan. Seperti Suadesa Festival 2025 yang digelar di Gasblock PGN Karangrejo, pada 10-11 Mei 2025 kemarin yang menarik banyak wisatawan. Begitu pun di tahun-tahun sebelumnya seperti Balkonjazz Festival.

"Setiap event yang diselenggarakan meningkatkan pengunjung ke tempat kami dan pelaku usaha lainnya. Tahun ini paling ramai tahun ini, karena ada efek Waisak dan Suadesa Festival, pengunjung bisa sampai ribuan, peningkatannya lebih dari seratus persen. Lumayan untuk menutupi lebaran kemarin yang sepi," imbuh dia.

Triantoro, Sekretaris Desa Karangrejo mengatakan, sejak berdirinya Balkondes pada sekitar tahun 2016, kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) sangat signifikan, yaitu menyumbang hingga 60 persen dari total PAD Karangrejo.

Hal tersebut menandai kebangkitan ekonomi lokal yang sebelumnya hanya bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata terbatas seperti Punthuk Setumbu.

"Kini, 90 persen tenaga kerja di sektor pariwisata berasal dari warga lokal, termasuk pengelola parkir, pemandu wisata, katering, hingga pedagang asongan. Karangrejo bahkan meraih penghargaan Best of the Best Balkondes Award mengungguli Balkondes," imbuh dia.

Karangrejo kini dirancang menjadi desa wisata terintegrasi. Di utara terdapat Gubuk Kopi sebagai pabrik gula kelapa, di timur banyak dibangun penginapan, di selatan berdiri Balkondes sebagai pusat aktivitas wisata dan ekonomi, dan di barat terdapat Punthuk Setumbu beserta perbukitan yang memesona.

Selain itu, wisata kerajinan batik lokal juga menjadi bagian dari perjalanan wisata di desa ini, memperkaya pengalaman budaya yang bisa dinikmati oleh para pengunjung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMKM Jualan di Jepang, BI Raup Rp7,8 Miliar

UMKM Jualan di Jepang, BI Raup Rp7,8 Miliar

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 13:37 WIB

Gasblock Karangejo Catatkan Kenaikan Pengunjung Hingga 1.000 Persen di Momen Libur Waisak

Gasblock Karangejo Catatkan Kenaikan Pengunjung Hingga 1.000 Persen di Momen Libur Waisak

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 08:58 WIB

Menteri UMKM Tegaskan Bertanggungjawab Atas Kasus Mama Khas Banjar

Menteri UMKM Tegaskan Bertanggungjawab Atas Kasus Mama Khas Banjar

Bisnis | Rabu, 14 Mei 2025 | 19:06 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×