Bukan Hanya Bank: OJK Dorong Dana Pensiun dan Asuransi Jadi "Mesin Uang" Pembangunan Nasional!

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 21 Mei 2025 | 15:54 WIB
Bukan Hanya Bank: OJK Dorong Dana Pensiun dan Asuransi Jadi "Mesin Uang" Pembangunan Nasional!
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melontarkan gagasan strategis yang menarik perhatian: mengoptimalkan peran dana pensiun, asuransi, dan penjaminan sebagai "mesin uang" alternatif selain perbankan dan pasar modal. Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat sektor keuangan nasional dan menutup "celah perlindungan" yang masih menganga di masyarakat. (Foto Fadil_Suara.com)

Suara.com - Di tengah ambisi besar Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan investasi yang masif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melontarkan gagasan strategis yang menarik perhatian untuk mengoptimalkan peran dana pensiun, asuransi, dan penjaminan sebagai "mesin uang" alternatif selain perbankan dan pasar modal.

Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat sektor keuangan nasional dan menutup "celah perlindungan" yang masih menganga di masyarakat.

Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila, menjelaskan betapa vitalnya sektor ini.

“Sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) memiliki peranan penting dan strategis pada tatanan perekonomian nasional, khususnya dalam hal mengurangi protection gap,” ujar Iwan dalam acara peluncuran riset dan rekomendasi kebijakan “Pembangunan Sektor Keuangan untuk Pertumbuhan yang Kuat dan Merata” di Hotel Shangri-la Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Bagi masyarakat, asuransi dan penjaminan adalah mekanisme perlindungan yang esensial terhadap risiko tak terduga. Namun, di sisi lain, kedua instrumen ini juga berperan sebagai investor institusional yang mampu menyalurkan pembiayaan jangka panjang untuk menggerakkan roda ekonomi nasional.

Demikian pula dengan dana pensiun. Di satu sisi, ia menjadi solusi finansial yang ampuh untuk memutus rantai sandwich generation – beban ganda yang menanggung hidup orang tua sekaligus anak. Di sisi lain, dana pensiun berpotensi besar untuk mendorong akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal OJK, Eddy Manindo, memperkuat argumen tersebut. Ia menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan investasi Indonesia selama periode 2025 – 2029 dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sumber pendanaan dari pemerintah dan BUMN sangat terbatas. Oleh karena itu, sumber pembiayaan investasi dari sektor swasta dan masyarakat menjadi sangat diperlukan.

Selama ini, sumber pembiayaan swasta mayoritas masih mengandalkan kredit perbankan, penerbitan saham, dan obligasi. Namun, Eddy mengakui bahwa produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini masih terbatas, sehingga menghambat perkembangan pasar sektor keuangan secara keseluruhan.

“Struktur pendanaan di Indonesia saat ini masih bertumpu signifikan kepada industri perbankan. Pasar Modal dapat mengambil peran untuk menyediakan alternatif pendanaan dan sebagai sarana untuk menarik investor asing sebagai pemodal potensial bagi sejumlah proyek strategis nasional,” ujarnya, menyoroti urgensi diversifikasi sumber pendanaan.

baca juga

Menjawab tantangan tersebut, OJK telah menyusun Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027. Peta jalan ambisius ini menetapkan target yang signifikan: kapitalisasi pasar ditargetkan mencapai Rp 15.000 triliun, atau sekitar 70% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka ini setara dengan Rp 25 triliun transaksi harian, menunjukkan lonjakan aktivitas yang luar biasa di pasar modal. Tak hanya itu, OJK juga menargetkan jumlah investor mencapai lebih dari 20 juta, menandakan perluasan partisipasi masyarakat dalam investasi.

Sementara itu Penasihat Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia Poltak Hotradero mengatakan perbandingan M2 ke GDP Indonesia hanya 40% dan termasuk yang paling rendah di ASEAN. Hal ini menandakan rendahnya jumlah permodalan beredar yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong perekonomian. 

Namun, menurutnya pasar modal Indonesia masih memiliki ruang tumbuh sangat besar dalam penerbitan instrumen investasi Pendapatan Tetap (Surat Utang). Ia juga menekankan instrumen lain yang juga memiliki potensi besar di antaranya Real Estate Investment Trust (REIT/DIRE) yang dapat menciptakan efisiensi dan manajemen risiko yang lebih baik atas aset tradisional seperti Properti.

“Peningkatan dan Pendalaman Sektor Keuangan berperan penting dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga RI Diminta Tingkatkan Tabungan Wajib di Bank Demi Cita-cita Prabowo Subianto

Warga RI Diminta Tingkatkan Tabungan Wajib di Bank Demi Cita-cita Prabowo Subianto

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 14:29 WIB

IBC Keluarkan Resep Jitu Bangun Sektor Keuangan Nasional Demi Pertumbuhan Ekonomi

IBC Keluarkan Resep Jitu Bangun Sektor Keuangan Nasional Demi Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 14:02 WIB

9 Bank Besar Inggris Diserang Hacker

9 Bank Besar Inggris Diserang Hacker

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 08:47 WIB

Terkini

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

×