Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Dirut Sritex Ditangkap: Usahanya Punya Utang Rp25 Triliun ke 28 Pihak

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 22 Mei 2025 | 07:08 WIB
Dirut Sritex Ditangkap: Usahanya Punya Utang Rp25 Triliun ke 28 Pihak
PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex)

Suara.com - Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto, tengah menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) mengamankannya terkait dugaan kasus korupsi. Dugaan ini diduga kuat berkaitan dengan pemberian fasilitas kredit dari sejumlah perbankan, sebuah permasalahan yang menambah daftar panjang tantangan finansial yang dihadapi raksasa tekstil nasional tersebut. Penahanan Iwan Lukminto ini sontak mengejutkan banyak pihak, mengingat posisinya sebagai pucuk pimpinan di salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara dan sebagai penerus legasi sang ayah, H.M. Lukminto, pendiri Sritex.

Profil dan Peran Iwan Lukminto di Sritex

Iwan Kurniawan Lukminto resmi menjabat sebagai Direktur Utama Sritex Group sejak tahun 2023. Perjalanannya di perusahaan ini dimulai jauh sebelumnya, tepatnya pada tahun 2005, saat ia pertama kali bergabung sebagai direktur. Sebagai putra dari pendiri Sritex, H.M. Lukminto, Iwan memiliki peran krusial dalam keberlanjutan dan pengembangan bisnis keluarga yang telah berdiri selama puluhan tahun. Di bawah kepemimpinannya, Sritex, sebuah perusahaan yang telah menorehkan sejarah panjang di industri tekstil, kini menghadapi ujian berat, baik dari sisi operasional maupun hukum.

Tumpukan Utang yang Membelit Sritex

Sorotan terhadap Iwan Lukminto dan dugaan korupsi ini tidak dapat dipisahkan dari kondisi keuangan Sritex yang memang sedang tidak baik-baik saja. Perusahaan dengan kode emiten SRIL ini diketahui memiliki tumpukan utang yang fantastis kepada sejumlah pihak, khususnya bank. Berdasarkan putusan perkara nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg yang dikeluarkan oleh Hakim Ketua Moch Ansor pada Senin, 21 Oktober 2024 lalu, terungkap bahwa Sritex memiliki utang kepada 28 bank.

Kondisi ini bukanlah hal baru. Sebelum dinyatakan pailit oleh pengadilan, Sritex yang telah beroperasi selama 36 tahun ini memang telah mengalami kesulitan keuangan serius sejak tahun lalu. Kesulitan ini berujung pada akumulasi utang yang membengkak, mencapai angka yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per Juni 2024, total utang Sritex tercatat mencapai US$1,6 miliar, atau setara dengan sekitar Rp25 triliun (dengan kurs Rp15.695 per dolar AS). Angka ini terbagi menjadi utang jangka pendek sebesar US$131,42 juta dan utang jangka panjang sebesar US$1,47 miliar. Mayoritas utang tersebut didominasi oleh utang bank dan obligasi, menunjukkan ketergantungan perusahaan pada pembiayaan eksternal.

Yang lebih mencemaskan adalah fakta bahwa jumlah utang Sritex jauh lebih besar dibandingkan dengan total aset perusahaan. Per Juni 2024, total aset Sritex hanya tercatat sebesar US$653,51 juta, atau sekitar Rp10,12 triliun. Ketidakseimbangan antara utang dan aset ini menjadi indikator kuat bahwa perusahaan berada dalam posisi keuangan yang sangat rentan.

Daftar Bank Pemberi Utang kepada Sritex

Laporan keuangan tersebut juga merinci daftar 28 bank yang menjadi kreditur Sritex, baik bank domestik maupun internasional. Skala utang ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan Sritex dalam mencari pembiayaan dan betapa besarnya kepercayaan yang pernah diberikan oleh institusi keuangan kepada perusahaan ini. Berikut adalah daftar bank yang tercatat memiliki piutang dari Sritex:

  1. PT Bank Central Asia Tbk: US$82 juta
  2. State Bank of India, Singapore Branch: US$43 juta
  3. PT Bank QNB Indonesia Tbk: US$37 juta
  4. Citibank N.A., Indonesia: US$36 juta
  5. PT Bank Mizuho Indonesia: US$34 juta
  6. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk: US$33 juta
  7. PT Bank Muamalat Indonesia: US$25 juta
  8. PT Bank CIMB Niaga Tbk: US$25 juta
  9. PT Bank Maybank Indonesia Tbk: US$25 juta
  10. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah: US$24 juta
  11. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk: US$24 juta
  12. MUFG Bank Ltd: US$24 juta
  13. Bank of China (Hong Kong) Limited: US$22 juta
  14. PT Bank KEB Hana Indonesia: US$22 juta
  15. Taipei Fubon Commercial Bank Co, Ltd: US$20 juta
  16. Woori Bank Singapore Branch: US$20 juta
  17. Standard Chartered Bank: US$20 juta
  18. PT Bank DBS Indonesia: US$18 juta
  19. PT Bank Permata Tbk: US$17 juta
  20. PT Bank China Construction Indonesia Tbk: US$15 juta
  21. PT Bank DKI: US$9,1 juta
  22. Bank Emirates NBD: US$9 juta
  23. ICICI Bank Ltd Singapore Branch: US$7 juta
  24. PT Bank CTBC Indonesia: US$7 juta
  25. Deutsche Bank AG: US$6,9 juta
  26. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk: US$5 juta
  27. PT Bank Danamon Indonesia Tbk: US$4,5 juta
  28. PT Bank SBI Indonesia: US$4,4 juta

Kasus dugaan korupsi yang menjerat Iwan Lukminto ini menambah kompleksitas permasalahan yang dihadapi Sritex. Selain harus berjuang untuk melunasi tumpukan utangnya, perusahaan juga harus menghadapi implikasi hukum dari dugaan penyimpangan dalam fasilitas kredit yang diterimanya. 

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Sritex Ditangkap Kejagung di Solo! Apa Perkaranya?

Bos Sritex Ditangkap Kejagung di Solo! Apa Perkaranya?

Video | Rabu, 21 Mei 2025 | 23:27 WIB

Bos Sritex Ditangkap! Bank BJB, DKI Hingga Bank Jateng Terseret Pusaran Kredit Jumbo Rp3,6 Triliun?

Bos Sritex Ditangkap! Bank BJB, DKI Hingga Bank Jateng Terseret Pusaran Kredit Jumbo Rp3,6 Triliun?

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 17:39 WIB

Dicokok Kejagung Terkait Kasus Kredit Bank, Eks Bos Sritex Iwan Setiawan Bakal Tersangka?

Dicokok Kejagung Terkait Kasus Kredit Bank, Eks Bos Sritex Iwan Setiawan Bakal Tersangka?

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:09 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp 7.144,6 Triliun, Ekonom: Itu Belum Besar

Utang Indonesia Tembus Rp 7.144,6 Triliun, Ekonom: Itu Belum Besar

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:38 WIB

Ditangkap di Solo, Eks Dirut PT Sritex Iwan Setiawan Digelandang ke Jakarta untuk Jalani Pemeriksaan

Ditangkap di Solo, Eks Dirut PT Sritex Iwan Setiawan Digelandang ke Jakarta untuk Jalani Pemeriksaan

News | Rabu, 21 Mei 2025 | 15:05 WIB

Profil Dirut Sritex Iwan Lukminto, Ditangkap Kejagung Terkait Dugaan Korupsi

Profil Dirut Sritex Iwan Lukminto, Ditangkap Kejagung Terkait Dugaan Korupsi

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 12:46 WIB

Terkini

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:12 WIB

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:11 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:36 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:54 WIB

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB