Waspada, IHSG Bisa Alami Koreksi di Perdagangan Hari Ini

Achmad Fauzi

Kamis, 22 Mei 2025 | 07:36 WIB
Waspada, IHSG Bisa Alami Koreksi di Perdagangan Hari Ini
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Kamis, 22 Mei 2025. Hal ini seiring tekanan dari sentimen global serta belum mampunya indeks menembus level resistance teknikal penting.

Pada perdagangan Rabu, 21 Mei 2025, IHSG ditutup menguat sebesar 0,67 persen disertai dengan aksi beli bersih asing (net buy) mencapai Rp 993 miliar. Saham-saham yang paling banyak dikoleksi investor asing antara lain BBCA, ANTM, BBRI, BMRI, dan GOTO.

Namun demikian, secara teknikal, IHSG menghadapi tantangan di area resistance 7.170. Jika indeks gagal menembus level tersebut, maka peluang koreksi cukup terbuka. Support jangka pendek berada di kisaran 7.040–7.070, sementara resistance berada di kisaran 7.170–7.230.

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Jika IHSG gagal break resistance di 7.170, maka ada potensi koreksi teknikal dalam jangka pendek. Pelaku pasar perlu mencermati pergerakan indeks hari ini karena sentimen global masih memberikan tekanan," ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam laporan riset hariannya yang dikutip, Kamis (22/5/2025).

Tekanan global, menurut Fanny merujuk pada kejatuhan indeks-indeks utama di Wall Street semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun tajam sebesar 1,91 persen, disusul S&P 500 yang melemah 1,61 persen, dan Nasdaq Composite yang terkoreksi 1,41 persen.

Pelemahan ini dipicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield obligasi 30 tahun mencapai 5,09 persen level tertinggi sejak Oktober 2023 sementara imbal hasil atau yield obligasi acuan 10 tahun juga naik ke 4,59 persen.

Kenaikan imbal hasil ini terjadi akibat kekhawatiran investor terhadap RUU anggaran baru yang sedang digodok di Kongres AS. RUU tersebut, yang diperkirakan akan disahkan menjelang Memorial Day oleh Ketua DPR AS Mike Johnson, dianggap akan memperburuk defisit fiskal Amerika Serikat. Investor merespons dengan aksi jual masif di pasar saham.

Sektor ritel dan kesehatan menjadi yang paling terpukul. Saham Target anjlok 5,2 persen setelah perusahaan menurunkan proyeksi penjualan tahunan, dipicu oleh ketidakpastian tarif dan respons publik terhadap program keberagaman perusahaan.

Sementara itu, saham UnitedHealth merosot 5,8 persen usai HSBC menurunkan peringkat sahamnya. Raksasa teknologi seperti Apple dan Amazon juga turut melemah seiring tekanan dari kenaikan imbal hasil.

baca juga

Di pasar Asia-Pasifik, pergerakan bursa cenderung variatif. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,61 persen, dan Topix melemah 0,22 persen.

Sementara indeks Kospi Korea Selatan justru menguat 0,91 persen, dan Kosdaq naik 1,13 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga naik 0,52 persen, Hang Seng Hong Kong bertambah 0,51 persen, CSI 300 China naik 0,47 persen, dan Taiex Taiwan meningkat 1,29 persen.

Di tengah gejolak global, investor juga mencermati kebijakan moneter domestik. Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) tanggal 20–21 Mei 2025 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan (BI-rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Keputusan ini diambil untuk menjaga daya dorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal dan nilai tukar yang relatif stabil.

Saham-Saham Rekomendasi Hari Ini

Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Fanny Suherman merekomendasikan enam saham dengan status speculative buy untuk perdagangan harian:

BKSL
BFIN
NCKL
DKFT
MDKA
PGAS

"Strategi perdagangan hari ini sebaiknya tetap selektif. Perhatikan saham-saham berfundamental kuat yang sedang berada dalam fase konsolidasi dengan potensi teknikal rebound," pungkas Fanny

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Bursa: Wall Street Anjlok Tajam, BI Rate Turun, IHSG Terancam Melemah Hari Ini

Update Bursa: Wall Street Anjlok Tajam, BI Rate Turun, IHSG Terancam Melemah Hari Ini

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 07:34 WIB

IHSG Berakhir Menguat ke Level 7.142, Ini Saham-saham yang Cuan

IHSG Berakhir Menguat ke Level 7.142, Ini Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:25 WIB

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 09:15 WIB

Terkini

Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan

Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:50 WIB

5 Mobil Hatchback Bekas Rp 80 Jutaan yang Iritnya Tembus 20 Km Per Liter

5 Mobil Hatchback Bekas Rp 80 Jutaan yang Iritnya Tembus 20 Km Per Liter

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 14:48 WIB

Tepis Isu Komersialisasi, Pameran 100 Tahun Ali Sadikin Jadi Bukti TIM Tetap Rumah Bagi Seniman

Tepis Isu Komersialisasi, Pameran 100 Tahun Ali Sadikin Jadi Bukti TIM Tetap Rumah Bagi Seniman

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:47 WIB

Terungkap, Gus Alex Diduga Perintahkan Bentuk Tim Hadapi Pansus Haji DPR

Terungkap, Gus Alex Diduga Perintahkan Bentuk Tim Hadapi Pansus Haji DPR

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:46 WIB

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:45 WIB

4 Pelembap Gel Korea Perkuat Skin Barrier pada Kulit Berminyak Tanpa Greasy

4 Pelembap Gel Korea Perkuat Skin Barrier pada Kulit Berminyak Tanpa Greasy

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 14:42 WIB

BKSDA Kaltim Evakuasi 11 Orang Utan dari Ancaman Karhutla Samboja

BKSDA Kaltim Evakuasi 11 Orang Utan dari Ancaman Karhutla Samboja

Kaltim | Kamis, 03 September 2026 | 14:40 WIB

Bukan Sebagai Saksi, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Diperiksa Tim 9 Sebagai Tersangka

Bukan Sebagai Saksi, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Diperiksa Tim 9 Sebagai Tersangka

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:38 WIB

Apa Itu Desil dalam Statistika? Ini Pengertian, Rumus, dan Cara Menentukannya

Apa Itu Desil dalam Statistika? Ini Pengertian, Rumus, dan Cara Menentukannya

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 14:38 WIB

Putusan Pengadilan Singapura Buka Jalan Berburu Aset Sritex Senilai Rp12,82 Triliun

Putusan Pengadilan Singapura Buka Jalan Berburu Aset Sritex Senilai Rp12,82 Triliun

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:36 WIB

×