Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Saham-saham Ini Jadi Pendorong IHSG Menghijau di Perdagangan Kamis Pagi

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 22 Mei 2025 | 09:30 WIB
Saham-saham Ini Jadi Pendorong IHSG Menghijau di Perdagangan Kamis Pagi
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/3).

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dibuka masih menguat pada perdagangan Kamis, 22 Mei 2025. IHSG menguat di level 7.165

Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.19 WIB, IHSG masih menghijau menuju level 7.168 atau naik 26,45 poin, secara presentase naik 0,35 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,45 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp1,99 triliun, serta frekuensi sebanyak 195.475 kali.

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam perdagangan di waktu itu, sebanyak 246 saham bergerak naik, sedangkan 191 saham mengalami penurunan, dan 198 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG hari ini diantaranya, FAST, COCO, JAWA, PTIS, BCIP, PACK, ANTM, FOLK, INDY, TINS, BCAP, CYBR, DKHH, BRPT.

Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, SGRO, RALS, HAJJ, AMMS, AKRA, BAIK, PICO, SMSM, MPIX, KLBF, BIPI, TOWR, BBYB.

Proyeksi Hari ini

IHSG berpotensi mengalami koreksi pada perdagangan Kamis, 22 Mei 2025. Hal ini seiring tekanan dari sentimen global serta belum mampunya indeks menembus level resistance teknikal penting.

Pada perdagangan Rabu, 21 Mei 2025, IHSG ditutup menguat sebesar 0,67 persen disertai dengan aksi beli bersih asing (net buy) mencapai Rp 993 miliar. Saham-saham yang paling banyak dikoleksi investor asing antara lain BBCA, ANTM, BBRI, BMRI, dan GOTO.

Namun demikian, secara teknikal, IHSG menghadapi tantangan di area resistance 7.170. Jika indeks gagal menembus level tersebut, maka peluang koreksi cukup terbuka. Support jangka pendek berada di kisaran 7.040–7.070, sementara resistance berada di kisaran 7.170–7.230.

"Jika IHSG gagal break resistance di 7.170, maka ada potensi koreksi teknikal dalam jangka pendek. Pelaku pasar perlu mencermati pergerakan indeks hari ini karena sentimen global masih memberikan tekanan," ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam laporan riset hariannya yang dikutip, Kamis (22/5/2025).

Tekanan global, menurut Fanny merujuk pada kejatuhan indeks-indeks utama di Wall Street semalam. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun tajam sebesar 1,91 persen, disusul S&P 500 yang melemah 1,61 persen, dan Nasdaq Composite yang terkoreksi 1,41 persen.

Pelemahan ini dipicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield obligasi 30 tahun mencapai 5,09 persen level tertinggi sejak Oktober 2023 sementara imbal hasil atau yield obligasi acuan 10 tahun juga naik ke 4,59 persen.

Kenaikan imbal hasil ini terjadi akibat kekhawatiran investor terhadap RUU anggaran baru yang sedang digodok di Kongres AS. RUU tersebut, yang diperkirakan akan disahkan menjelang Memorial Day oleh Ketua DPR AS Mike Johnson, dianggap akan memperburuk defisit fiskal Amerika Serikat. Investor merespons dengan aksi jual masif di pasar saham.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Sektor ritel dan kesehatan menjadi yang paling terpukul. Saham Target anjlok 5,2 persen setelah perusahaan menurunkan proyeksi penjualan tahunan, dipicu oleh ketidakpastian tarif dan respons publik terhadap program keberagaman perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya âž”
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya âž”
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya âž”
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya âž”
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya âž”
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya âž”
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya âž”
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya âž”
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya âž”
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya âž”
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya âž”

Komentar

Terkait

Waspada, IHSG Bisa Alami Koreksi di Perdagangan Hari Ini

Waspada, IHSG Bisa Alami Koreksi di Perdagangan Hari Ini

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 07:36 WIB

Update Bursa: Wall Street Anjlok Tajam, BI Rate Turun, IHSG Terancam Melemah Hari Ini

Update Bursa: Wall Street Anjlok Tajam, BI Rate Turun, IHSG Terancam Melemah Hari Ini

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 07:34 WIB

IHSG Berakhir Menguat ke Level 7.142, Ini Saham-saham yang Cuan

IHSG Berakhir Menguat ke Level 7.142, Ini Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 16:25 WIB

Terkini

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB

OJK Izinkan Punya Utang di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Ini Aturan Barunya

OJK Izinkan Punya Utang di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Ini Aturan Barunya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:32 WIB

Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T

Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:29 WIB

Ternyata Masalah Ini yang Bikin Investor Ritel Boncos di Pasar Saham

Ternyata Masalah Ini yang Bikin Investor Ritel Boncos di Pasar Saham

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:21 WIB

Hemat Energi, Menhub Minta Kendaraan Kementerian Beralih ke Listrik

Hemat Energi, Menhub Minta Kendaraan Kementerian Beralih ke Listrik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:18 WIB

Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang

Komisarisnya Narsis di Sitinjau Lauik, Ini Profil BUMN Pusri Palembang

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 07:12 WIB

Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen

Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:46 WIB

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:38 WIB

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:00 WIB

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB