Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Dana Koperasi Merah Putih Capai Rp550 Triliun, Dari Mana Sumbernya?

M Nurhadi

Kamis, 22 Mei 2025 | 12:46 WIB
Dana Koperasi Merah Putih Capai Rp550 Triliun, Dari Mana Sumbernya?
Dua Koperasi Kelurahan di Kalteng bakal jadi proyek percontohan Kopdes Merah Putih/ist

Banyak yang penasaran, kira-kira dari mana sumber dana Koperasi Merah Putih Rp550 Triliun? Rencana pengelolaan serta pendanaan yang akan disalurkan ke dalam program Koperasi Desa Merah Putih juga disorot banyak kalangan karena memiliki potensi krusial.

Koperasi Merah Putih sendiri diklaim untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi di desa-desa, eksekusi program ini perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dari sisi regulasi, pengawasan dana negara, dan kesiapan sumber daya manusia.

Suara.com - Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, mengungkapkan bahwa dana dari Bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan disalurkan untuk mendukung operasional koperasi Merah Putih. Estimasinya, setiap koperasi akan menerima modal antara Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar. Jika asumsi jumlah koperasi mencapai sekitar 80.000 unit, maka total potensi pendanaan awal bisa menyentuh angka Rp 250 triliun. Dengan perhitungan bahwa tiap koperasi mendapatkan alokasi Rp 3 miliar, maka total dananya bisa sekitar Rp 240 triliun.

Selain itu, terdapat pula aliran dana dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diproyeksikan mencapai Rp 300 triliun, dan juga akan disalurkan melalui koperasi-koperasi di desa. Bila dijumlahkan, maka potensi total pembiayaan dari Himbara ke dalam program Koperasi Merah Putih bisa menembus angka spektakuler, yakni sekitar Rp 550 triliun.

Sementara, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi pada April lalu menjelaskan, skema pembiayaan untuk pembentukan 80.000 Koperasi Merah Putih mengikuti arahan ahkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Soal skema pembiayaan nanti kita serahkan sesuai Inpres ke Menteri Keuangan dan Menteri BUMN, tanya ke mereka saja soal pembiayaan," ujarnya pada Senin (21/4/2025) lalu.

Lebih jauh, menurut Budi Arie, Kementerian Koperasi hanya berperan sebagai pengawas dan mengevaluasi 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih. 

Dari Mana Sumber Dana Koperasi Merah Putih Rp550 Triliun?

Dari Mana Sumber Dana Koperasi Merah Putih Rp550 Triliun?
Dari Mana Sumber Dana Koperasi Merah Putih Rp550 Triliun?

Terlepas dari sumber dana yang begitu besar, Analis Kebijakan Ekonomi APINDO Ajib Hamdani menungkapkan tiga potensi permasalahan Koperasi Merah Putih yang menarik untuk disimak:

1. Risiko Kredit Bermasalah

Ajib menjelaskan bahwa permasalahan pertama muncul dari sektor perbankan, terutama yang tergabung dalam jaringan bank milik negara (Himbara). Karena lembaga keuangan perbankan diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka penyaluran kredit harus mengikuti standar dan ketentuan yang berlaku. Bank memiliki kriteria penilaian formal yang dikenal sebagai prinsip 5C: character (karakter), capacity (kapasitas), capital (modal), collateral (jaminan), dan condition (kondisi usaha). Menurut Ajib, koperasi desa seperti Merah Putih kemungkinan besar akan kesulitan memenuhi seluruh persyaratan tersebut.

Apabila pemerintah memaksakan program ini secara wajib (mandatory), maka bank bisa mengalami hambatan teknis hingga risiko kredit bermasalah.

2. Risiko Akuntabilitas dari Dana APBN

Masalah kedua yang disorot Ajib berkaitan dengan sumber dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika modal koperasi disuplai dari anggaran negara, maka pengelolaan keuangan koperasi tersebut secara otomatis akan diawasi oleh lembaga pengaudit negara, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dana publik harus digunakan secara transparan, bertanggung jawab, dan efektif. Bila tidak dikontrol dengan baik, maka akan berpotensi menimbulkan temuan dari hasil audit yang bisa merugikan pihak-pihak terkait.

3. Kualitas Sumber Daya Manusia Masih Lemah

Tantangan ketiga terletak pada kualitas pengelola koperasi di daerah. Banyak pengurus koperasi belum memiliki pemahaman yang cukup tentang manajemen keuangan dan tata kelola usaha. Literasi finansial yang minim dapat menghambat operasional koperasi, terutama jika harus menjalankan prosedur sesuai standar nasional.

Ajib merekomendasikan agar pemerintah tidak tergesa-gesa membentuk koperasi baru, melainkan cukup memaksimalkan potensi koperasi yang sudah ada seperti Koperasi Unit Desa (KUD) dengan didukung digitalisasi sistem dan pelatihan keterampilan SDM.

Fakta di Balik Sumber Dana Koperasi Merah Putih

Apindo Sarankan Optimalisasi Koperasi dan BUMDes yang Sudah Ada. Daripada memulai dari awal, Apindo menyarankan agar pemerintah lebih baik fokus memberdayakan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah eksis. Koperasi, sebagai entitas milik anggota, sebaiknya dipisahkan fungsinya dari BUMDes yang lebih cocok untuk mengelola dana negara secara akuntabel. Dengan demikian, masing-masing lembaga dapat menjalankan perannya tanpa tumpang tindih serta mengurangi risiko pengelolaan yang tidak efisien.

Dalam pernyataan terpisah, Zulhas menekankan bahwa dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi elemen kunci keberhasilan program koperasi desa Merah Putih. Menurutnya, semua BUMN sudah menyatakan komitmen untuk mendukung. Bahkan, agenda nasional untuk peluncuran program telah dijadwalkan: musyawarah desa khusus (Musdesus) akan rampung akhir Mei, peluncuran nasional dilakukan 12 Juli, dan peresmian fisik koperasi berlangsung pada 28 Oktober 2025.

Zulhas menjelaskan bahwa bank-bank Himbara telah disiapkan untuk memberikan pinjaman Rp 3–5 miliar per koperasi. Dengan target 80.000 koperasi, potensi pendanaan awal mencapai Rp 250 triliun. Dana KUR juga akan dialirkan dengan target Rp 300 triliun, menjadikan total sumber dana Koperasi Merah Putih sekitar Rp 550 triliun.

Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi, Herbert Siagian, pada 16 April 2025 menyatakan bahwa sebagian dari biaya operasional koperasi juga akan diambil dari APBN. Tak hanya itu, pemerintah juga sedang mengkaji kemungkinan pengalihan serta reformulasi dana desa sebagai tambahan pembiayaan untuk koperasi. Ini menegaskan bahwa sumber dana koperasi Merah Putih tidak hanya berasal dari Himbara dan KUR, tetapi juga bisa bersumber dari anggaran negara serta dana pembangunan desa.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Link DANA Kaget Total Saldo Rp 259 Ribu Buat Belanja Online

5 Link DANA Kaget Total Saldo Rp 259 Ribu Buat Belanja Online

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 08:59 WIB

Mengupas Tuntas Pengertian dan Manfaat Unggul Koperasi Merah Putih

Mengupas Tuntas Pengertian dan Manfaat Unggul Koperasi Merah Putih

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 22:56 WIB

Terseret Mafia Judol, Budi Arie Bakal Didepak Dari Kabinet?

Terseret Mafia Judol, Budi Arie Bakal Didepak Dari Kabinet?

Liks | Rabu, 21 Mei 2025 | 20:24 WIB

5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Tanpa Deposit Terbaru 2025

5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Tanpa Deposit Terbaru 2025

Tekno | Rabu, 21 Mei 2025 | 19:38 WIB

Segera Klaim Saldo DANA Gratis Rp897 Ribu Hari Ini, Langsung Cair Tanpa Syarat!

Segera Klaim Saldo DANA Gratis Rp897 Ribu Hari Ini, Langsung Cair Tanpa Syarat!

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 19:08 WIB

Gerindra Dapat Dana Parpol Rp20 Triliun dari Pemerintah?! Ini Faktanya!

Gerindra Dapat Dana Parpol Rp20 Triliun dari Pemerintah?! Ini Faktanya!

Video | Rabu, 21 Mei 2025 | 18:31 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB