Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Dana Koperasi Merah Putih Capai Rp550 Triliun, Dari Mana Sumbernya?

M Nurhadi

Kamis, 22 Mei 2025 | 12:46 WIB
Dana Koperasi Merah Putih Capai Rp550 Triliun, Dari Mana Sumbernya?
Dua Koperasi Kelurahan di Kalteng bakal jadi proyek percontohan Kopdes Merah Putih/ist

Banyak yang penasaran, kira-kira dari mana sumber dana Koperasi Merah Putih Rp550 Triliun? Rencana pengelolaan serta pendanaan yang akan disalurkan ke dalam program Koperasi Desa Merah Putih juga disorot banyak kalangan karena memiliki potensi krusial.

Koperasi Merah Putih sendiri diklaim untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi di desa-desa, eksekusi program ini perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dari sisi regulasi, pengawasan dana negara, dan kesiapan sumber daya manusia.

Suara.com - Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, mengungkapkan bahwa dana dari Bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan disalurkan untuk mendukung operasional koperasi Merah Putih. Estimasinya, setiap koperasi akan menerima modal antara Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar. Jika asumsi jumlah koperasi mencapai sekitar 80.000 unit, maka total potensi pendanaan awal bisa menyentuh angka Rp 250 triliun. Dengan perhitungan bahwa tiap koperasi mendapatkan alokasi Rp 3 miliar, maka total dananya bisa sekitar Rp 240 triliun.

Selain itu, terdapat pula aliran dana dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diproyeksikan mencapai Rp 300 triliun, dan juga akan disalurkan melalui koperasi-koperasi di desa. Bila dijumlahkan, maka potensi total pembiayaan dari Himbara ke dalam program Koperasi Merah Putih bisa menembus angka spektakuler, yakni sekitar Rp 550 triliun.

Sementara, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi pada April lalu menjelaskan, skema pembiayaan untuk pembentukan 80.000 Koperasi Merah Putih mengikuti arahan ahkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Soal skema pembiayaan nanti kita serahkan sesuai Inpres ke Menteri Keuangan dan Menteri BUMN, tanya ke mereka saja soal pembiayaan," ujarnya pada Senin (21/4/2025) lalu.

Lebih jauh, menurut Budi Arie, Kementerian Koperasi hanya berperan sebagai pengawas dan mengevaluasi 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih. 

Dari Mana Sumber Dana Koperasi Merah Putih Rp550 Triliun?

Dari Mana Sumber Dana Koperasi Merah Putih Rp550 Triliun?
Dari Mana Sumber Dana Koperasi Merah Putih Rp550 Triliun?

Terlepas dari sumber dana yang begitu besar, Analis Kebijakan Ekonomi APINDO Ajib Hamdani menungkapkan tiga potensi permasalahan Koperasi Merah Putih yang menarik untuk disimak:

1. Risiko Kredit Bermasalah

baca juga

Ajib menjelaskan bahwa permasalahan pertama muncul dari sektor perbankan, terutama yang tergabung dalam jaringan bank milik negara (Himbara). Karena lembaga keuangan perbankan diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka penyaluran kredit harus mengikuti standar dan ketentuan yang berlaku. Bank memiliki kriteria penilaian formal yang dikenal sebagai prinsip 5C: character (karakter), capacity (kapasitas), capital (modal), collateral (jaminan), dan condition (kondisi usaha). Menurut Ajib, koperasi desa seperti Merah Putih kemungkinan besar akan kesulitan memenuhi seluruh persyaratan tersebut.

Apabila pemerintah memaksakan program ini secara wajib (mandatory), maka bank bisa mengalami hambatan teknis hingga risiko kredit bermasalah.

2. Risiko Akuntabilitas dari Dana APBN

Masalah kedua yang disorot Ajib berkaitan dengan sumber dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika modal koperasi disuplai dari anggaran negara, maka pengelolaan keuangan koperasi tersebut secara otomatis akan diawasi oleh lembaga pengaudit negara, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dana publik harus digunakan secara transparan, bertanggung jawab, dan efektif. Bila tidak dikontrol dengan baik, maka akan berpotensi menimbulkan temuan dari hasil audit yang bisa merugikan pihak-pihak terkait.

3. Kualitas Sumber Daya Manusia Masih Lemah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Link DANA Kaget Total Saldo Rp 259 Ribu Buat Belanja Online

5 Link DANA Kaget Total Saldo Rp 259 Ribu Buat Belanja Online

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 08:59 WIB

Mengupas Tuntas Pengertian dan Manfaat Unggul Koperasi Merah Putih

Mengupas Tuntas Pengertian dan Manfaat Unggul Koperasi Merah Putih

Lifestyle | Rabu, 21 Mei 2025 | 22:56 WIB

Terseret Mafia Judol, Budi Arie Bakal Didepak Dari Kabinet?

Terseret Mafia Judol, Budi Arie Bakal Didepak Dari Kabinet?

Liks | Rabu, 21 Mei 2025 | 20:24 WIB

5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Tanpa Deposit Terbaru 2025

5 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis Tanpa Deposit Terbaru 2025

Tekno | Rabu, 21 Mei 2025 | 19:38 WIB

Segera Klaim Saldo DANA Gratis Rp897 Ribu Hari Ini, Langsung Cair Tanpa Syarat!

Segera Klaim Saldo DANA Gratis Rp897 Ribu Hari Ini, Langsung Cair Tanpa Syarat!

Bisnis | Rabu, 21 Mei 2025 | 19:08 WIB

Gerindra Dapat Dana Parpol Rp20 Triliun dari Pemerintah?! Ini Faktanya!

Gerindra Dapat Dana Parpol Rp20 Triliun dari Pemerintah?! Ini Faktanya!

Video | Rabu, 21 Mei 2025 | 18:31 WIB

Terkini

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55 WIB

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Transaksi Judi Online Naik 260 Persen di Bank, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:46 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

×