Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Daftar Bisnis dan Aset Kekayaan Keluarga Lukminto, Pemilik Sritex

M Nurhadi

Jum'at, 23 Mei 2025 | 06:32 WIB
Daftar Bisnis dan Aset Kekayaan Keluarga Lukminto, Pemilik Sritex
Bos PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto. [Instagram/@ik.lukminto]

Suara.com - Nama keluarga Lukminto selama bertahun-tahun dikenal luas sebagai dinasti penguasa bisnis tekstil terbesar di Indonesia. Dikenal lewat perusahaan raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, keluarga ini telah membangun kerajaan bisnis yang mencakup berbagai lini industri, mulai dari manufaktur tekstil hingga properti. Namun, sorotan terhadap kekayaan dan pengaruh mereka meningkat tajam sejak kasus hukum menjerat Dirut Sritex, Iwan Setiawan Lukminto.

Penahanan Iwan pada tahun 2025 oleh Kejaksaan Agung atas dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana perusahaan menjadi titik balik kelam dalam narasi kejayaan keluarga Lukminto. Siapa sebenarnya mereka? Dan sebesar apa kekayaan serta bisnis yang mereka kelola?

Keluarga Lukminto adalah simbol keberhasilan industri tekstil nasional yang dibangun dari nol. Namun, seperti banyak dinasti bisnis lainnya, mereka kini menghadapi ujian besar yang bisa menentukan arah masa depan bisnis mereka.

Awal Mula Kekayaan Keluarga Lukminto 

Keluarga Lukminto tak bisa dilepaskan dari sosok H. Lukminto, pendiri Sritex, yang memulai bisnis tekstilnya dari pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah. Dari usaha kecil tersebut, Lukminto membangun pabrik tekstil yang berkembang menjadi perusahaan berskala internasional. Sritex tak hanya dikenal sebagai produsen pakaian dalam negeri, tetapi juga eksportir besar seragam militer ke berbagai negara.

Lukminto wafat pada tahun 2014. Setelahnya tongkat estafet kepemimpinan bisnis berpindah kepada anak-anaknya, terutama kepada Iwan Setiawan Lukminto yang menjabat sebagai Direktur Utama.

Namun kekayaan itu tak abadi. Laporan keuangan terakhir Sritex (Q3 2024) menunjukkan penurunan pendapatan bersih dan peningkatan beban keuangan. Meski belum masuk status default, rasio utang terhadap modal perusahaan menjadi perhatian serius investor.

Tak lama setelah pengumuman status tersangka, harga saham Sritex (SRIL) merosot tajam di Bursa Efek Indonesia. Investor mulai menarik diri, sementara sejumlah kreditur, termasuk bank asing, meninjau ulang komitmen pendanaan mereka.

Daftar Bisnis dan Aset Kekayaan Keluarga Lukminto

baca juga

Sritex adalah mahkota utama, tetapi bisnis keluarga Lukminto telah meluas ke berbagai sektor. Sehingga mereka memiliki sejumlah bisnis dan aset kekayaan. Berikut adalah daftar bisnis dan aset kekayaan keluarga Lukminto. 

1. PT Sritex (Sri Rejeki Isman Tbk)
PT. Sritex dulu disegani sebagai perusahaan tekstil terintegrasi terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan memproduksi  benang, kain mentah, kain jadi, hingga garmen militer. PT. Sritex memiliki klien global termasuk NATO dan negara-negara di Timur Tengah. Kelancaran produksi didukung oleh ribuan karyawan di pabrik utama di Sukoharjo.

2. Duniatex Group 
Duniatex Group terkait erat dengan bisnis dan sebagai aset kekayaan keluarga Lukminto secara historis. Meski berbeda manajemen, Duniatex dan Sritex memiliki hubungan darah dan sejarah melalui relasi antar keluarga. Duniatex merupakan salah satu perusahaan produsen kain terbesar di Indonesia. Namun, perusahaan ini pernah tersandung skandal gagal bayar (default) obligasi luar negeri.

3. Properti dan Real Estate
Keluarga Lukminto dilaporkan memiliki sejumlah properti strategis di Solo dan sekitarnya. Mereka memiliki hotel, rumah mewah, dan gedung perkantoran. Aset properti tersebut menjadi bagian dari aset portofolio kekayaan keluarga Lukminto. 

Salah satu properti besar keluarga Lukminto ialah GOR Sritex. GOR ini sering digunakan untuk menggelar berbagai pertandingan seperti basket, bola voli, dan berbagai turnamen olahraga lainnya. GOR Sritex menjadi venue event nasional seperti pekan paralimpik nasional (Peparnas) XVII tahun 2024. 

Keluarga Lukminto memiliki aset museum yakni Tumurun Museum. Awalnya ini merupakan museum pribadi, tempat keluarga Lukminto mengoleksi karya seni yang dikoleksi pendiri Sritex. Namun kini sudah dibuka untuk umum dengan sistem tiket. Pengunjung bisa menyaksikan koleksi lukisan, seni kontemporer, seni instalasi, sampai mobil-mobil antik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayu Ting Ting Tak Tahu Berapa Kekayaannya, Caranya Mengelola Keuangan Dicibir

Ayu Ting Ting Tak Tahu Berapa Kekayaannya, Caranya Mengelola Keuangan Dicibir

Entertainment | Kamis, 22 Mei 2025 | 17:53 WIB

DJKI Kemenkum Rekomendasikan 300 Situs untuk Diblokir karena Langgar Kekayaan Intelektual

DJKI Kemenkum Rekomendasikan 300 Situs untuk Diblokir karena Langgar Kekayaan Intelektual

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 15:08 WIB

Bank BJB Buka Suara soal Eks Karyawan yang Terlibat Korupsi Kredit Sritex

Bank BJB Buka Suara soal Eks Karyawan yang Terlibat Korupsi Kredit Sritex

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:20 WIB

Eks Dirut Jadi Tersangka Kasus PT Sritex, Manajemen Bank DKI Janji Bantu Penyidikan Kejagung

Eks Dirut Jadi Tersangka Kasus PT Sritex, Manajemen Bank DKI Janji Bantu Penyidikan Kejagung

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 14:01 WIB

Bank DKI Sikapi Proses Hukum Terkait Kredit Sritex

Bank DKI Sikapi Proses Hukum Terkait Kredit Sritex

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 13:20 WIB

Mantan Bos Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kredit Sritex, Begini Respons Bank DKI

Mantan Bos Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kredit Sritex, Begini Respons Bank DKI

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 12:27 WIB

Terkini

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

×