Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Daftar Bisnis dan Aset Kekayaan Keluarga Lukminto, Pemilik Sritex

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 23 Mei 2025 | 06:32 WIB
Daftar Bisnis dan Aset Kekayaan Keluarga Lukminto, Pemilik Sritex
Bos PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto. [Instagram/@ik.lukminto]

Suara.com - Nama keluarga Lukminto selama bertahun-tahun dikenal luas sebagai dinasti penguasa bisnis tekstil terbesar di Indonesia. Dikenal lewat perusahaan raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, keluarga ini telah membangun kerajaan bisnis yang mencakup berbagai lini industri, mulai dari manufaktur tekstil hingga properti. Namun, sorotan terhadap kekayaan dan pengaruh mereka meningkat tajam sejak kasus hukum menjerat Dirut Sritex, Iwan Setiawan Lukminto.

Penahanan Iwan pada tahun 2025 oleh Kejaksaan Agung atas dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana perusahaan menjadi titik balik kelam dalam narasi kejayaan keluarga Lukminto. Siapa sebenarnya mereka? Dan sebesar apa kekayaan serta bisnis yang mereka kelola?

Keluarga Lukminto adalah simbol keberhasilan industri tekstil nasional yang dibangun dari nol. Namun, seperti banyak dinasti bisnis lainnya, mereka kini menghadapi ujian besar yang bisa menentukan arah masa depan bisnis mereka.

Awal Mula Kekayaan Keluarga Lukminto 

Keluarga Lukminto tak bisa dilepaskan dari sosok H. Lukminto, pendiri Sritex, yang memulai bisnis tekstilnya dari pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah. Dari usaha kecil tersebut, Lukminto membangun pabrik tekstil yang berkembang menjadi perusahaan berskala internasional. Sritex tak hanya dikenal sebagai produsen pakaian dalam negeri, tetapi juga eksportir besar seragam militer ke berbagai negara.

Lukminto wafat pada tahun 2014. Setelahnya tongkat estafet kepemimpinan bisnis berpindah kepada anak-anaknya, terutama kepada Iwan Setiawan Lukminto yang menjabat sebagai Direktur Utama.

Namun kekayaan itu tak abadi. Laporan keuangan terakhir Sritex (Q3 2024) menunjukkan penurunan pendapatan bersih dan peningkatan beban keuangan. Meski belum masuk status default, rasio utang terhadap modal perusahaan menjadi perhatian serius investor.

Tak lama setelah pengumuman status tersangka, harga saham Sritex (SRIL) merosot tajam di Bursa Efek Indonesia. Investor mulai menarik diri, sementara sejumlah kreditur, termasuk bank asing, meninjau ulang komitmen pendanaan mereka.

Daftar Bisnis dan Aset Kekayaan Keluarga Lukminto

Sritex adalah mahkota utama, tetapi bisnis keluarga Lukminto telah meluas ke berbagai sektor. Sehingga mereka memiliki sejumlah bisnis dan aset kekayaan. Berikut adalah daftar bisnis dan aset kekayaan keluarga Lukminto. 

1. PT Sritex (Sri Rejeki Isman Tbk)
PT. Sritex dulu disegani sebagai perusahaan tekstil terintegrasi terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan memproduksi  benang, kain mentah, kain jadi, hingga garmen militer. PT. Sritex memiliki klien global termasuk NATO dan negara-negara di Timur Tengah. Kelancaran produksi didukung oleh ribuan karyawan di pabrik utama di Sukoharjo.

2. Duniatex Group 
Duniatex Group terkait erat dengan bisnis dan sebagai aset kekayaan keluarga Lukminto secara historis. Meski berbeda manajemen, Duniatex dan Sritex memiliki hubungan darah dan sejarah melalui relasi antar keluarga. Duniatex merupakan salah satu perusahaan produsen kain terbesar di Indonesia. Namun, perusahaan ini pernah tersandung skandal gagal bayar (default) obligasi luar negeri.

3. Properti dan Real Estate
Keluarga Lukminto dilaporkan memiliki sejumlah properti strategis di Solo dan sekitarnya. Mereka memiliki hotel, rumah mewah, dan gedung perkantoran. Aset properti tersebut menjadi bagian dari aset portofolio kekayaan keluarga Lukminto. 

Salah satu properti besar keluarga Lukminto ialah GOR Sritex. GOR ini sering digunakan untuk menggelar berbagai pertandingan seperti basket, bola voli, dan berbagai turnamen olahraga lainnya. GOR Sritex menjadi venue event nasional seperti pekan paralimpik nasional (Peparnas) XVII tahun 2024. 

Keluarga Lukminto memiliki aset museum yakni Tumurun Museum. Awalnya ini merupakan museum pribadi, tempat keluarga Lukminto mengoleksi karya seni yang dikoleksi pendiri Sritex. Namun kini sudah dibuka untuk umum dengan sistem tiket. Pengunjung bisa menyaksikan koleksi lukisan, seni kontemporer, seni instalasi, sampai mobil-mobil antik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayu Ting Ting Tak Tahu Berapa Kekayaannya, Caranya Mengelola Keuangan Dicibir

Ayu Ting Ting Tak Tahu Berapa Kekayaannya, Caranya Mengelola Keuangan Dicibir

Entertainment | Kamis, 22 Mei 2025 | 17:53 WIB

DJKI Kemenkum Rekomendasikan 300 Situs untuk Diblokir karena Langgar Kekayaan Intelektual

DJKI Kemenkum Rekomendasikan 300 Situs untuk Diblokir karena Langgar Kekayaan Intelektual

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 15:08 WIB

Bank BJB Buka Suara soal Eks Karyawan yang Terlibat Korupsi Kredit Sritex

Bank BJB Buka Suara soal Eks Karyawan yang Terlibat Korupsi Kredit Sritex

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:20 WIB

Eks Dirut Jadi Tersangka Kasus PT Sritex, Manajemen Bank DKI Janji Bantu Penyidikan Kejagung

Eks Dirut Jadi Tersangka Kasus PT Sritex, Manajemen Bank DKI Janji Bantu Penyidikan Kejagung

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 14:01 WIB

Bank DKI Sikapi Proses Hukum Terkait Kredit Sritex

Bank DKI Sikapi Proses Hukum Terkait Kredit Sritex

Bisnis | Kamis, 22 Mei 2025 | 13:20 WIB

Mantan Bos Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kredit Sritex, Begini Respons Bank DKI

Mantan Bos Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kredit Sritex, Begini Respons Bank DKI

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 12:27 WIB

Terkini

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB